Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp0
Beli Rp0
IHSG ...
LQ45 ...
Srikehati
JII ...

Emas Antam Lagi Murah Dibanderol Rp2,83 Juta/Gram

Achmad Fauzi

Senin, 06 April 2026 | 09:54 WIB
Emas Antam Lagi Murah Dibanderol Rp2,83 Juta/Gram
Pengunjung menunjukkan logam mulia Antam yang dibeli di Jakarta, Jumat (27/3/2026). [ANTARA FOTO/Indrianto Eko Suwarso/wpa].
baca 10 detik
  • Harga emas Antam turun Rp 26.000, sementara harga buyback juga melemah Rp 27.000.
  • Emas dunia anjlok 11,3 persen pada Maret, dipengaruhi penguatan dolar AS dan ekspektasi kebijakan Federal Reserve.
  • Kenaikan imbal hasil obligasi dan kebutuhan likuiditas membuat emas kehilangan daya tarik sebagai safe haven.

Suara.com - Harga emas PT Aneka Tambang Tbk (Antam) pada hari Senin, 6 April 2026 untuk ukuran satu dibanderol di harga Rp 2.831.000 per gram.

Dikutip dari situs Logam Mulia, harga emas Antam itu merosot Rp 26.000 dibandingkan Sabtu, 4 April 2026.

Sementara itu, harga Buyback (beli kembali) emas Antam dibanderol di harga Rp 2.550.000 per gram.

Harga buyback itu ikut anjlok Rp 27.000 dibandingkan dengan harga buyback hari Sabtu pekan kemarin.

Perlu diingat, harga tersebut belum termasuk pajak penghasilan (PPh) sebesar 0,45 persen bagi pemegang NPWP dan 0,9 persen yang tidak memiliki NPWP. Pengenaan PPh ini sesuai dengan PMK Nomor 34/OMK.19/2017.3.

Pegawai menata kepingan emas yang dijual di Kantor Pegadaian Cabang di Kota Bengkulu, Bengkulu, Rabu (9/4/2025). [ANTARA FOTO/Muhammad Izfaldi/tom]
Pegawai menata kepingan emas . [ANTARA FOTO/Muhammad Izfaldi/tom]

Seperti dilansir dari laman resmi Logam Mulia Antam, berikut adalah harga emas antam setelah pajak pada hari ini:

  • 0.5 gram: Rp 1.469.164
  • 1 gram: Rp 2.838.078
  • 2 gram: Rp 5.616.005
  • 3 gram: Rp 8.398.945
  • 5 gram: Rp 13.964.825
  • 10 gram: Rp 27.874.513
  • 25 gram: Rp 69.560.468
  • 50 gram: Rp 139.041.738
  • 100 gram: Rp 278.005.280
  • 250 gram: Rp 694.747.538
  • 500 gram: Rp 1.389.284.550
  • 1000 gram: Rp 2.778.529.000

Terburuk Sejak 2008

Harga emas dunia mencatatkan penurunan tajam pada Maret 2026, setelah sebelumnya memulai tahun dengan performa impresif. Tekanan dari penguatan dolar AS hingga lonjakan imbal hasil obligasi menjadi faktor utama pelemahan logam mulia tersebut.

Mengutip laporan Anadolu Agency, harga emas anjlok hingga 11,3 persen sepanjang Maret, menjadi penurunan bulanan terdalam sejak krisis keuangan global 2008.

baca juga

Penurunan ini terjadi di tengah dinamika kompleks akibat konflik di Timur Tengah yang justru mendorong kenaikan harga energi dan meningkatkan kekhawatiran inflasi global. Kondisi tersebut memicu spekulasi bahwa bank sentral AS akan mengambil kebijakan moneter yang lebih agresif.

Emas bahkan sempat jatuh ke level 4.099,52 dolar AS per ons, terendah sejak November 2025. Tekanan semakin besar seiring penguatan dolar AS dan meningkatnya kebutuhan likuiditas di pasar global.

Selain itu, kenaikan imbal hasil obligasi AS membuat emas kehilangan daya tariknya. Sebagai aset yang tidak memberikan imbal hasil, emas menjadi kurang diminati dibandingkan instrumen lain yang menawarkan return lebih tinggi.

Pasar keuangan kini memperkirakan bank sentral AS, Federal Reserve, akan mempertahankan suku bunga sepanjang tahun ini. Ekspektasi penurunan suku bunga pun semakin memudar, meskipun beberapa pejabat masih memberikan sinyal dovish.

Tekanan juga datang dari aksi jual emas oleh bank sentral, yang turut memperburuk penurunan harga.

Padahal, emas sempat mencatatkan kinerja gemilang di awal tahun. Pada Januari, harga emas melonjak 12,42 persen tertinggi sejak November 2009 dan kembali naik 8,9 persen pada Februari, memperpanjang tren kenaikan selama tujuh bulan berturut-turut.

