Tolak Larangan Total Vape, Pengusaha Minta Pemerintah Fokus pada Pengawasan Ketat

Bella

Rabu, 08 April 2026 | 13:05 WIB
Tolak Larangan Total Vape, Pengusaha Minta Pemerintah Fokus pada Pengawasan Ketat
Ilustrasi vape. [Dok. Antara]
baca 10 detik
  • BNN RI mengusulkan pelarangan total vape kepada DPR RI di Jakarta karena banyaknya temuan narkotika pada liquid.
  • Hasil laboratorium menunjukkan 341 sampel cairan vape mengandung zat berbahaya dan narkotika golongan berat yang sangat masif.
  • Pelaku usaha menolak pelarangan total karena mengancam mata pencaharian dan berharap pemerintah menerapkan regulasi serta pengawasan ketat.

Suara.com - Badan Narkotika Nasional (BNN) RI secara resmi mengusulkan pelarangan total peredaran rokok elektrik atau vape di Indonesia. Usulan ini memicu kekhawatiran besar di kalangan pelaku usaha yang menggantungkan hidupnya pada industri tersebut.

Dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama Komisi III DPR RI di Kompleks Parlemen, Senayan, Selasa (7/4/2026), Kepala BNN RI Komjen Suyudi Ario Seto menegaskan bahwa langkah ekstrem ini perlu diambil karena vape kini menjadi media baru peredaran gelap narkotika yang sangat masif.

Kekhawatiran ini didukung oleh temuan laboratorium terhadap 341 sampel cairan (liquid) vape yang beredar di masyarakat. Hasil uji tersebut menunjukkan adanya kandungan zat berbahaya dan narkotika golongan berat.

BNN berharap usulan pelarangan perangkat dan cairan vape ini dapat diakomodasi secara tegas dalam Rancangan Undang-Undang (RUU) tentang Narkotika dan Psikotropika yang tengah dibahas.

Jeritan Pelaku Usaha, Omzet Jutaan Rupiah Terancam Hilang

Rencana kebijakan ini pun langsung mendapat respons negatif dari para pelaku usaha toko vape.

Salah satu pemilik toko vape, Ardi, yang telah menjalani usahanya selama dua tahun mengaku terkejut atas usulan tersebut. Menurutnya, penyalahgunaan oleh segelintir oknum tidak seharusnya mengorbankan seluruh industri.

"Lumayan kaget sih dengar ini, karena vape ini kan sebenarnya dibuat sebagai alternatif rokok ya, bukan untuk hal negatif. Memang mungkin ada saja orang yang menyalahgunakan, tapi kan tidak semua seperti itu. Menurut saya ya jangan langsung dilarang total," ujar Ardi saat ditemui, Rabu (8/4/2026).

Ia menambahkan bahwa jika pelarangan ini benar-benar disahkan, dampak ekonominya akan sangat fatal. Dengan omzet harian mencapai Rp3 juta hingga Rp4 juta saat ramai, usaha tersebut merupakan sumber penghasilan utama bagi dirinya dan rekan bisnisnya.

"Pasti berdampak, Mbak. Hampir 100% penghasilan saya dari sini, apalagi ini juga bareng teman-teman bisnisnya. Kalau sampai dilarang, otomatis usaha saya berhenti total. Masalahnya juga kalau benar-benar tutup toko ini, bukan cuma saya, tapi teman-teman saya juga kehilangan penghasilannya," ujarnya.

baca juga

Minta Regulasi dan Pengawasan Ketat

Mengenai kemungkinan beralih usaha, ia mengaku masih kebingungan. Memulai usaha baru dari nol membutuhkan modal besar di tengah kondisi ekonomi yang sulit.

"Waduh belum tahu, Mbak. Tapi mau tidak mau harus cari alternatif usaha lain sih biar penghasilan ada terus. Tidak gampang juga, apalagi kondisi ekonomi sekarang," tambahnya.

Alih-alih melarang secara total, Ardi berharap pemerintah dan BNN lebih mengedepankan pengawasan yang ketat dan regulasi yang jelas daripada menutup paksa mata pencaharian mereka.

"Harapannya pemerintah bisa lebih bijak, jangan langsung melarang. Lebih baik dibuat regulasi yang jelas, misalnya seperti pembatasan usia, pengawasan distribusinya. Jadi usaha kita ini tetap jalan, tapi penyalahgunaan juga bisa ditekan," pungkasnya.

Reporter: Tsabita Aulia

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Sektor Alternatif: Dorong Pemahaman Profil Risiko Produk Tembakau Non-Bakar

Sektor Alternatif: Dorong Pemahaman Profil Risiko Produk Tembakau Non-Bakar

Bisnis | Rabu, 08 April 2026 | 08:16 WIB

Lapas Nyaris Meledak! Kepala BNN Usul 54 Ribu Pengguna Narkoba Direhabilitasi Ketimbang Dipenjara

Lapas Nyaris Meledak! Kepala BNN Usul 54 Ribu Pengguna Narkoba Direhabilitasi Ketimbang Dipenjara

News | Selasa, 07 April 2026 | 16:56 WIB

BNN Usul Larang Vape: Temuan Narkotika di Liquid Picu Alarm Bahaya

BNN Usul Larang Vape: Temuan Narkotika di Liquid Picu Alarm Bahaya

News | Selasa, 07 April 2026 | 15:39 WIB

Kepala BNN Usul Vape Dilarang Total, Temukan Kandungan Sabu hingga Obat Bius di Liquid

