- Pemerintah mempercepat pengembangan ekosistem kendaraan listrik guna mengurangi ketergantungan konsumsi energi fosil serta menekan emisi karbon nasional.
- Menteri ESDM Bahlil Lahadalia menyatakan penguatan industri dan pemberian insentif dilakukan agar adopsi kendaraan listrik berjalan efektif.
- Presiden Prabowo meresmikan pabrik perakitan kendaraan listrik di Magelang sebagai langkah strategis mewujudkan kemandirian dan kedaulatan energi nasional.
Suara.com - Pemerintah akan segera mempercepat pengembangan ekosistem kendaraan listrik. Langkah itu diambil guna menekan ketergantungan terhadap konsumsi energi fosil yang semakin tinggi.
Percepatan akan dilakukan melalui penguatan industri, penyediaan infrastruktur pendukung, serta pemberian insentif guna memperluas adopsi kendaraan listrik secara terintegrasi.
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, usai mendampingi Presiden Prabowo Subinato pada peresmian pabrik perakitan kendaraan komersial berbasis listrik di Magelang, Jawa Tengah, menyebut penguatan itu bertujuan untuk memperluas dan mengefektifkan implementasinya.
"Kami mendorong pemanfaatan energi bersih dan terbarukan ini lebih cepat dijalankan, termasuk melalui elektrifikasi di sektor transportasi. Dan ini sebagai bagian dari upaya mengurangi ketergantungan terhadap energi fosil dan menekan emisi," kata Bahlil yang dikutip pada Jumat (10/4/2026).
Bahlil menambahkan bahwa pemerintah sedang menyiapkan berbagai insentif dan kemudahan guna mempercepat program tersebut agar sesuai target.
"Yang penting implementasinya bisa jalan di lapangan. Kita dorong terus supaya realisasinya sesuai target," ujarnya.
Sementara itu, Presiden Prabowo menegaskan bahwa kemandirian energi menjadi dasar utama kedaulatan negara. Menurutnya, transisi menuju energi bersih merupakan langkah strategis yang tidak dapat ditunda.
"Salah satu langkah adalah akan menggunakan listrik, listrikifikasi. Memakai listrik untuk tidak lagi memakai terlalu banyak BBM dari fosil, dari karbon," kata Prabowo.