Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.630.000
Beli Rp2.525.000
IHSG 5.875,780
LQ45 581,783
Srikehati 287,931
JII 348,084
USD/IDR 17.955

Trump Singgung 'Hari Pemusnahan' Iran: Ancam Ekonomi Global, Harga Minyak Terbang!

M Nurhadi

Senin, 06 April 2026 | 12:34 WIB
Trump Singgung 'Hari Pemusnahan' Iran: Ancam Ekonomi Global, Harga Minyak Terbang!
Kasus dugaan penipuan yang menjerat perusahaan Presiden AS, Donald Trump serta anak-anaknya memasuki babak baru. [Tangkap layar X]
baca 10 detik
  • Presiden AS Donald Trump memberikan ultimatum kepada Iran untuk membuka Selat Hormuz guna menghindari serangan militer pada Senin (6/4/2026).
  • Ketegangan geopolitik tersebut menyebabkan lonjakan harga minyak mentah Brent sebesar 1,4 persen di pasar keuangan kawasan Asia-Pasifik.
  • Investor merespons ancaman tersebut dengan mengalihkan aset, sementara pasar menantikan rilis data ekonomi makro penting dari Amerika Serikat.

Suara.com - Pasar keuangan di kawasan Asia mengawali perdagangan Senin (6/4/2026) dengan dinamika yang sangat kontras. Harga minyak mentah melonjak tajam, nilai obligasi merosot, sementara bursa saham bergerak bervariasi.

Situasi ini dipicu oleh eskalasi ketegangan setelah Presiden AS Donald Trump memberikan ultimatum keras kepada Teheran terkait pembukaan kembali Selat Hormuz.

Presiden Trump memperingatkan akan adanya "neraka" jika Iran tidak memenuhi tenggat waktu pembukaan jalur pelayaran vital tersebut.

Ancaman berulang untuk menghancurkan infrastruktur sipil, termasuk pembangkit listrik dan jembatan jika Selat Hormuz tidak dibuka pada hari Selasa, membuat para pelaku pasar khawatir akan adanya serangan balasan dari Iran terhadap target-target di negara-negara Teluk.

Meskipun likuiditas pasar cenderung tipis karena banyak negara di kawasan Asia sedang menjalani hari libur, indeks berjangka S&P 500 e-mini terpantau turun 0,2 persen.

Sebaliknya, indeks MSCI Asia-Pasifik di luar Jepang menguat 0,5 persen. Di bursa regional lainnya, Nikkei 225 Jepang naik 1,2 persen, diikuti oleh indeks Kospi Korea Selatan yang melaju signifikan sebesar 2 persen.

Dikutip via Reuters, kontrak berjangka minyak Brent dibuka menguat 1,4 persen ke level USD 110,58 per barel.

Kenaikan ini terjadi meskipun anggota OPEC+ telah sepakat pada hari Minggu kemarin untuk menaikkan kuota produksi minyak sebesar 206.000 barel per hari untuk bulan Mei.

Namun, para analis menilai tambahan produksi tersebut hanyalah angka di atas kertas, mengingat banyak fasilitas produksi dan infrastruktur transportasi negara-negara produsen utama di balik Selat Hormuz telah mengalami kerusakan parah sejak perang meletus.

baca juga

Fokus Pasar: Antara Geopolitik dan Data Makro AS

Ed Yardeni, Presiden dan Kepala Strategi Investasi Yardeni Research, mengungkapkan bahwa pekan ini pasar akan tetap didominasi oleh perkembangan di Timur Tengah.

Namun, perhatian investor juga akan terbagi dengan rilis data ekonomi penting di Amerika Serikat.

"Pekan ini akan didominasi oleh isu Timur Tengah, meski rilis data besar seperti notulensi rapat FOMC Maret, pendapatan pribadi Februari, dan inflasi (CPI) Maret akan ikut bersaing memperebutkan perhatian pasar," jelas Yardeni, dikutip via Reuters.

Dalam laporan risetnya, Yardeni juga menyoroti peringatan keras Trump yang menyebut hari Senin ini sebagai "Obliteration Day" atau hari pemusnahan, di mana militer AS mengancam akan membombardir pembangkit listrik Iran jika jalur laut strategis tersebut tidak segera dibuka.

Di sisi lain, data ketenagakerjaan AS pada Jumat lalu menunjukkan pertumbuhan yang lebih kuat dari perkiraan dengan penambahan 178.000 lapangan kerja non-pertanian pada Maret. Angka pengangguran pun turun menjadi 4,3 persen dari sebelumnya 4,4 persen.

Data yang kuat ini mempersulit posisi Federal Reserve (The Fed) dalam menentukan kebijakan moneter pada pertemuan mendatang di akhir April.

Berdasarkan perangkat Fedwatch CME Group, pelaku pasar memprediksi tidak akan ada perubahan suku bunga dari bank sentral AS tersebut hingga September 2027.

Pada perdagangan valuta asing, Indeks Dolar AS (DXY) stabil di posisi 100,23. Sementara itu, imbal hasil (yield) obligasi Treasury 10-tahun AS naik ke level 4,3584 persen.