Kepala strategi komoditas Saxo Capital, Ole Hansen, mengatakan pelemahan emas dipicu kombinasi faktor makroekonomi yang kuat.

Ia menilai kenaikan imbal hasil obligasi, lonjakan harga energi, serta penyesuaian ekspektasi suku bunga membuat investor beralih ke dolar AS sebagai aset aman.

Menurut Hansen, dalam kondisi saat ini emas justru lebih diperlakukan sebagai sumber likuiditas ketimbang aset lindung nilai. Investor cenderung melepas emas untuk menutup kerugian di aset lain di tengah gejolak pasar.

"Emas biasanya berperilaku lebih seperti sumber likuiditas di masa-masa penuh gejolak seperti ini daripada sebagai aset tempat berlindung yang aman," ujarnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Harga Emas Bergejolak, Bank Mega Syariah Siapkan Strategi Ini

Harga Emas Bergejolak, Bank Mega Syariah Siapkan Strategi Ini

Bisnis | Senin, 06 April 2026 | 09:01 WIB

Harga Emas Antam, UBS, dan Galeri24 di Pegadaian Kisaran di Bawah 3 Jutaan

Harga Emas Antam, UBS, dan Galeri24 di Pegadaian Kisaran di Bawah 3 Jutaan

Bisnis | Senin, 06 April 2026 | 08:34 WIB

Rupiah Anjlok, Emas Logam Mulia Diramal Bisa Tembus Rp3 Juta per Gram

Rupiah Anjlok, Emas Logam Mulia Diramal Bisa Tembus Rp3 Juta per Gram

Bisnis | Senin, 06 April 2026 | 08:08 WIB

Terkini

AI hingga Microchip, RI-China Buka Jalan Baru Kerja Sama Teknologi

AI hingga Microchip, RI-China Buka Jalan Baru Kerja Sama Teknologi

Tekno | Sabtu, 22 Agustus 2026 | 23:55 WIB

Kalimantan Belum Selesai, Karhutla Kini Kepung Papua Tengah: Api Makin Meluas

Kalimantan Belum Selesai, Karhutla Kini Kepung Papua Tengah: Api Makin Meluas

News | Sabtu, 22 Agustus 2026 | 23:35 WIB

Tampang Maulana Paputungan Ayah Keji Pembunuh Disertai Mutilasi Anak Kandung di Merauke

Tampang Maulana Paputungan Ayah Keji Pembunuh Disertai Mutilasi Anak Kandung di Merauke

News | Sabtu, 22 Agustus 2026 | 23:00 WIB

Beli Voucher Game di BRImo Dapat Cashback Saldo 50 Persen

Beli Voucher Game di BRImo Dapat Cashback Saldo 50 Persen

Bri | Sabtu, 22 Agustus 2026 | 22:28 WIB

Investasi RI Tembus Rp1.010 Triliun, HIPMI Dorong Pengusaha Lokal Ikut Menikmati Dampaknya

Investasi RI Tembus Rp1.010 Triliun, HIPMI Dorong Pengusaha Lokal Ikut Menikmati Dampaknya

Bisnis | Sabtu, 22 Agustus 2026 | 22:25 WIB

Karhutla Kalimantan Mengganas, Presiden Prabowo Optimistis Bisa Segera Dijinakkan

Karhutla Kalimantan Mengganas, Presiden Prabowo Optimistis Bisa Segera Dijinakkan

News | Sabtu, 22 Agustus 2026 | 22:00 WIB

22,69 Juta Pengguna Kripto RI, Tantangan Berikutnya Bikin Mereka Tak Lari ke Platform Asing

22,69 Juta Pengguna Kripto RI, Tantangan Berikutnya Bikin Mereka Tak Lari ke Platform Asing

Bisnis | Sabtu, 22 Agustus 2026 | 21:45 WIB

Bukan Sekadar Hitung Langkah, Galaxy Watch Ultra2 dan Watch9 Bantu Atur Beban Latihan

Bukan Sekadar Hitung Langkah, Galaxy Watch Ultra2 dan Watch9 Bantu Atur Beban Latihan

Tekno | Sabtu, 22 Agustus 2026 | 21:20 WIB

Korban FOMO Merapat! Eksotisnya Wajah Sungai Bogowonto Purworejo Saat Surut

Korban FOMO Merapat! Eksotisnya Wajah Sungai Bogowonto Purworejo Saat Surut

Your Say | Sabtu, 22 Agustus 2026 | 21:14 WIB

Prabowo Tak Main-Main! Bidik 4 Korporasi di Balik Karhutla Kalimantan, Izin Bakal Dicabut

Prabowo Tak Main-Main! Bidik 4 Korporasi di Balik Karhutla Kalimantan, Izin Bakal Dicabut

News | Sabtu, 22 Agustus 2026 | 21:05 WIB

×