Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.785.000
Beli Rp2.660.000
IHSG 6.130,190
LQ45 620,397
Srikehati 308,223
JII 381,928
USD/IDR 17.784

Dana Asing Kabur dari IHSG, Saham BUMI Masuk Rekomendasi Analis

M Nurhadi | Suara.com

Jum'at, 10 April 2026 | 07:55 WIB
Dana Asing Kabur dari IHSG, Saham BUMI Masuk Rekomendasi Analis
Ilustrasi [Antara]
  • Investor asing melakukan aksi jual bersih sebesar Rp1,77 triliun pada saham perbankan besar di BEI tanggal 9 April 2026.
  • Penutupan kembali Selat Hormuz oleh Iran memicu kenaikan harga minyak mentah global serta menekan bursa saham Asia.
  • IHSG diprediksi berpotensi terkoreksi, sehingga investor disarankan menerapkan strategi beli saat harga melemah pada saham sektor energi.

Suara.com - Investor di Bursa Efek Indonesia (BEI) nampaknya harus memasang sabuk pengaman lebih kencang pagi ini. Meski pada perdagangan Kamis (9/4/2026) kemarin Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berhasil parkir di zona hijau dengan kenaikan tipis 0,39%, ada "bom waktu" yang tersembunyi di balik angka tersebut.

Data menunjukkan aksi jual bersih (net sell) investor asing yang sangat masif, mencapai angka Rp1,77 triliun. Menariknya, saham-saham yang dilepas adalah tulang punggung indeks kita, yakni duo perbankan raksasa BBCA dan BBRI, disusul oleh BMRI, BUMI, dan BRPT.

Fenomena "pulang kampung"-nya dana asing ini menjadi sinyal merah bahwa pasar domestik sedang berada dalam posisi yang rapuh.

Untuk perdagangan hari ini, IHSG diprediksi akan mengalami tekanan atau potensi koreksi. Landasan support indeks kini berada di rentang 7.250–7.300, sementara area resistance yang cukup berat untuk ditembus berada di level 7.330–7.400.

Jika aksi jual asing berlanjut, bukan tidak mungkin indeks akan menguji level psikologis yang lebih rendah.

Drama Selat Hormuz: Gencatan Senjata yang "Rapuh"

Gairah pasar yang sempat memuncak akibat berita damai antara Amerika Serikat dan Iran kini berubah menjadi ketidakpastian baru.

Bursa Asia pada perdagangan kemarin ditutup bervariasi cenderung melemah; Nikkei Jepang terkoreksi 0,73% dan Kospi Korea Selatan anjlok hingga 1,61%.

Pemicunya adalah "drama" di Selat Hormuz. Iran dilaporkan kembali menutup jalur vital pengiriman minyak dunia tersebut pada Rabu malam.

Langkah ini merupakan respons keras Teheran atas serangan Israel ke Lebanon yang dinilai melanggar kesepakatan damai. Ketua Parlemen Iran, Mohammad Bagher Ghalibaf, bahkan terang-terangan menuduh Washington gagal menjaga komitmen dalam perjanjian gencatan senjata yang baru berumur jagung tersebut.

Penutupan kembali Selat Hormuz langsung membuat harga minyak mentah bereaksi. Harga minyak West Texas Intermediate (WTI) kembali melompat lebih dari 3% ke level US$ 97,87 per barel, sementara Brent menguat di atas 1% ke level US$ 95,92 per barel.

Gejolak energi ini tentu menjadi beban tambahan bagi pasar saham Asia yang sangat sensitif terhadap biaya logistik dan inflasi.

Wall Street Bertahan di Balik Optimisme AI

Berbeda nasib dengan bursa Asia, kiblat pasar modal dunia, Wall Street, justru menutup perdagangan Kamis dengan penguatan. Pelaku pasar di Amerika nampaknya masih ingin percaya bahwa gencatan senjata dua minggu ini bisa bertahan, meskipun ada gangguan di lapangan.

Indeks S&P 500 naik 0,62%, Nasdaq menguat 0,83%, dan Dow Jones bertambah 0,58%. Penguatan ini tidak hanya didorong oleh isu geopolitik, tetapi juga oleh sentimen korporasi.

Saham Meta Platforms meroket 2,6% setelah mereka memamerkan model kecerdasan buatan (AI) terbaru yang diklaim lebih mumpuni. Raksasa ritel Walmart dan perusahaan utilitas American Electric Power juga ikut menghijau, memberikan napas bagi bursa New York.

Siasat Trading Hari Ini: Mengintip Peluang di Saham Komoditas

Melihat kondisi IHSG yang rawan terkoreksi, strategi selective buying atau memburu saham yang sedang terdiskon (Buy on Weakness) menjadi pilihan yang lebih bijak.

BNI Sekuritas melalui Head of Retail Research Analyst, Fanny Suherman, menyodorkan beberapa ide trading untuk hari ini:

BUMI (Buy on Weakness): Area beli di 236-242 dengan target dekat di 248-252. Disiplin cutloss jika di bawah 236.

CPIN (Spec Buy): Area beli di 4.370-4.400, target di 4.450-4.500. Cutloss jika di bawah 4.300.

INDY & ESSA (Spec Buy): INDY menarik di area 3.630-3.650 dengan target 3.700-3.780. Sementara ESSA bisa dilirik di area 720-730 dengan target 740-755.

