- IHSG naik 147,87 poin dengan mayoritas saham menguat, didukung aktivitas transaksi yang tinggi dan dominasi saham hijau.
- Optimisme gencatan senjata AS-Iran dan penguatan Wall Street mendorong pasar, namun risiko geopolitik di Timur Tengah masih membayangi.
- Investor menanti rilis CPI AS yang berpotensi memengaruhi kebijakan suku bunga, sementara dari dalam negeri penurunan kepercayaan konsumen menjadi sentimen penahan.
Suara.com - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mulai membaik setelah menguat 2,02 persen pada sesi I perdagangan Jumat, 10 April 2026.IHSG naik 147,87 poin atau 2,02 persen ke level 7.455.
Pilarmas Investindo Sekuritas dalam risetnya menyebut, penguatan IHSG sejalan dengan mayoritas bursa Asia yang juga bergerak di zona hijau, didorong oleh optimisme pasar terhadap gencatan senjata sementara antara Amerika Serikat dan Iran.
Pelaku pasar kini menanti perkembangan pembicaraan diplomatik yang akan berlangsung di Islamabad akhir pekan ini, di mana Wakil Presiden AS JD Vance dijadwalkan memimpin delegasi dalam negosiasi dengan pihak Iran.
Meski demikian, sentimen pasar masih dibayangi kehati-hatian. Hal ini menyusul berlanjutnya serangan Israel ke Lebanon serta gangguan di Selat Hormuz yang berpotensi menghambat proses negosiasi dan memicu ketidakpastian baru di pasar global.
![Seorang pengunjung mengambil gambar pergerakan perdagangan saham di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Senin (30/12/2024). [ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja/nym.]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2024/12/30/38202-ihsg-indeks-harga-saham-gabungan-bursa-efek-ilustrasi-bursa-ilustrasi-ihsg.jpg)
Dari sisi global, investor juga mencermati rilis data inflasi Amerika Serikat (CPI) bulan Maret yang akan diumumkan hari ini. Data tersebut dinilai penting untuk melihat dampak konflik Timur Tengah terhadap tekanan inflasi.
Selain itu, risalah rapat Federal Open Market Committee (FOMC) menunjukkan kekhawatiran bahwa konflik geopolitik dapat menjaga tekanan inflasi tetap tinggi, bahkan berpotensi memicu kenaikan suku bunga tambahan, meski masih ada peluang satu kali penurunan suku bunga tahun ini.
Sementara itu dari dalam negeri, IHSG turut mendapat dorongan dari penguatan Wall Street pada perdagangan sebelumnya. Namun, sentimen domestik sedikit tertahan oleh penurunan Indeks Kepercayaan Konsumen (IKK) Indonesia yang turun ke level 122,9 pada Maret 2026 dari 125,2 pada bulan sebelumnya.
Trafik Perdagangan
Pada perdagangan Sesi I, sebanyak 21,13 juta saham diperdagangkan dengan nilai transaksi sebesar Rp 9,43 triliun, serta frekuensi sebanyak 1,29 juta kali.
Dalam perdagangan sesi I, sebanyak 499 saham bergerak naik, sedangkan 182 saham mengalami penurunan, dan 278 saham tidak mengalami pergerakan.
Pada sesi pertama, saham-saham yang mencatat kenaikan terbesar antara lain WBSA, PADI, BPTR, FITT, dan ASPI.
Sedangkan saham yang mengalami tekanan terbesar di antaranya KUAS, HDFA, SHIP, RONY, dan CTTH.
Disclaimer: Artikel ini merupakan pandangan dan analisis pasar yang ditujukan sebagai informasi umum, bukan saran atau rekomendasi investasi. Keputusan investasi tetap berada di tangan pembaca, dan setiap risiko investasi menjadi tanggung jawab pribadi.