Kepala BNN Usul Vape Dilarang Total, Temukan Kandungan Sabu hingga Obat Bius di Liquid

News | Selasa, 07 April 2026 | 15:36 WIB

Kepala BNN Dorong Penyadapan Kasus Narkotika Dimulai Sejak Tahap Awal, Ini Alasannya

Kepala BNN Dorong Penyadapan Kasus Narkotika Dimulai Sejak Tahap Awal, Ini Alasannya

News | Selasa, 07 April 2026 | 15:26 WIB

KPK Periksa Pengusaha Rokok Jatim Martinus Suparman dalam Kasus Suap Bea Cukai

KPK Periksa Pengusaha Rokok Jatim Martinus Suparman dalam Kasus Suap Bea Cukai

News | Rabu, 01 April 2026 | 12:58 WIB

Penggunaan Sepeda Listrik oleh Anak-anak dan Minimnya Pengawasan Orang Tua

Penggunaan Sepeda Listrik oleh Anak-anak dan Minimnya Pengawasan Orang Tua

Your Say | Selasa, 31 Maret 2026 | 13:25 WIB

Kasus Ratu Sabu Dewi Astutik Masuk Tahap Akhir: Pelimpahan Awal April, Jaringan Global Terus Diburu!

Kasus Ratu Sabu Dewi Astutik Masuk Tahap Akhir: Pelimpahan Awal April, Jaringan Global Terus Diburu!

News | Jum'at, 27 Maret 2026 | 19:51 WIB

Fuji Ngumpet Ambil Vape di Marapthon Reza Arap, Banyak yang Menebak-nebak Alasannya

Fuji Ngumpet Ambil Vape di Marapthon Reza Arap, Banyak yang Menebak-nebak Alasannya

Entertainment | Jum'at, 27 Maret 2026 | 08:00 WIB

Dana MBG Mengalir ke Daerah, BGN Libatkan Intel Kejaksaan Perkuat Pengawasan

Dana MBG Mengalir ke Daerah, BGN Libatkan Intel Kejaksaan Perkuat Pengawasan

News | Selasa, 17 Maret 2026 | 13:04 WIB

Terkini

Sita 74 Kg Emas dan Valas Rp476 Miliar, Kortas Tipidkor Polri Bongkar Brankas Rahasia di Sentul

Sita 74 Kg Emas dan Valas Rp476 Miliar, Kortas Tipidkor Polri Bongkar Brankas Rahasia di Sentul

News | Kamis, 09 Juli 2026 | 02:23 WIB

Gebrakan RUU Sisdiknas: Wajib Belajar Kini 13 Tahun, Termasuk 1 Tahun di PAUD

Gebrakan RUU Sisdiknas: Wajib Belajar Kini 13 Tahun, Termasuk 1 Tahun di PAUD

News | Kamis, 09 Juli 2026 | 02:16 WIB

Usai Cafe de'CLAN Signature, Polisi Sita 74 Kg Emas dan Ratusan Miliar Hasil TPPU di Sentul City!

Usai Cafe de'CLAN Signature, Polisi Sita 74 Kg Emas dan Ratusan Miliar Hasil TPPU di Sentul City!

News | Kamis, 09 Juli 2026 | 01:51 WIB

Geledah Rumah Mewah di Sentul City Bogor, Polisi Diduga Sita Emas Hingga Mata Uang Asing

Geledah Rumah Mewah di Sentul City Bogor, Polisi Diduga Sita Emas Hingga Mata Uang Asing

News | Kamis, 09 Juli 2026 | 01:41 WIB

Rumah Mewah di Sentul City Digeledah Polisi Tengah Malam, Diduga Milik Jampidsus Febrie Adriansyah

Rumah Mewah di Sentul City Digeledah Polisi Tengah Malam, Diduga Milik Jampidsus Febrie Adriansyah

News | Kamis, 09 Juli 2026 | 00:58 WIB

Meluas ke 12 Titik! Polisi Geledah Pacific Place hingga Rumah Mewah di Sentul Terkait Kasus TPPU

Meluas ke 12 Titik! Polisi Geledah Pacific Place hingga Rumah Mewah di Sentul Terkait Kasus TPPU

News | Rabu, 08 Juli 2026 | 23:30 WIB

Bahaya State Capture, Pakar Ungkap Cara Militer 'Kuasai' Negara Lewat Jalur Legal

Bahaya State Capture, Pakar Ungkap Cara Militer 'Kuasai' Negara Lewat Jalur Legal

News | Rabu, 08 Juli 2026 | 23:30 WIB

Jejak Densus 88 Kuntit Jampidsus di Cafe de'CLAN Signature: Kini Ditemukan Brankas Dolar Rp67 M!

Jejak Densus 88 Kuntit Jampidsus di Cafe de'CLAN Signature: Kini Ditemukan Brankas Dolar Rp67 M!

News | Rabu, 08 Juli 2026 | 22:59 WIB

Bareskrim Rampungkan Berkas Kasus Impor Handphone Ilegal, Tiga Tersangka Segera Disidang

Bareskrim Rampungkan Berkas Kasus Impor Handphone Ilegal, Tiga Tersangka Segera Disidang

News | Rabu, 08 Juli 2026 | 22:59 WIB

Mengapa Pengembalian Amplop Belum Tentu Membebaskan Raja Juli Antoni dari Pidana?

Mengapa Pengembalian Amplop Belum Tentu Membebaskan Raja Juli Antoni dari Pidana?

News | Rabu, 08 Juli 2026 | 22:26 WIB

×