RAJA & MDKA (Spec Buy): RAJA di area 4.210-4.240 (Target: 4.280-4.340) dan MDKA di area 3.200-3.230 (Target: 3.300-3.350).

Kenaikan harga minyak akibat ketegangan di Selat Hormuz kemungkinan besar akan memberikan sentimen positif bagi saham-saham energi seperti INDY dan ESSA, sementara BUMI tetap menjadi perhatian pasar seiring volume perdagangannya yang dinamis.


DISCLAIMER: Perdagangan saham dan aset kripto melibatkan risiko finansial yang signifikan. Analisis teknikal dan fundamental yang disajikan merupakan panduan berdasarkan data pasar terkini dan bukan jaminan keuntungan mutlak.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

AVIA Bagikan Dividen Jumbo Rp1,36 Triliun, Segini Jatah untuk Pemegang Saham

AVIA Bagikan Dividen Jumbo Rp1,36 Triliun, Segini Jatah untuk Pemegang Saham

Bisnis | Kamis, 09 April 2026 | 17:57 WIB

IHSG Naik Lagi ke Level 7.307, Ini Pendorongnya

IHSG Naik Lagi ke Level 7.307, Ini Pendorongnya

Bisnis | Kamis, 09 April 2026 | 17:14 WIB

Banyak Investor Ambil Untung, IHSG Merah Lagi di Sesi I

Banyak Investor Ambil Untung, IHSG Merah Lagi di Sesi I

Bisnis | Kamis, 09 April 2026 | 12:51 WIB

IHSG Terkoreksi Pagi Ini ke Level 7.238, Tapi Diproyeksi Menguat

IHSG Terkoreksi Pagi Ini ke Level 7.238, Tapi Diproyeksi Menguat

Bisnis | Kamis, 09 April 2026 | 09:14 WIB

Kejar Target Modal dari Bank Indonesia, CASH Siapkan Rights Issue Rp237,2 Miliar

Kejar Target Modal dari Bank Indonesia, CASH Siapkan Rights Issue Rp237,2 Miliar

Bisnis | Kamis, 09 April 2026 | 08:15 WIB

Konflik Iran-AS Mereda, Wall Street Terus Melejit

Konflik Iran-AS Mereda, Wall Street Terus Melejit

Bisnis | Kamis, 09 April 2026 | 08:03 WIB

Terkini

Harga BBM Subsidi Tak Naik, Kepercayaan Industri RI Langsung Melesat

Harga BBM Subsidi Tak Naik, Kepercayaan Industri RI Langsung Melesat

Bisnis | Selasa, 26 Mei 2026 | 23:55 WIB

Di Tengah Lemahnya Rupiah, Kepercayaan Industri Naik ke Level 53,56

Di Tengah Lemahnya Rupiah, Kepercayaan Industri Naik ke Level 53,56

Bisnis | Selasa, 26 Mei 2026 | 23:20 WIB

Infrastruktur Kompleks di Balik Layar: Mengapa Gangguan Platform Trading Sering Bikin Trader Panik?

Infrastruktur Kompleks di Balik Layar: Mengapa Gangguan Platform Trading Sering Bikin Trader Panik?

Bisnis | Selasa, 26 Mei 2026 | 22:53 WIB

Investasi Digital China di RI Makin Marak, Apa Untung dan Ruginya?

Investasi Digital China di RI Makin Marak, Apa Untung dan Ruginya?

Bisnis | Selasa, 26 Mei 2026 | 22:48 WIB

Begini Cara Ubah Data Karyawan Jadi Mesin Pertumbuhan Bisnis

Begini Cara Ubah Data Karyawan Jadi Mesin Pertumbuhan Bisnis

Bisnis | Selasa, 26 Mei 2026 | 22:42 WIB

Peruri Tegaskan Keberlanjutan Bukan Sekadar Kepatuhan, Tapi Strategi Ciptakan Nilai Bersama

Peruri Tegaskan Keberlanjutan Bukan Sekadar Kepatuhan, Tapi Strategi Ciptakan Nilai Bersama

Bisnis | Selasa, 26 Mei 2026 | 22:35 WIB

Tokopedia Perkuat Bisnis Kesehatan Digital

Tokopedia Perkuat Bisnis Kesehatan Digital

Bisnis | Selasa, 26 Mei 2026 | 22:27 WIB

Konflik di Selat Hormuz Bikin Ekspor Perhiasan Indonesia Terancam Rontok

Konflik di Selat Hormuz Bikin Ekspor Perhiasan Indonesia Terancam Rontok

Bisnis | Selasa, 26 Mei 2026 | 22:16 WIB

Rupiah Tembus Rp17.803, Pengusaha Dilema: Naikkan Harga atau Menyerah

Rupiah Tembus Rp17.803, Pengusaha Dilema: Naikkan Harga atau Menyerah

Bisnis | Selasa, 26 Mei 2026 | 21:28 WIB

Pelaku UMKM hingga Investor Asing Kini Bisa Urus Bisnis dalam Satu Platform

Pelaku UMKM hingga Investor Asing Kini Bisa Urus Bisnis dalam Satu Platform

Bisnis | Selasa, 26 Mei 2026 | 21:05 WIB