Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.551.000
Beli Rp2.425.000
IHSG 6.405,685
LQ45 632,547
Srikehati 308,939
JII 387,605
USD/IDR 17.712

Iran Tetapkan Tarif Selat Hormuz, Harga Bitcoin Malah Anjlok Parah

M Nurhadi

Minggu, 12 April 2026 | 10:09 WIB
Iran Tetapkan Tarif Selat Hormuz, Harga Bitcoin Malah Anjlok Parah
Ilustrasi - Analisis Harga Bitcoin Terkini. [ANTARA/REUTERS/Dado Ruvic/Foto Dokumen]
baca 10 detik
  • Iran mewajibkan kapal komersial membayar tarif satu dolar per barel minyak menggunakan Bitcoin saat melintasi Selat Hormuz.
  • Kebijakan ini merupakan langkah strategis Iran untuk menghindari sanksi internasional melalui sistem keuangan di luar jangkauan Amerika.
  • Otoritas Iran menggunakan verifikasi data digital untuk memantau muatan kapal serta mencegah penyelundupan senjata di Selat Hormuz.

Suara.com - Iran mulai memberlakukan kebijakan baru yang mewajibkan seluruh kapal komersial yang melintasi Selat Hormuz untuk membayar tarif transit atau "tol" menggunakan aset kripto Bitcoin.

Keputusan ini diambil bukan tanpa alasan; ini adalah langkah strategis Teheran untuk menjaga napas aktivitas ekonominya di tengah tekanan sanksi internasional yang kian mencekik dari blok Barat.

Melalui keterangan Hamid Hosseini, Juru Bicara Serikat Eksportir Minyak, Gas, dan Produk Petrokimia Iran, tarif yang ditetapkan adalah senilai 1 Dollar Amerika Serikat (AS) atau setara dengan Rp17.122 untuk setiap barel minyak yang diangkut oleh kapal-kapal tersebut.

Mekanisme Operasional: Verifikasi Ketat dan Antispionase

Proses pembayaran ini tidak dilakukan secara serampangan. Iran telah menyiapkan sistem birokrasi digital yang mengharuskan setiap operator kapal mengirimkan detail muatan mereka melalui surat elektronik (email) kepada otoritas terkait sebelum memasuki area Selat Hormuz.

Setelah data diverifikasi, tarif akan dihitung dan pembayaran wajib dikirimkan dalam bentuk Bitcoin ke dompet digital yang ditunjuk.

Pemerintah Iran menegaskan bahwa kapal hanya diizinkan melanjutkan pelayaran setelah transaksi Bitcoin tersebut terkonfirmasi di jaringan blockchain.

Namun, skema ini tidak hanya soal pundi-pundi uang kripto. Teheran memanfaatkan proses penilaian muatan ini sebagai alat pemantauan keamanan yang ketat.

Tujuannya jelas: memastikan tidak ada penyelundupan senjata yang melewati jalur perairan strategis tersebut.

baca juga

Meski pengawasan diperketat, komoditas energi seperti minyak tetap diberikan lampu hijau untuk melintas selama kewajiban pembayaran tol dipenuhi.

Langkah ini dipandang sebagai upaya Iran untuk tetap berdaulat atas wilayah perairannya tanpa harus melakukan blokade fisik yang bisa memicu konflik terbuka lebih luas.

Penggunaan Bitcoin dipilih secara sadar sebagai instrumen perlawanan finansial. Hamid Hosseini menjelaskan bahwa aset kripto memungkinkan Iran beroperasi di luar sistem keuangan tradisional yang didominasi oleh perbankan internasional dan dolar AS.

"Penggunaan Bitcoin merupakan upaya untuk memanfaatkan sistem keuangan yang berada di luar kendali dan jangkauan pemerintah Amerika Serikat. Ini merupakan salah satu strategi Teheran untuk menghindari sanksi internasional dengan memanfaatkan sistem keuangan di luar jangkauan Amerika Serikat," tegas Hosseini.

Kontradiksi Pasar: Sentimen Positif vs Koreksi Harga

Meskipun kebijakan ini memberikan kegunaan nyata (utility) bagi Bitcoin di level negara, kondisi pasar kripto pada hari ini, Minggu (12/4/2026), justru menunjukkan arah yang berlawanan.

Harga Bitcoin terpantau melemah secara moderat. Jika pada Sabtu kemarin harga masih bertahan di kisaran USD 73.000, hari ini Bitcoin diperdagangkan di kisaran USD 71.000.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Donald Trump Murka, China Akan Hadapi Masalah Besar Jika Nekat Pasok Senjata ke Iran

Donald Trump Murka, China Akan Hadapi Masalah Besar Jika Nekat Pasok Senjata ke Iran

News | Minggu, 12 April 2026 | 08:20 WIB

Konflik Selat Hormuz, Kenapa Strategi Pembersihan Ranjau Laut AS Ditolak Mentah-Mentah Militer Iran?

