Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.630.000
Beli Rp2.525.000
IHSG 5.875,780
LQ45 581,783
Srikehati 287,931
JII 348,084
USD/IDR 17.955

Wall Street Turun Tipis, Setelah Trump Kobarkan Genderang Perang Lagi

Achmad Fauzi

Senin, 06 April 2026 | 08:40 WIB
Wall Street Turun Tipis, Setelah Trump Kobarkan Genderang Perang Lagi
Ilustasi perdagangan indesk saham AS Wall Street. [Unsplash].
baca 10 detik
  • Kontrak S&P 500, Nasdaq 100, dan Dow Jones kompak turun tipis di tengah meningkatnya ketidakpastian pasar.
  • Donald Trump mengultimatum Iran untuk membuka Selat Hormuz atau menghadapi serangan terhadap infrastruktur penting.
  • Ketegangan di Selat Hormuz jalur vital energi dunia mendorong harga minyak melonjak dan membebani sentimen investor.

Suara.com - Pasar saham Amerika Serikat (AS) atau Wall Street dibuka merosot pada Minggu malam, seiring meningkatnya tensi geopolitik setelah Presiden AS Donald Trump mengancam Iran terkait pembukaan Selat Hormuz.

Mengutip Investing, indeks saham S&P 500 turun tipis 0,3 persen menjadi 6.603,0 poin. Sementara itu, indeks Nasdaq 100 melemah 0,2 persen ke level 24.175,75 poin, dan indeks Dow Jones turun 0,4 persen menjadi 46.535,0 poin.

Penurunan ini terjadi setelah Wall Street mencatatkan reli menguat pada pekan lalu. Bahkan, Investor sempat memborong saham-saham yang sebelumnya tertekan akibat volatilitas pasar yang dipicu konflik Iran.

Sepanjang pekan lalu, Dow Jones Industrial Average menguat 3 persen, S&P 500 naik 3,4 persen, dan NASDAQ Composite melonjak 4,44 persen.

Ilustrasi pergerakan saham di bursa Wall Street. [Pexels].
Ilustrasi pergerakan saham di bursa Wall Street. [Pexels].

Kenaikan ini sekaligus menjadi yang pertama dalam enam minggu terakhir untuk ketiga indeks utama tersebut.

Namun, sentimen pasar kembali berubah setelah Presiden AS Donald Trump melontarkan ancaman keras kepada Iran melalui platform Truth Social. Ia memperingatkan akan menyerang infrastruktur vital Iran jika Selat Hormuz tidak segera dibuka.

"Selasa akan menjadi Hari Pembangkit Listrik, dan Hari Jembatan, semuanya digabung menjadi satu, di Iran. Tidak akan ada yang seperti itu!!!" tulis Trump.

Ia juga menegaskan bahwa Iran memiliki tenggat waktu hingga pukul 20.00 waktu setempat pada hari Selasa untuk membuka kembali jalur strategis tersebut.

Pernyataan tersebut langsung meningkatkan kekhawatiran pasar terhadap potensi konflik yang lebih luas di kawasan Timur Tengah, khususnya yang dapat mengganggu jalur distribusi energi global.

baca juga

Sejalan dengan meningkatnya ketegangan, harga minyak dunia melonjak lebih dari 2 persen dalam perdagangan Asia pada Senin.

Kenaikan ini melanjutkan reli pekan lalu, didorong oleh kekhawatiran gangguan pasokan dari Selat Hormuz salah satu jalur distribusi minyak paling vital di dunia.

Kondisi ini membuat investor kembali bersikap hati-hati, dengan pergerakan pasar diperkirakan masih akan sangat dipengaruhi oleh perkembangan geopolitik dalam beberapa hari ke depan.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

IHSG Diprediksi Berkutat di Level 7000 di Tengah Sinyal Damai Perang Iran

IHSG Diprediksi Berkutat di Level 7000 di Tengah Sinyal Damai Perang Iran

Bisnis | Senin, 06 April 2026 | 07:56 WIB

IHSG Berpotensi Melemah Awal Pekan, Saham-Saham Ini Bisa Untung

IHSG Berpotensi Melemah Awal Pekan, Saham-Saham Ini Bisa Untung

Bisnis | Senin, 06 April 2026 | 07:30 WIB

Profil PT Dana Brata Luhur Tbk (TEBE), Emiten Fasilitas Batu Bara Milik Haji Isam

Profil PT Dana Brata Luhur Tbk (TEBE), Emiten Fasilitas Batu Bara Milik Haji Isam

Bisnis | Minggu, 05 April 2026 | 08:49 WIB

Terkini

Ekonom Beri Peringatan Soal Kebijakan B50: Lihat Peluang yang Dikorbankan

Ekonom Beri Peringatan Soal Kebijakan B50: Lihat Peluang yang Dikorbankan

Bisnis | Minggu, 05 Juli 2026 | 20:43 WIB

Ditantang Putusan MK, Bakom Ungkap Alasan 30 Wamen Tetap Jabat Komisaris BUMN

Ditantang Putusan MK, Bakom Ungkap Alasan 30 Wamen Tetap Jabat Komisaris BUMN

Bisnis | Minggu, 05 Juli 2026 | 20:07 WIB

IHSG Berpeluang Sentuh 6.000 Pekan Depan, AVIA hingga JPFA Bisa Jadi Pilihan

IHSG Berpeluang Sentuh 6.000 Pekan Depan, AVIA hingga JPFA Bisa Jadi Pilihan

Bisnis | Minggu, 05 Juli 2026 | 19:56 WIB

BEI Usul Ubah Batas Auto Rejection Saham, Simak Aturan Terbarunya

BEI Usul Ubah Batas Auto Rejection Saham, Simak Aturan Terbarunya

Bisnis | Minggu, 05 Juli 2026 | 19:46 WIB

Harga Minyak Dunia Bakal Turun Besar-besaran, 'Tandanya' Sudah Muncul

Harga Minyak Dunia Bakal Turun Besar-besaran, 'Tandanya' Sudah Muncul

Bisnis | Minggu, 05 Juli 2026 | 17:51 WIB

Jadwal Cum Date 6-7 Juli 2026 dan Daftar 19 Saham Bagi Dividen Minggu Ini

Jadwal Cum Date 6-7 Juli 2026 dan Daftar 19 Saham Bagi Dividen Minggu Ini

Bisnis | Minggu, 05 Juli 2026 | 17:41 WIB

Sambut HUT ke-28, Bank Mandiri Kembali Gelar Donor Darah Serentak di 12 Region

Sambut HUT ke-28, Bank Mandiri Kembali Gelar Donor Darah Serentak di 12 Region

Bisnis | Minggu, 05 Juli 2026 | 15:00 WIB

Bank Jago Fokus Inovasi Fitur untuk Gaet Nasabah, Gimana Kinerja Sahamnya?

Bank Jago Fokus Inovasi Fitur untuk Gaet Nasabah, Gimana Kinerja Sahamnya?

Bisnis | Minggu, 05 Juli 2026 | 14:57 WIB

BBKP Pangkas Jumlah Karyawan dan Tutup Kantor Cabang, Ini Penyebabnya

BBKP Pangkas Jumlah Karyawan dan Tutup Kantor Cabang, Ini Penyebabnya

Bisnis | Minggu, 05 Juli 2026 | 13:43 WIB

Jadi Pertimbangan Serok, Harga Emas Batangan Diproyeksi Anjlok Pekan Depan

Jadi Pertimbangan Serok, Harga Emas Batangan Diproyeksi Anjlok Pekan Depan

Bisnis | Minggu, 05 Juli 2026 | 13:25 WIB

×