Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.870.000
Beli Rp2.730.000
IHSG 6.997,214
LQ45 708,256
Srikehati 341,255
JII 476,806
USD/IDR 17.010

Rupiah Loyo ke Rp17.035, Defisit Anggaran hingga Isu Perang AS-Iran Jadi Biang Keladi

Mohammad Fadil Djailani | Rina Anggraeni | Suara.com

Senin, 06 April 2026 | 15:57 WIB
Rupiah Loyo ke Rp17.035, Defisit Anggaran hingga Isu Perang AS-Iran Jadi Biang Keladi
Petugas menjunjukkan uang pecahan dolar AS dan rupiah di gerai penukaran mata uang asing di Jakarta, Kamis (15/5/2025) [Suara.com/ANTARA]
  • Rupiah ditutup melemah 0,32% ke level Rp17.035 per dolar AS akibat defisit fiskal.
  • Harga minyak dunia yang tinggi dan beban subsidi BBM terus menekan mata uang Garuda.
  • Ancaman perang AS-Iran hantui pasar, rupiah diprediksi lanjut melemah tanpa intervensi BI.

Suara.com - Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) kembali terkapar di zona merah pada penutupan perdagangan awal pekan ini. Mata uang Garuda gagal memanfaatkan momentum koreksi dolar global akibat tekanan sentimen domestik dan ketegangan geopolitik yang memanas.

Mengutip data Bloomberg, Senin (6/4/2026), rupiah parkir di level Rp17.035 per dolar AS. Angka ini menunjukkan pelemahan sebesar 0,32 persen dibandingkan penutupan sebelumnya pada Kamis (2/4/2026) yang berada di posisi Rp17.002. Sementara itu, kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) Bank Indonesia (BI) mematok rupiah di level Rp17.037 per dolar AS.

Analis Doo Financial Futures, Lukman Leong, menilai rapor merah rupiah kali ini cukup ironis. Pasalnya, indeks dolar AS sebenarnya sedang mengalami koreksi yang cukup dalam, namun rupiah justru tidak bertenaga.

"Sentimen domestik tercermin masih negatif, terutama oleh kekawatiran defisit fiskal yang bisa lebih diperparah," ujar Lukman saat dihubungi.

Ia menambahkan, beban fiskal pemerintah kian berat seiring dengan tingginya harga minyak mentah dunia. Keputusan pemerintah untuk tetap mempertahankan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) di tengah tingginya harga komoditas energi tersebut menjadi sentimen negatif bagi investor.

Ke depan, langkah rupiah diprediksi kian berat. Bayang-bayang eskalasi konflik di Timur Tengah, khususnya potensi serangan besar-besaran AS ke Iran, menjadi momok bagi pasar keuangan global.

"Untuk besok, investor pastinya mengantisipasi ancaman penyerangan besar-besaran AS ke Iran. Hal ini akan memperburuk sentimen," kata Lukman menjelaskan.

Tanpa adanya langkah nyata dari bank sentral, posisi rupiah diprediksi akan terus berada di bawah tekanan. "Rupiah diperkirakan masih akan tertekan apabila tidak ada intervensi dari BI," tandasnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

KSPI Wanti-Wanti Gelombang PHK dalam 3 Bulan: Sektor Padat Karya Paling Terpukul

KSPI Wanti-Wanti Gelombang PHK dalam 3 Bulan: Sektor Padat Karya Paling Terpukul

News | Senin, 06 April 2026 | 15:47 WIB

Draf Gencatan Senjata AS-Iran Beredar, Selat Hormuz Jadi Kunci Kesepakatan

Draf Gencatan Senjata AS-Iran Beredar, Selat Hormuz Jadi Kunci Kesepakatan

News | Senin, 06 April 2026 | 15:14 WIB

Perang Memanas! Trump Bakal Pakai Uang Pajak Warga AS Demi Proyek Mercusuar

Perang Memanas! Trump Bakal Pakai Uang Pajak Warga AS Demi Proyek Mercusuar

News | Senin, 06 April 2026 | 15:00 WIB

Terkini

Jadi Merger, Danantara Hanya Kelola 3 BUMN Karya pada Semester II-2026

Jadi Merger, Danantara Hanya Kelola 3 BUMN Karya pada Semester II-2026

Bisnis | Senin, 06 April 2026 | 15:25 WIB

Ordal Kemenkeu Sebut APBN Hanya Kuat 2 Minggu, Purbaya Tertawa

Ordal Kemenkeu Sebut APBN Hanya Kuat 2 Minggu, Purbaya Tertawa

Bisnis | Senin, 06 April 2026 | 15:19 WIB

Bank Mandiri Raih Kinerja Moncer, Ekonom Nilai Buah Hasil Ekspansi

Bank Mandiri Raih Kinerja Moncer, Ekonom Nilai Buah Hasil Ekspansi

Bisnis | Senin, 06 April 2026 | 15:14 WIB

Harga Avtur RI Meroket, Bahlil Anggap Masih Murah Dibanding Negara Tetangga

Harga Avtur RI Meroket, Bahlil Anggap Masih Murah Dibanding Negara Tetangga

Bisnis | Senin, 06 April 2026 | 15:05 WIB

Harga BBM Nonsubsidi Naik atau Tidak? Bahlil Buka Suara

Harga BBM Nonsubsidi Naik atau Tidak? Bahlil Buka Suara

Bisnis | Senin, 06 April 2026 | 14:56 WIB

AirAsia Optimalkan Rute Favorit di Tengah Gejolak Harga Avtur Global

AirAsia Optimalkan Rute Favorit di Tengah Gejolak Harga Avtur Global

Bisnis | Senin, 06 April 2026 | 14:39 WIB

Masyarakat Indonesia Doyan Gunakan Pinjol, Utangnya Tembus Rp100,69 Triliun

Masyarakat Indonesia Doyan Gunakan Pinjol, Utangnya Tembus Rp100,69 Triliun

Bisnis | Senin, 06 April 2026 | 13:54 WIB

Amankan BBM, Bahlil: RI Tak Pilih-Pilih Pasokan

Amankan BBM, Bahlil: RI Tak Pilih-Pilih Pasokan

Bisnis | Senin, 06 April 2026 | 13:49 WIB

Bursa Saham RI Merah pada Sesi I, Betah di Level 6.900

Bursa Saham RI Merah pada Sesi I, Betah di Level 6.900

Bisnis | Senin, 06 April 2026 | 12:39 WIB

Trump Singgung 'Hari Pemusnahan' Iran: Ancam Ekonomi Global, Harga Minyak Terbang!

Trump Singgung 'Hari Pemusnahan' Iran: Ancam Ekonomi Global, Harga Minyak Terbang!

Bisnis | Senin, 06 April 2026 | 12:34 WIB