Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.890.000
Beli Rp2.760.000
IHSG 7.279,209
LQ45 733,624
Srikehati 347,649
JII 498,161

Bahlil Jamin LPG Tak Langka, Stok Sudah di Atas 10 Hari

Achmad Fauzi | Yaumal Asri Adi Hutasuhut | Suara.com

Kamis, 09 April 2026 | 09:52 WIB
Bahlil Jamin LPG Tak Langka, Stok Sudah di Atas 10 Hari
Petugas memindahkan tabung Liquefied Petroleum Gas (LPG) ukuran 12 kg di agen, kawasan Pasar Rebo, Jakarta, Senin (6/4/2026). [Suara.com/Alfian Winanto]
  • Cadangan LPG kini berada di atas 10 hari, menandakan kondisi pasokan lebih stabil dan masa sulit telah terlewati.
  • Porsi impor LPG naik dari 80,58 persen pada 2025 menjadi 83,97 persen di awal 2026, menunjukkan ketergantungan yang masih tinggi.
  • Kebutuhan LPG meningkat menjadi 26 ribu metrik ton per hari, sementara produksi domestik jauh tertinggal dibandingkan volume impor.

Suara.com - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menyebut ketahanan stok LPG nasional saat ini telah berada di angka di atas 10 hari. Dengan capaian tersebut, masa sulit terkait pasokan LPG menurutnya  telah berakhir.

"Menyangkut LPG, bahwa masa sulit kita untuk LPG sudah kita lewati sejak tanggal empat. Alhamdulillah sekarang cadangan kita untuk LPG kapasitasnya sudah di atas 10 hari," ujar Bahlil di Istana Kepresidenan, Jakarta yang pada Rabu (8/4/2026). 

Terkait dengan BBM, khususnya solar, pemerintah disampaikan tidak melakukan impor. Berbeda dengan bensin masih harus diimpor dari luar negeri. 

"Yang kita lakukan itu tinggal bensin saja. Tinggal kurang lebih sekitar 20-22 juta kiloliter, itu saja," ujar Bahlil. 

Menteri ESDM Bahlil Lahadalia. [Suara.com/Fakhri Fuadi Muflih].
Menteri ESDM Bahlil Lahadalia. [Suara.com/Fakhri Fuadi Muflih].

Sementara itu, Sekretariat Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi Kementerian ESDM, Rizwi Jilanisaf Hisjam saat rapat dengar pendapat dengan Komisi XII DPR pada Rabu (8/4),  mengungkap bahwa kebutuhan impor LPG pada 2026 mengalami peningkatan. 

Tercatat pada 2025 kebutuhan impor LPG sebesar 80,58 persen dari total kebutuhan, sedangkan pada 2026 meningkat menjadi 83,97 persen. 

"Pada tahun 2025 impor LPG mencapai 80,58 persen dari total kebutuhan. Sementara itu pada tahun 2026 hingga Februari ketergantungan impor LPG meningkat menjadi 83,97 persen dari total kebutuhan," kata Rizwi. 

Dia merinci kebutuhan LPG pada 2025 mencapai 25 ribu metrik ton per hari, sementara pada Januari hingga Februari 2026 meningkat 1000 metrik ton menjadi 26 ribu metrik ton per hari. 

Hingga akhir Februari 2026 total impor LPG mencapai 1,31 juta ton, masih jauh dari tingkat produksi nasional yang hanya mencapai 0,13 juta ton. 

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Bahlil Sebut Penyesuaian Harga BBM Nonsubsidi Masih Dikalkulasi

Bahlil Sebut Penyesuaian Harga BBM Nonsubsidi Masih Dikalkulasi

Bisnis | Kamis, 09 April 2026 | 08:24 WIB

5 Langkah Mitigasi Pemerintah Hadapi Krisis Energi

5 Langkah Mitigasi Pemerintah Hadapi Krisis Energi

Bisnis | Kamis, 09 April 2026 | 07:10 WIB

Prabowo Beri Bahlil 1 Minggu untuk Evaluasi Tambang Ilegal

Prabowo Beri Bahlil 1 Minggu untuk Evaluasi Tambang Ilegal

Bisnis | Kamis, 09 April 2026 | 06:11 WIB

Terkini

Harga Pangan Bergerak Liar, Bawang Naik Tajam, Cabai Ambruk

Harga Pangan Bergerak Liar, Bawang Naik Tajam, Cabai Ambruk

Bisnis | Kamis, 09 April 2026 | 10:08 WIB

Kurs Rupiah Hari Ini : Melemah ke Rp17.043 per Dolar AS

Kurs Rupiah Hari Ini : Melemah ke Rp17.043 per Dolar AS

Bisnis | Kamis, 09 April 2026 | 09:49 WIB

Harga Emas Antam Turun Drastis, Kembali Dibanderol Rp 2,85 Juta/Gram

Harga Emas Antam Turun Drastis, Kembali Dibanderol Rp 2,85 Juta/Gram

Bisnis | Kamis, 09 April 2026 | 09:41 WIB

Harga Minyak Dunia Mendidih Lagi, Tapi di Bawah USD 100/Barel

Harga Minyak Dunia Mendidih Lagi, Tapi di Bawah USD 100/Barel

Bisnis | Kamis, 09 April 2026 | 09:23 WIB

IHSG Terkoreksi Pagi Ini ke Level 7.238, Tapi Diproyeksi Menguat

IHSG Terkoreksi Pagi Ini ke Level 7.238, Tapi Diproyeksi Menguat

Bisnis | Kamis, 09 April 2026 | 09:14 WIB

Presiden Prabowo Akan Bentuk Pusat Finansial Khusus di Bali, Tarik Investasi Asing

Presiden Prabowo Akan Bentuk Pusat Finansial Khusus di Bali, Tarik Investasi Asing

Bisnis | Kamis, 09 April 2026 | 09:05 WIB

Marak Investor Bodong, SIPF Ingin Perluas Kewenangan dan Jaga Dana Pemodal

Marak Investor Bodong, SIPF Ingin Perluas Kewenangan dan Jaga Dana Pemodal

Bisnis | Kamis, 09 April 2026 | 09:02 WIB

Tak Cukup Satu Gaji, Fenomena 'Side Hustle' Picu Geliat Bisnis Franchise di FLEI 2026

Tak Cukup Satu Gaji, Fenomena 'Side Hustle' Picu Geliat Bisnis Franchise di FLEI 2026

Bisnis | Kamis, 09 April 2026 | 08:50 WIB

BI : Uang Primer Tumbuh Melambat Jadi Rp2.386,5 Triliun Akhir Maret 2026

BI : Uang Primer Tumbuh Melambat Jadi Rp2.386,5 Triliun Akhir Maret 2026

Bisnis | Kamis, 09 April 2026 | 08:49 WIB

Bidik Sektor Strategis, Anthony Leong Siap Tarung di Bursa Calon Ketum HIPMI

Bidik Sektor Strategis, Anthony Leong Siap Tarung di Bursa Calon Ketum HIPMI

Bisnis | Kamis, 09 April 2026 | 08:28 WIB