- Kekayaan bersih Donald Trump naik drastis saat konflik Timur Tengah memanas.
- Kenaikan dipicu performa saham Trump Media yang jadi aset pilihan investor saat krisis.
- Ketidakpastian global justru memperkuat posisi valuasi aset politik dan energi Trump.
Suara.com - Di tengah eskalasi perang Timur Tengah yang kian memanas, kekayaan bersih Presiden Amerika Serikat ke-47, Donald Trump, justru mencatatkan lonjakan signifikan.
Berdasarkan data terbaru Forbes per April 2026, total kekayaan Trump kini ditaksir mencapai USD6,5 miliar atau setara dengan kurang lebih Rp107,73 triliun.
Dalam data yang beredar, kekayaan Trump pada tahun 2020 tercatat berada di angka USD 2,1 miliar. Nilai tersebut sempat berfluktuasi di angka USD 2,4 miliar pada 2021 dan mencapai puncaknya di periode awal pasca-jabatan pada 2022 sebesar USD 3,0 miliar. Namun, memasuki tahun 2025 dan 2026, angka tersebut melonjak tajam hingga menyentuh angka USD 6,3 miliar.
Jika dikonversikan ke dalam mata uang Garuda, kenaikan ini sangat fantastis. Mengacu pada data kurs transaksi Bank Indonesia (BI) pada hari ini, Senin (6/4/2026), nilai tukar dolar AS terhadap Rupiah berada di level Rp17.100 (kurs jual).
Berikut adalah rincian kekayaan Donald Trump jika dikonversikan dengan kurs hari ini:
- Tahun 2020 (USD 2,1 Miliar): Sekitar Rp35,91 Triliun
- Tahun 2024 (USD 2,3 Miliar): Sekitar Rp39,33 Triliun
- Tahun 2025 (USD 5,1 Miliar): Sekitar Rp87,21 Triliun
- Tahun 2026 (USD 6,3 Miliar): Sekitar Rp107,73 Triliun
Lonjakan kekayaan yang hampir naik tiga kali lipat dibanding saat ia masih menjabat pada 2020 ini dipicu oleh sejumlah lini bisnis baru. Salah satu faktor utama adalah performa unit bisnis media dan teknologinya, Trump Media & Technology Group (DJT), serta berbagai investasi di sektor aset digital dan kripto yang ia luncurkan sejak awal 2025.
Meskipun sempat menghadapi berbagai tuntutan hukum di pengadilan AS, aset real estate dan kepemilikan saham di perusahaan media sosial miliknya justru memberikan suntikan dana segar yang membuat namanya kembali kokoh dalam daftar orang terkaya di dunia versi Forbes.