Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.845.000
Beli Rp2.725.000
IHSG 7.500,187
LQ45 746,355
Srikehati 345,870
JII 522,139
USD/IDR 17.117

Emas Antam Lagi Murah Dibanderol Rp2,83 Juta/Gram

Achmad Fauzi | Suara.com

Senin, 06 April 2026 | 09:54 WIB
Emas Antam Lagi Murah Dibanderol Rp2,83 Juta/Gram
Pengunjung menunjukkan logam mulia Antam yang dibeli di Jakarta, Jumat (27/3/2026). [ANTARA FOTO/Indrianto Eko Suwarso/wpa].
  • Harga emas Antam turun Rp 26.000, sementara harga buyback juga melemah Rp 27.000.
  • Emas dunia anjlok 11,3 persen pada Maret, dipengaruhi penguatan dolar AS dan ekspektasi kebijakan Federal Reserve.
  • Kenaikan imbal hasil obligasi dan kebutuhan likuiditas membuat emas kehilangan daya tarik sebagai safe haven.

Suara.com - Harga emas PT Aneka Tambang Tbk (Antam) pada hari Senin, 6 April 2026 untuk ukuran satu dibanderol di harga Rp 2.831.000 per gram.

Dikutip dari situs Logam Mulia, harga emas Antam itu merosot Rp 26.000 dibandingkan Sabtu, 4 April 2026.

Sementara itu, harga Buyback (beli kembali) emas Antam dibanderol di harga Rp 2.550.000 per gram.

Harga buyback itu ikut anjlok Rp 27.000 dibandingkan dengan harga buyback hari Sabtu pekan kemarin.

Perlu diingat, harga tersebut belum termasuk pajak penghasilan (PPh) sebesar 0,45 persen bagi pemegang NPWP dan 0,9 persen yang tidak memiliki NPWP. Pengenaan PPh ini sesuai dengan PMK Nomor 34/OMK.19/2017.3.

Pegawai menata kepingan emas yang dijual di Kantor Pegadaian Cabang di Kota Bengkulu, Bengkulu, Rabu (9/4/2025). [ANTARA FOTO/Muhammad Izfaldi/tom]
Pegawai menata kepingan emas . [ANTARA FOTO/Muhammad Izfaldi/tom]

Seperti dilansir dari laman resmi Logam Mulia Antam, berikut adalah harga emas antam setelah pajak pada hari ini:

  • 0.5 gram: Rp 1.469.164
  • 1 gram: Rp 2.838.078
  • 2 gram: Rp 5.616.005
  • 3 gram: Rp 8.398.945
  • 5 gram: Rp 13.964.825
  • 10 gram: Rp 27.874.513
  • 25 gram: Rp 69.560.468
  • 50 gram: Rp 139.041.738
  • 100 gram: Rp 278.005.280
  • 250 gram: Rp 694.747.538
  • 500 gram: Rp 1.389.284.550
  • 1000 gram: Rp 2.778.529.000

Terburuk Sejak 2008

Harga emas dunia mencatatkan penurunan tajam pada Maret 2026, setelah sebelumnya memulai tahun dengan performa impresif. Tekanan dari penguatan dolar AS hingga lonjakan imbal hasil obligasi menjadi faktor utama pelemahan logam mulia tersebut.

Mengutip laporan Anadolu Agency, harga emas anjlok hingga 11,3 persen sepanjang Maret, menjadi penurunan bulanan terdalam sejak krisis keuangan global 2008.

Penurunan ini terjadi di tengah dinamika kompleks akibat konflik di Timur Tengah yang justru mendorong kenaikan harga energi dan meningkatkan kekhawatiran inflasi global. Kondisi tersebut memicu spekulasi bahwa bank sentral AS akan mengambil kebijakan moneter yang lebih agresif.

Emas bahkan sempat jatuh ke level 4.099,52 dolar AS per ons, terendah sejak November 2025. Tekanan semakin besar seiring penguatan dolar AS dan meningkatnya kebutuhan likuiditas di pasar global.

Selain itu, kenaikan imbal hasil obligasi AS membuat emas kehilangan daya tariknya. Sebagai aset yang tidak memberikan imbal hasil, emas menjadi kurang diminati dibandingkan instrumen lain yang menawarkan return lebih tinggi.

Pasar keuangan kini memperkirakan bank sentral AS, Federal Reserve, akan mempertahankan suku bunga sepanjang tahun ini. Ekspektasi penurunan suku bunga pun semakin memudar, meskipun beberapa pejabat masih memberikan sinyal dovish.

Tekanan juga datang dari aksi jual emas oleh bank sentral, yang turut memperburuk penurunan harga.

