KSPI Wanti-Wanti Gelombang PHK dalam 3 Bulan: Sektor Padat Karya Paling Terpukul

Vania Rossa, Lilis Varwati

Senin, 06 April 2026 | 15:47 WIB
KSPI Wanti-Wanti Gelombang PHK dalam 3 Bulan: Sektor Padat Karya Paling Terpukul
Presiden KSPI dan Partai Buruh, Said Iqbal. (Suara.com/Faqih)
baca 10 detik
  • KSPI memprediksi potensi gelombang PHK di sektor padat karya akibat dampak konflik geopolitik global dalam tiga bulan ke depan.
  • Kenaikan harga BBM nonsubsidi dan bahan baku impor memicu lonjakan biaya produksi yang mengancam keberlangsungan industri nasional saat ini.
  • Presiden KSPI mendesak pemerintah agar menahan kenaikan harga BBM serta memberikan insentif pajak untuk mencegah terjadinya efisiensi tenaga kerja.

Suara.com - Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) memperingatkan potensi gelombang pemutusan hubungan kerja (PHK) dalam tiga bulan ke depan seiring meningkatnya tekanan global akibat konflik geopolitik, khususnya eskalasi perang antara Amerika Serikat dan Iran.

Presiden KSPI, Said Iqbal, menyebut sinyal awal sudah mulai terasa di level industri. Sejumlah perusahaan, kata dia, mulai memberikan indikasi efisiensi kepada serikat pekerja, meski belum sampai pada tahap PHK besar-besaran.

Said menyebutkan bahwa sektor padat karya menjadi yang paling berisiko terdampak, terutama industri tekstil, garmen, dan alas kaki.

“Paling besar sektor padat karya seperti tekstil, garmen, dan sepatu. Karena biaya solar tinggi untuk menyalakan mesin. Kebanyakan mereka menggunakan BBM swasta yang nonsubsidi,” kata Said kepada suara.com, dihubungi Senin (6/4/2026).

Kenaikan harga energi global yang dipicu konflik turut memperparah kondisi. Selain BBM, harga bahan baku dari negara asal impor juga ikut terdongkrak.

Said melanjutkan, saat ini lonjakan biaya produksi sebenarnya sudah mulai dirasakan pelaku industri. Namun, dampaknya belum sepenuhnya terlihat karena perusahaan masih mengandalkan stok bahan baku lama dan harga energi sebelumnya.

“Sudah ada kenaikan biaya produksi, terutama BBM nonsubsidi. Kedua, bahan material dari negara asal impor juga naik karena BBM mereka naik. Tapi kenapa belum efisiensi? Karena stok material di perusahaan masih ada dan harga BBM masih yang lama,” jelas Said.

Ia menegaskan, kondisi tersebut hanya bersifat sementara. Ketika stok habis dan perusahaan harus membeli bahan baku dengan harga baru, tekanan biaya akan semakin berat.

KSPI meminta pemerintah segera mengambil langkah antisipatif untuk meredam potensi PHK massal. Salah satu yang disorot adalah kebijakan terkait harga BBM.

baca juga

Menurut Said, jika pemerintah belum mampu memberikan subsidi kepada pengusaha, setidaknya tidak menaikkan harga BBM dalam waktu dekat.

“Kalau pun tidak bisa mensubsidi BBM untuk pengusaha, jangan dinaikkan dulu. Kalau terus terjadi, pemerintah sebaiknya juga kasih pengurangan pajak,” kata dia.

Kebijakan tersebut dinilai penting agar perusahaan tidak melakukan efisiensi ekstrem yang berujung pada pengurangan tenaga kerja.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Draf Gencatan Senjata AS-Iran Beredar, Selat Hormuz Jadi Kunci Kesepakatan

Draf Gencatan Senjata AS-Iran Beredar, Selat Hormuz Jadi Kunci Kesepakatan

News | Senin, 06 April 2026 | 15:14 WIB

Perang Memanas! Trump Bakal Pakai Uang Pajak Warga AS Demi Proyek Mercusuar

Perang Memanas! Trump Bakal Pakai Uang Pajak Warga AS Demi Proyek Mercusuar

News | Senin, 06 April 2026 | 15:00 WIB

Media Iran Bongkar Kejanggalan Operasi Penyelamatan Pilot AS: Narasinya Hollywood Banget

Media Iran Bongkar Kejanggalan Operasi Penyelamatan Pilot AS: Narasinya Hollywood Banget

News | Senin, 06 April 2026 | 13:24 WIB

Terkini

Jelang Putusan MK Kasus Ijazah Gibran Malam Ini: Menkopolkam Siaga, PDIP Buka Suara

Jelang Putusan MK Kasus Ijazah Gibran Malam Ini: Menkopolkam Siaga, PDIP Buka Suara

News | Selasa, 06 Oktober 2026 | 16:18 WIB

Soroti Pendidikan, Ugoran Sebut Aksi Kamisan Kini Jadi Kampus Rakyat

Soroti Pendidikan, Ugoran Sebut Aksi Kamisan Kini Jadi Kampus Rakyat

Your Say | Selasa, 06 Oktober 2026 | 16:18 WIB

Gempa Sumba Barat Daya Berdampak ke 3 Kabupaten, Ratusan Rumah dan Fasilitas Publik Rusak

Gempa Sumba Barat Daya Berdampak ke 3 Kabupaten, Ratusan Rumah dan Fasilitas Publik Rusak

News | Selasa, 06 Oktober 2026 | 16:15 WIB

The Disciple Tayang 16 Oktober di Netflix, Album Rahasia Wu-Tang Terungkap

The Disciple Tayang 16 Oktober di Netflix, Album Rahasia Wu-Tang Terungkap

Your Say | Selasa, 06 Oktober 2026 | 16:15 WIB

UU Pelindungan Ketenagakerjaan Disahkan DPR, Aspirasi Buruh Berujung Solusi

UU Pelindungan Ketenagakerjaan Disahkan DPR, Aspirasi Buruh Berujung Solusi

Bisnis | Selasa, 06 Oktober 2026 | 16:13 WIB

Rp 13,24 Triliun Uang Hasil Penertiban Hutan Diserahkan ke Negara, Ditumpuk di Gedung Bundar

Rp 13,24 Triliun Uang Hasil Penertiban Hutan Diserahkan ke Negara, Ditumpuk di Gedung Bundar

News | Selasa, 06 Oktober 2026 | 16:12 WIB

Sibuk Jalani Hari, tapi Kapan Terakhir Kali Bertanya Aku Baik-Baik Saja?

Sibuk Jalani Hari, tapi Kapan Terakhir Kali Bertanya Aku Baik-Baik Saja?

Your Say | Selasa, 06 Oktober 2026 | 16:10 WIB

Xiaojun WayV Umumkan Debut Solo Lewat Mini Album Pertama, 'Hey, Somebody'

Xiaojun WayV Umumkan Debut Solo Lewat Mini Album Pertama, 'Hey, Somebody'

Your Say | Selasa, 06 Oktober 2026 | 16:10 WIB

Pengusaha Minta Buruh Kerja 45 Jam, Airlangga: Ikut Regulasi Saja

Pengusaha Minta Buruh Kerja 45 Jam, Airlangga: Ikut Regulasi Saja

Bisnis | Selasa, 06 Oktober 2026 | 16:06 WIB

Gugatan Ijazah Gibran di MK, Sebenarnya Soal Apa?

Gugatan Ijazah Gibran di MK, Sebenarnya Soal Apa?

News | Selasa, 06 Oktober 2026 | 16:05 WIB

×