Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.860.000
Beli Rp2.735.000
IHSG 7.307,589
LQ45 733,903
Srikehati 341,804
JII 507,580
USD/IDR 17.077

Alasan Kemenhub Tak Otak-atik Harga Tiket Pesawat

Achmad Fauzi | Suara.com

Jum'at, 10 April 2026 | 11:08 WIB
Alasan Kemenhub Tak Otak-atik Harga Tiket Pesawat
Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi memutuskan untuk tidak mengubah peraturan soal Tarif Batas Atas (TBA) pada harga tiket pesawat. [Suara.com/Achmad Fauzi].
  • Kemenhub tidak mengubah aturan TBA dan memilih memberi ruang bagi maskapai menyesuaikan harga sesuai kondisi pasar.
  • Insentif seperti PPN DTP, pembebasan bea masuk spare part, dan penyesuaian surcharge avtur dilakukan untuk menjaga biaya operasional.
  • Di tengah low season, pemerintah mendorong harga tetap terjangkau agar masyarakat tetap terbang dan industri tetap bertahan.

Suara.com - Kementerian Perhubungan (Kemenhub) memutuskan untuk tidak mengubah aturan terkait harga tiket pesawat, termasuk tarif batas atas (TBA). Padahal, harga avtur telah meroket saat ini.

Menteri Perhubungan (Menhub), Dudy Purwagandhi, menjelaskan sebenarnya telah memberikan sejumlah insentif untuk mengurangi beban operasional maskapai saat lonjakan harga avtur agar tidak menaikan harga tiket pesawat.

Salah satunya, penerapan full surcharge atau biaya tambahan bahan bakar sebesar 38 persen untuk menyesuaikan dengan kondisi harga avtur saat ini.

"Jadi ketika menetapkan full surcharge 38 persen kita kumpulkan semua airlines jadi memang bervariasi tapi ketika kita bicara menyampaikan kondisinya kita kemudian sepakat pada angka 38 persen," ujarnya saat koferensi pers di Habitate, Jakarta, Jumat (10/4/2026).

Kementerian Perhubungan mempertimbangkan permintaan Asosiasi Maskapai Penerbangan Nasional Indonesia atau Indonesian National Air Carriers Association (INACA) untuk menaikkan harga tiket pesawat sebesar 15 persen. [Antara]
Kementerian Perhubungan memutuskan untuk tidak menaikan harga tarif batas atas tiket pesawat. [Antara]

Selain itu, Menhub juga mengungkapkan, pemerintah juga menyodorkan insentif lain, seperti bea masuk suku cadang 0 persen hingga PPN ditanggung pemerintah (DTP).

"jadi dua hal penting yang berkaitan dengan operasi penerbangan itu yang kita berikan solusi ya, avtur kemudian juga dengan PPN DTP dan juga pembebasan bea masuk," jelasnya.

Dengan adanya berbagai kebijakan tersebut, Menhub menganggap belum perlu melakukan pembahasan lebih lanjut terkait tarif batas atas (TBA), mengingat tiga komponen utama biaya avtur, perawatan, dan sewasudah diintervensi melalui kebijakan pemerintah.

"Jadi karena sudah dibicarakan, sehingga kita tidak membicarakan dulu mengenai TBA," tegasnya.

Di sisi lain, Dudy juga mempertimbangkan kondisi industri penerbangan yang saat ini memasuki periode low season. Pada periode ini, permintaan penumpang cenderung menurun sehingga maskapai lebih fokus menjaga keterisian penumpang dibanding menaikkan harga.

"Apalagi sekarang kondisinya low season biasanya kalau low season justru airlines itu tidak mengenai harga karena kondisinya memang tidak cukup favorable buat mereka," ucapnya.

Menhub menambahkan, menjaga keterjangkauan harga tiket menjadi penting agar masyarakat tetap menggunakan transportasi udara, sekaligus menjaga keberlangsungan bisnis maskapai.

"Bagaimana caranya sekarang adalah mereka bisa menjaga supaya masyarakat masih bisa terbang," pungkasnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Minta KAI Percantik, Menhub: Bogor Stasiunnya Pada Jelek

Minta KAI Percantik, Menhub: Bogor Stasiunnya Pada Jelek

Bisnis | Jum'at, 10 April 2026 | 07:54 WIB

Menghitung Harga Tiket Pesawat Setelah Avtur Naik 70%

Menghitung Harga Tiket Pesawat Setelah Avtur Naik 70%

Bisnis | Rabu, 08 April 2026 | 16:00 WIB

Harga Tiket Pesawat Domestik Garuda Indonesia Resmi Naik!

Harga Tiket Pesawat Domestik Garuda Indonesia Resmi Naik!

Bisnis | Rabu, 08 April 2026 | 13:57 WIB

Terkini

Investasi Emas Tanpa Ribet, Cicil Melalui Super App BRImo dan Dapatkan Bonus Cashback Menarik

Investasi Emas Tanpa Ribet, Cicil Melalui Super App BRImo dan Dapatkan Bonus Cashback Menarik

Bisnis | Jum'at, 10 April 2026 | 10:55 WIB

Tensi Iran-AS Memanas, Harga Minyak Asia Menguat di Tengah Ketidakpastian Gencatan Senjata

Tensi Iran-AS Memanas, Harga Minyak Asia Menguat di Tengah Ketidakpastian Gencatan Senjata

Bisnis | Jum'at, 10 April 2026 | 10:51 WIB

Harga Emas Antam Naik Tipis ke Rp 2.857.000 Juta per Gram

Harga Emas Antam Naik Tipis ke Rp 2.857.000 Juta per Gram

Bisnis | Jum'at, 10 April 2026 | 10:50 WIB

Strategi Hery Gunardi Bawa Transformasi BRI Menuju Era Perbankan Modern dan Inklusif

Strategi Hery Gunardi Bawa Transformasi BRI Menuju Era Perbankan Modern dan Inklusif

Bisnis | Jum'at, 10 April 2026 | 10:47 WIB

Rupiah Mulai Rebound, Dolar AS Masih Betah di Level Rp17.083

Rupiah Mulai Rebound, Dolar AS Masih Betah di Level Rp17.083

Bisnis | Jum'at, 10 April 2026 | 10:34 WIB

Ngenes, Generasi Sandwich Diramal Tidak akan Punya Tabungan Pensiun

Ngenes, Generasi Sandwich Diramal Tidak akan Punya Tabungan Pensiun

Bisnis | Jum'at, 10 April 2026 | 10:33 WIB

IHSG Dibuka Lari Kencang ke Level 7.346

IHSG Dibuka Lari Kencang ke Level 7.346

Bisnis | Jum'at, 10 April 2026 | 09:14 WIB

Harga Minyak Dekati Level 100 Dolar: Selat Hormuz Mencekam di Tengah "Drama" Trump-Iran

Harga Minyak Dekati Level 100 Dolar: Selat Hormuz Mencekam di Tengah "Drama" Trump-Iran

Bisnis | Jum'at, 10 April 2026 | 08:40 WIB

Kejar Setoran Barang Mewah, Bea Cukai dan DJP Segel 4 Kapal Pesiar Asing di Jakarta Utara

Kejar Setoran Barang Mewah, Bea Cukai dan DJP Segel 4 Kapal Pesiar Asing di Jakarta Utara

Bisnis | Jum'at, 10 April 2026 | 08:32 WIB

Tak Peduli Harga Minyak Dunia Naik, Wall Street Tetap Meroket

Tak Peduli Harga Minyak Dunia Naik, Wall Street Tetap Meroket

Bisnis | Jum'at, 10 April 2026 | 08:21 WIB