Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.845.000
Beli Rp2.710.000
IHSG 6.989,426
LQ45 707,762
Srikehati 340,630
JII 476,486
USD/IDR 17.030

Tak Hanya Pedagang Kecil, BUMN Ini Juga Mulai Rasakan Kelangkaan Plastik

Mohammad Fadil Djailani | Suara.com

Selasa, 07 April 2026 | 16:34 WIB
Tak Hanya Pedagang Kecil, BUMN Ini Juga Mulai Rasakan Kelangkaan Plastik
Ilustrasi. PT Rajawali Nusantara Indonesia (Persero) atau ID FOOD kini mengaku kesulitan mencari bahan kemasan plastik untuk produk-produk pangan mereka. Foto Suara.com
  • Perang Timur Tengah picu kelangkaan biji plastik global, ganggu produksi kemasan ID FOOD.
  • Stok beras, minyak goreng, dan pupuk terancam akibat sulitnya pasokan karung serta plastik.
  • ID FOOD khawatir gangguan kemasan hambat distribusi Cadangan Pangan Pemerintah dan Pangan Murah.

Suara.com - Dampak eskalasi konflik di Timur Tengah mulai merembet ke sektor pangan nasional. Bukan sekadar kenaikan harga, PT Rajawali Nusantara Indonesia (Persero) atau ID FOOD kini mengaku kesulitan mencari bahan kemasan plastik untuk produk-produk pangan mereka.

Direktur Utama ID FOOD, Ghimoyo mengungkapkan, ketegangan yang melibatkan Iran, Amerika Serikat, dan Israel telah mengganggu pasokan biji plastik global. Kondisi ini menjadi alarm serius bagi ketahanan pangan domestik.

"Kami kesulitan yang sekarang lagi terasa di pihak kami sebagai pemain pangan, yaitu kesulitan kemasan. Di semua pabrik-pabrik itu sudah mulai terasa kelangkaan biji plastik," ujar Ghimoyo dalam Rapat Kerja bersama Komisi IV DPR RI di Jakarta Pusat, Selasa (7/4/2026).

Ghimoyo menjelaskan, plastik merupakan komponen krusial dalam industri pangan. Tanpa kemasan yang memadai, distribusi komoditas strategis seperti beras, minyak goreng, hingga pupuk dipastikan bakal terhambat.

"Seluruh pangan, pupuk, dan beras itu menggunakan karung plastik. Lalu kemasan-kemasan kiloan dan minyak goreng juga menggunakan bahan yang sama," paparnya.

Kondisi ini dikhawatirkan mengganggu penugasan pemerintah kepada ID FOOD, terutama dalam pengelolaan Cadangan Pangan Pemerintah (CPP). Pasalnya, ID FOOD bertanggung jawab atas enam komoditas utama: daging ruminansia, daging ayam, telur, gula, minyak goreng, dan ikan kembung.

Tak hanya itu, program Gerakan Pangan Murah (GPM) yang menyasar 420 titik di seluruh Indonesia pada tahun 2026 juga terancam ikut terdampak jika masalah kemasan ini tak segera terurai.

Kelangkaan ini sejatinya merupakan imbas logis dari posisi Timur Tengah sebagai jantung produsen bahan baku plastik dunia. Berdasarkan data S&P Global Energy, kawasan tersebut menyumbang sekitar 25% ekspor polyethylene dan polypropylene dunia.

Gejolak perang di wilayah tersebut tidak hanya memicu lonjakan harga minyak bumi sebagai bahan dasar plastik, tetapi juga memutus rantai distribusi biji plastik ke pasar internasional, termasuk Indonesia.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Mengapa Perang Iran Membuat Harga Plastik Naik di Asia?

Mengapa Perang Iran Membuat Harga Plastik Naik di Asia?

News | Selasa, 07 April 2026 | 15:55 WIB

Peneliti UGM Ungkap Bahaya Domino Kenaikan Harga Plastik: Dari Inflasi Hingga Ancaman PHK

Peneliti UGM Ungkap Bahaya Domino Kenaikan Harga Plastik: Dari Inflasi Hingga Ancaman PHK

News | Selasa, 07 April 2026 | 14:42 WIB

Plastik Makin Mahal, Ini 8 Alternatif Pengganti yang Bisa Jadi Solusi Pedagang

Plastik Makin Mahal, Ini 8 Alternatif Pengganti yang Bisa Jadi Solusi Pedagang

Lifestyle | Selasa, 07 April 2026 | 14:24 WIB

Terkini

Jagung, Gula, hingga Telur Ayam Surplus Sambut El Nino Godzilla

Jagung, Gula, hingga Telur Ayam Surplus Sambut El Nino Godzilla

Bisnis | Selasa, 07 April 2026 | 16:22 WIB

Purbaya Sempat Tolak Pengadaan Motor untuk Kepala SPPG

Purbaya Sempat Tolak Pengadaan Motor untuk Kepala SPPG

Bisnis | Selasa, 07 April 2026 | 16:22 WIB

Beban Utang Whoosh Ditanggung APBN, Purbaya Siap Ambil Alih Operator Kereta Cepat?

Beban Utang Whoosh Ditanggung APBN, Purbaya Siap Ambil Alih Operator Kereta Cepat?

Bisnis | Selasa, 07 April 2026 | 16:13 WIB

Purbaya Pede Ekonomi RI Tumbuh 5,5 Persen di Akhir 2026

Purbaya Pede Ekonomi RI Tumbuh 5,5 Persen di Akhir 2026

Bisnis | Selasa, 07 April 2026 | 16:13 WIB

Proyeksi Pasar AHNWI Melejit 10 Persen, Prudential Bidik Orang Kaya RI

Proyeksi Pasar AHNWI Melejit 10 Persen, Prudential Bidik Orang Kaya RI

Bisnis | Selasa, 07 April 2026 | 16:02 WIB

Terpuruk! Rupiah Tembus Level Terlemah Sepanjang Sejarah Rp 17.105/USD

Terpuruk! Rupiah Tembus Level Terlemah Sepanjang Sejarah Rp 17.105/USD

Bisnis | Selasa, 07 April 2026 | 16:02 WIB

Zulhas Pasang Badan: Meski Dunia Membara, Stok Pangan RI Aman Hingga 2027!

Zulhas Pasang Badan: Meski Dunia Membara, Stok Pangan RI Aman Hingga 2027!

Bisnis | Selasa, 07 April 2026 | 15:49 WIB

OJK: Harus Ada Sanksi Pidana untuk Financial Influencer di Medsos dalam RUU P2SK

OJK: Harus Ada Sanksi Pidana untuk Financial Influencer di Medsos dalam RUU P2SK

Bisnis | Selasa, 07 April 2026 | 15:33 WIB

Zulhas Akui Konflik Global Hantam Ekonomi RI: Karung Gabah Langka, Ongkos Pesawat Melejit!

Zulhas Akui Konflik Global Hantam Ekonomi RI: Karung Gabah Langka, Ongkos Pesawat Melejit!

Bisnis | Selasa, 07 April 2026 | 14:59 WIB

Kepala BGN: Pengadaan 25.000 Motor Listrik untuk Kepala SPPG

Kepala BGN: Pengadaan 25.000 Motor Listrik untuk Kepala SPPG

Bisnis | Selasa, 07 April 2026 | 14:47 WIB