Sasar Orang Kaya 'Nakal', Bea Cukai Jakarta Segel 29 Kapal Yacht Mewah

Mohammad Fadil Djailani

Sabtu, 11 April 2026 | 06:10 WIB
Sasar Orang Kaya 'Nakal', Bea Cukai Jakarta Segel 29 Kapal Yacht Mewah
Ilustrasi. Kantor Wilayah Bea dan Cukai Jakarta melaporkan telah memeriksa sebanyak 112 unit kapal yacht hasil patroli HVG yang digelar dalam beberapa hari terakhir. Foto Bea Cukai.
baca 10 detik
  • Bea Cukai Jakarta segel 29 yacht asing karena langgar izin impor dan pajak.
  • Izin VD mati, kapal disewakan ilegal, hingga jual beli tanpa bea masuk.
  • Patroli barang mewah bertujuan tegakkan keadilan fiskal dan berantas ekonomi bawah tanah.

Suara.com - Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) Kementerian Keuangan mulai menunjukkan taringnya dalam menertibkan barang-barang mewah alias High Valued Goods (HVG). Kali ini, giliran kapal pesiar mewah atau yacht yang masuk radar pengawasan ketat.

Kantor Wilayah Bea dan Cukai Jakarta melaporkan telah memeriksa sebanyak 112 unit kapal yacht hasil patroli HVG yang digelar dalam beberapa hari terakhir. Dari jumlah tersebut, petugas terpaksa melakukan tindakan tegas berupa penyegelan terhadap sejumlah kapal yang diduga melanggar aturan kepabeanan dan pajak.

Kabid P2 Kanwil Bea Cukai Jakarta, Agus DP merinci, dari 112 kapal yang diperiksa, 57 unit merupakan kapal wisata berbendera asing dan 55 unit berbendera Indonesia.

"Sementara, petugas melakukan penyegelan terhadap kapal wisata yacht berbendera asing sebanyak 29 unit," ujar Agus saat dikonfirmasi, Sabtu (11/4/2026).

Agus membeberkan sejumlah temuan di lapangan yang menjadi dasar penyegelan. Salah satunya adalah pelanggaran masa berlaku Vessel Declaration (VD). Banyak ditemukan kapal asing yang masih bercokol di perairan Indonesia padahal izin masuknya sudah kedaluwarsa.

Tak hanya itu, petugas juga menemukan adanya penyalahgunaan fungsi kapal. Kapal yang seharusnya hanya digunakan untuk wisata pribadi oleh pemegang izin, justru disewakan secara komersial.

"Terhadap penghasilan yang diperoleh tentunya tidak dilaporkan pajak penghasilannya," tegas Agus.

Modus lainnya yang terendus adalah praktik jual beli kapal yacht kepada Warga Negara Indonesia (WNI) tanpa menyelesaikan kewajiban kepabeanan impor. Alhasil, barang mewah tersebut beredar di Indonesia tanpa menyetor bea masuk ke kas negara.

Patroli HVG ini bukan sekadar urusan administratif. Agus menekankan bahwa langkah ini adalah instruksi langsung Presiden kepada Menteri Keuangan untuk menjaga kekayaan negara dan menjamin keadilan fiskal.

baca juga

"Pihak yang mampu membeli barang bernilai tinggi sejatinya harus berperan lebih terhadap kewajiban keuangan negara. Jangan sampai ada yang tidak memenuhi kewajiban tapi tetap menikmati fasilitas," tambahnya.

Hal senada diungkapkan Kakanwil Bea Cukai Jakarta, Hendri Darnadi. Ia menyoroti pentingnya pemberantasan underground economy demi rasa keadilan bagi seluruh rakyat Indonesia.

"Rakyat bawah, UMKM, bahkan ojek online tetap membayar pajak saat beli motor. Masa mereka yang beli barang mewah tidak membayar sesuai kewajibannya?" cetus Hendri.