Di Jepang, yield obligasi pemerintah mencatatkan rekor tertinggi di abad ke-21 pada level 2,4 persen karena kekhawatiran inflasi. Terhadap yen, dolar AS bergerak mendatar di angka 159,635 yen.

Dari sektor aset aman dan digital, harga emas terkoreksi 0,8 persen ke level USD 4.638,54. Sementara di pasar kripto, Bitcoin menguat 1,9 persen di posisi USD 68.915,85 dan Ether naik 2,4 persen ke angka USD 2.117,61.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Saat Kedubes Iran Ramai-ramai Balas Ancaman Trump Secara 'Selow'

Saat Kedubes Iran Ramai-ramai Balas Ancaman Trump Secara 'Selow'

News | Senin, 06 April 2026 | 12:31 WIB

Harga Produk di Jakarta Berangsur Naik Imbas Perang Iran, Pramono Anung: Inflasi Masih Terjaga

Harga Produk di Jakarta Berangsur Naik Imbas Perang Iran, Pramono Anung: Inflasi Masih Terjaga

News | Senin, 06 April 2026 | 12:07 WIB

Ya Allah, Gaza Diserang Lagi saat Iran Masih Digempur Israel

Ya Allah, Gaza Diserang Lagi saat Iran Masih Digempur Israel

News | Senin, 06 April 2026 | 12:06 WIB

Kekayaan Donald Trump Meningkat jadi Rp107 Triliun di Tengah Konflik Perang

Kekayaan Donald Trump Meningkat jadi Rp107 Triliun di Tengah Konflik Perang

Bisnis | Senin, 06 April 2026 | 12:02 WIB

Innalillahi Donald Trump Dilarikan ke Rumah Sakit?

Innalillahi Donald Trump Dilarikan ke Rumah Sakit?

News | Senin, 06 April 2026 | 11:25 WIB

Trump Ancam Lumpuhkan Listrik Iran Jika Selat Hormuz Tak Segera Dibuka

Trump Ancam Lumpuhkan Listrik Iran Jika Selat Hormuz Tak Segera Dibuka

News | Senin, 06 April 2026 | 11:12 WIB

Terkini

Ekonom: Investor Butuh Kepastian Hukum di Indonesia, Bukan Sekedar Insentif!

Ekonom: Investor Butuh Kepastian Hukum di Indonesia, Bukan Sekedar Insentif!

Bisnis | Minggu, 05 Juli 2026 | 21:13 WIB

Ekonom Beri Peringatan Soal Kebijakan B50: Lihat Peluang yang Dikorbankan

Ekonom Beri Peringatan Soal Kebijakan B50: Lihat Peluang yang Dikorbankan

Bisnis | Minggu, 05 Juli 2026 | 20:43 WIB

Ditantang Putusan MK, Bakom Ungkap Alasan 30 Wamen Tetap Jabat Komisaris BUMN

Ditantang Putusan MK, Bakom Ungkap Alasan 30 Wamen Tetap Jabat Komisaris BUMN

Bisnis | Minggu, 05 Juli 2026 | 20:07 WIB

IHSG Berpeluang Sentuh 6.000 Pekan Depan, AVIA hingga JPFA Bisa Jadi Pilihan

IHSG Berpeluang Sentuh 6.000 Pekan Depan, AVIA hingga JPFA Bisa Jadi Pilihan

Bisnis | Minggu, 05 Juli 2026 | 19:56 WIB

BEI Usul Ubah Batas Auto Rejection Saham, Simak Aturan Terbarunya

BEI Usul Ubah Batas Auto Rejection Saham, Simak Aturan Terbarunya

Bisnis | Minggu, 05 Juli 2026 | 19:46 WIB

Harga Minyak Dunia Bakal Turun Besar-besaran, 'Tandanya' Sudah Muncul

Harga Minyak Dunia Bakal Turun Besar-besaran, 'Tandanya' Sudah Muncul

Bisnis | Minggu, 05 Juli 2026 | 17:51 WIB

Jadwal Cum Date 6-7 Juli 2026 dan Daftar 19 Saham Bagi Dividen Minggu Ini

Jadwal Cum Date 6-7 Juli 2026 dan Daftar 19 Saham Bagi Dividen Minggu Ini

Bisnis | Minggu, 05 Juli 2026 | 17:41 WIB

Sambut HUT ke-28, Bank Mandiri Kembali Gelar Donor Darah Serentak di 12 Region

Sambut HUT ke-28, Bank Mandiri Kembali Gelar Donor Darah Serentak di 12 Region

Bisnis | Minggu, 05 Juli 2026 | 15:00 WIB

Bank Jago Fokus Inovasi Fitur untuk Gaet Nasabah, Gimana Kinerja Sahamnya?

Bank Jago Fokus Inovasi Fitur untuk Gaet Nasabah, Gimana Kinerja Sahamnya?

Bisnis | Minggu, 05 Juli 2026 | 14:57 WIB

BBKP Pangkas Jumlah Karyawan dan Tutup Kantor Cabang, Ini Penyebabnya

BBKP Pangkas Jumlah Karyawan dan Tutup Kantor Cabang, Ini Penyebabnya

Bisnis | Minggu, 05 Juli 2026 | 13:43 WIB

×