Padahal, emas sempat mencatatkan kinerja gemilang di awal tahun. Pada Januari, harga emas melonjak 12,42 persen tertinggi sejak November 2009 dan kembali naik 8,9 persen pada Februari, memperpanjang tren kenaikan selama tujuh bulan berturut-turut.

Kepala strategi komoditas Saxo Capital, Ole Hansen, mengatakan pelemahan emas dipicu kombinasi faktor makroekonomi yang kuat.

Ia menilai kenaikan imbal hasil obligasi, lonjakan harga energi, serta penyesuaian ekspektasi suku bunga membuat investor beralih ke dolar AS sebagai aset aman.

Menurut Hansen, dalam kondisi saat ini emas justru lebih diperlakukan sebagai sumber likuiditas ketimbang aset lindung nilai. Investor cenderung melepas emas untuk menutup kerugian di aset lain di tengah gejolak pasar.

"Emas biasanya berperilaku lebih seperti sumber likuiditas di masa-masa penuh gejolak seperti ini daripada sebagai aset tempat berlindung yang aman," ujarnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Harga Emas Bergejolak, Bank Mega Syariah Siapkan Strategi Ini

Harga Emas Bergejolak, Bank Mega Syariah Siapkan Strategi Ini

Bisnis | Senin, 06 April 2026 | 09:01 WIB

Harga Emas Antam, UBS, dan Galeri24 di Pegadaian Kisaran di Bawah 3 Jutaan

Harga Emas Antam, UBS, dan Galeri24 di Pegadaian Kisaran di Bawah 3 Jutaan

Bisnis | Senin, 06 April 2026 | 08:34 WIB

Rupiah Anjlok, Emas Logam Mulia Diramal Bisa Tembus Rp3 Juta per Gram

Rupiah Anjlok, Emas Logam Mulia Diramal Bisa Tembus Rp3 Juta per Gram

Bisnis | Senin, 06 April 2026 | 08:08 WIB

Terkini

Pabrik Melamin Pertama dan Terbesar RI Resmi Dibangun di Gresik, Nilai Investasi Rp 10,2 T

Pabrik Melamin Pertama dan Terbesar RI Resmi Dibangun di Gresik, Nilai Investasi Rp 10,2 T

Bisnis | Selasa, 14 April 2026 | 18:18 WIB

Menko Airlangga Sebut Pertumbuhan Ekonomi RI 2026 Lebihi 5,3 Persen

Menko Airlangga Sebut Pertumbuhan Ekonomi RI 2026 Lebihi 5,3 Persen

Bisnis | Selasa, 14 April 2026 | 18:06 WIB

Investor Global Proyeksi Ekonomi RI Tetap Tangguh di Tengah Perang AS vs Iran, Ini Buktinya

Investor Global Proyeksi Ekonomi RI Tetap Tangguh di Tengah Perang AS vs Iran, Ini Buktinya

Bisnis | Selasa, 14 April 2026 | 17:55 WIB

Makin Diakui di Kancah Global, Pegadaian Raih "The Asset Triple A di Hong Kong

Makin Diakui di Kancah Global, Pegadaian Raih "The Asset Triple A di Hong Kong

Bisnis | Selasa, 14 April 2026 | 17:35 WIB

IHSG 'Ngamuk' Meroket ke Level 7.600

IHSG 'Ngamuk' Meroket ke Level 7.600

Bisnis | Selasa, 14 April 2026 | 17:04 WIB

Purbaya Pamer Kondisi Ekonomi RI ke Investor AS, Minta Tak Ragu Investasi

Purbaya Pamer Kondisi Ekonomi RI ke Investor AS, Minta Tak Ragu Investasi

Bisnis | Selasa, 14 April 2026 | 16:35 WIB

Gawat! Mayoritas Pengusaha RI Ogah Tambah Karyawan

Gawat! Mayoritas Pengusaha RI Ogah Tambah Karyawan

Bisnis | Selasa, 14 April 2026 | 16:09 WIB

Hati-Hati Penipuan! Pendaftaran Agen LPG 3 Kg Tidak Dipungut Biaya

Hati-Hati Penipuan! Pendaftaran Agen LPG 3 Kg Tidak Dipungut Biaya

Bisnis | Selasa, 14 April 2026 | 15:59 WIB

Rekor Buruk Rupiah Hari Ini

Rekor Buruk Rupiah Hari Ini

Bisnis | Selasa, 14 April 2026 | 15:39 WIB

Percepat KPR, BTN Integrasikan Proses Lewat Satu Sistem Terpusat

Percepat KPR, BTN Integrasikan Proses Lewat Satu Sistem Terpusat

Bisnis | Selasa, 14 April 2026 | 15:36 WIB