- Menteri Perindustrian Agus Gumiwang menyatakan harga plastik meningkat akibat gangguan pasokan bahan baku nafta karena konflik Timur Tengah.
- Pemerintah menanggapi kendala tersebut dengan mendiversifikasi sumber pasokan nafta, mengoptimalkan LPG, serta meningkatkan pemanfaatan plastik hasil daur ulang.
- Meskipun terjadi penyesuaian harga produksi, pemerintah menjamin ketersediaan stok plastik di pasar tetap aman hingga Maret 2026.
“Masyarakat dan industri hilir tidak perlu panik, karena produk plastik dipastikan masih tersedia di pasar. Pemerintah berkomitmen memastikan tidak terjadi kekosongan stok dengan mengoptimalkan berbagai kanal pasokan alternatif,” pungkasnya.