Saat ini, pihak Bea Cukai bersama Direktorat Jenderal Pajak (DJP) masih melakukan penghitungan mendalam terkait potensi kerugian negara. Proses ini dilakukan dengan prinsip kehati-hatian mengingat nilai barang yang sangat tinggi serta kompleksnya modus operandi yang digunakan para pemilik kapal nakal tersebut.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Iran: Tak Ada Keistimewaan, Kapal Pertamina Bisa Bebas Jika Indonesia Negosiasi dengan IRGC

Iran: Tak Ada Keistimewaan, Kapal Pertamina Bisa Bebas Jika Indonesia Negosiasi dengan IRGC

Bisnis | Sabtu, 11 April 2026 | 20:29 WIB

Penampakan Gunungan Uang Rp11,42 Triliun, Hasil Denda hingga Tipikor

Penampakan Gunungan Uang Rp11,42 Triliun, Hasil Denda hingga Tipikor

Foto | Jum'at, 10 April 2026 | 18:58 WIB

Pemerintah Sebut Nasib 2 Kapal Tanker Pertamina di Selat Hormuz Belum Jelas

Pemerintah Sebut Nasib 2 Kapal Tanker Pertamina di Selat Hormuz Belum Jelas

Bisnis | Jum'at, 10 April 2026 | 17:39 WIB

Terkini

Pertamax Berpotensi Tembus Rp20 Ribu! Pemerintah Harus Siapkan Mitigasi  Sebelum Terlambat

Pertamax Berpotensi Tembus Rp20 Ribu! Pemerintah Harus Siapkan Mitigasi Sebelum Terlambat

News | Selasa, 15 September 2026 | 23:46 WIB

1765 Pelari dari 15 Negara Ramaikan Tangkuban Perahu

1765 Pelari dari 15 Negara Ramaikan Tangkuban Perahu

Sport | Selasa, 15 September 2026 | 23:05 WIB

Peringatan Bahaya di Makkah dan Jeddah Usai Rentetan Serangan Rudal

Peringatan Bahaya di Makkah dan Jeddah Usai Rentetan Serangan Rudal

News | Selasa, 15 September 2026 | 22:59 WIB

YLBHI Kecam Pengiriman Anak Demonstran ke Barak Militer: Ini Preseden Berbahaya!

YLBHI Kecam Pengiriman Anak Demonstran ke Barak Militer: Ini Preseden Berbahaya!

News | Selasa, 15 September 2026 | 22:55 WIB

Mau Liburan ke Luar Negeri? BRI dan Golden Rama Kasih Diskon hingga Rp1 Juta!

Mau Liburan ke Luar Negeri? BRI dan Golden Rama Kasih Diskon hingga Rp1 Juta!

Bri | Selasa, 15 September 2026 | 22:45 WIB

Awas! Lima Titik Karhutla di Cianjur Terjadi Hampir Bersamaan

Awas! Lima Titik Karhutla di Cianjur Terjadi Hampir Bersamaan

Jabar | Selasa, 15 September 2026 | 22:35 WIB

Kronologi Lengkap Kasus ATR/BPN, Peran Fahd A Rafiq Diduga Jadi Pengepul Terakhir Uang Haram

Kronologi Lengkap Kasus ATR/BPN, Peran Fahd A Rafiq Diduga Jadi Pengepul Terakhir Uang Haram

News | Selasa, 15 September 2026 | 22:35 WIB

Gibran 'Blusukan' di Tengah Krisis: Ubah Citra Politik, Ambil Celah yang Luput dari Prabowo?

Gibran 'Blusukan' di Tengah Krisis: Ubah Citra Politik, Ambil Celah yang Luput dari Prabowo?

News | Selasa, 15 September 2026 | 22:31 WIB

Gibran Temui Korban Keracunan MBG di Karo, Akademisi Dorong Evaluasi Menyeluruh

Gibran Temui Korban Keracunan MBG di Karo, Akademisi Dorong Evaluasi Menyeluruh

Sumut | Selasa, 15 September 2026 | 22:29 WIB

Sopir Truk KM Virgo Transport 8 Belum Ditemukan, Istri di Tulungagung Setia Menunggu Kabar

Sopir Truk KM Virgo Transport 8 Belum Ditemukan, Istri di Tulungagung Setia Menunggu Kabar

Jatim | Selasa, 15 September 2026 | 22:21 WIB

×