Konflik Selat Hormuz, Kenapa Strategi Pembersihan Ranjau Laut AS Ditolak Mentah-Mentah Militer Iran?

News | Minggu, 12 April 2026 | 07:04 WIB

Ancaman Rudal Manpads China Persulit Posisi Amerika Saat Gencatan Senjata dengan Iran

Ancaman Rudal Manpads China Persulit Posisi Amerika Saat Gencatan Senjata dengan Iran

News | Minggu, 12 April 2026 | 06:45 WIB

Iran: Tak Ada Keistimewaan, Kapal Pertamina Bisa Bebas Jika Indonesia Negosiasi dengan IRGC

Iran: Tak Ada Keistimewaan, Kapal Pertamina Bisa Bebas Jika Indonesia Negosiasi dengan IRGC

Bisnis | Sabtu, 11 April 2026 | 20:29 WIB

Iran Mau Buka Selat Hormuz, AS Sepakat Cairkan Dana Iran yang Dibekukan Qatar

Iran Mau Buka Selat Hormuz, AS Sepakat Cairkan Dana Iran yang Dibekukan Qatar

Bisnis | Sabtu, 11 April 2026 | 18:25 WIB

Negosiasi AS - Iran Hari Ini Tentukan Harga Minyak Dunia, Bisa Tembus 100 Dolar per Barel

Negosiasi AS - Iran Hari Ini Tentukan Harga Minyak Dunia, Bisa Tembus 100 Dolar per Barel

Bisnis | Sabtu, 11 April 2026 | 15:20 WIB

Terkini

Perlawanan Ketum Kesthuri di Kasus Haji Ditolak Majelis Hakim

Perlawanan Ketum Kesthuri di Kasus Haji Ditolak Majelis Hakim

News | Kamis, 27 Agustus 2026 | 12:54 WIB

AMPB Ultimatum DPR: RUU Perampasan Aset Tak Rampung, Kami Datang Lagi 15 Desember!

AMPB Ultimatum DPR: RUU Perampasan Aset Tak Rampung, Kami Datang Lagi 15 Desember!

News | Kamis, 27 Agustus 2026 | 12:53 WIB

5 Sunscreen Anti Aging Berbahan Niacinamide, Wajah Awet Muda Bebas Flek Hitam

5 Sunscreen Anti Aging Berbahan Niacinamide, Wajah Awet Muda Bebas Flek Hitam

Lifestyle | Kamis, 27 Agustus 2026 | 12:52 WIB

Kenalan dengan STARENOL TM, Korean Patented Formula di Balik Kulit yang Tampak Lebih Cerah & Kenyal

Kenalan dengan STARENOL TM, Korean Patented Formula di Balik Kulit yang Tampak Lebih Cerah & Kenyal

Lifestyle | Kamis, 27 Agustus 2026 | 12:52 WIB

2 Warga Singapura Hilang Jadi Korban Banjir Bandang Nepal Bersama Rombongan Pendaki

2 Warga Singapura Hilang Jadi Korban Banjir Bandang Nepal Bersama Rombongan Pendaki

News | Kamis, 27 Agustus 2026 | 12:50 WIB

BRI Manjakan Pengunjung Modinity Warehouse Sale 2026 Lewat Promo Eksklusif Kartu Kredit

BRI Manjakan Pengunjung Modinity Warehouse Sale 2026 Lewat Promo Eksklusif Kartu Kredit

Bri | Kamis, 27 Agustus 2026 | 12:46 WIB

Move to Heaven: Setiap Barang Punya Cerita, bahkan setelah Pemiliknya Tiada

Move to Heaven: Setiap Barang Punya Cerita, bahkan setelah Pemiliknya Tiada

Your Say | Kamis, 27 Agustus 2026 | 12:45 WIB

720 Jiwa Kehilangan Tempat Tinggal Akibat Kebakaran Hebat di Penjaringan

720 Jiwa Kehilangan Tempat Tinggal Akibat Kebakaran Hebat di Penjaringan

News | Kamis, 27 Agustus 2026 | 12:44 WIB

Puan Tak Hadir di DPR Saat Massa Pati Datang, Aktivis AMPB: Ini Menyepelekan Negara!

Puan Tak Hadir di DPR Saat Massa Pati Datang, Aktivis AMPB: Ini Menyepelekan Negara!

News | Kamis, 27 Agustus 2026 | 12:43 WIB

Mengapa Panci Rice Cooker Tidak Boleh Dicuci Menggunakan Sabut Kawat? Ini Alasannya

Mengapa Panci Rice Cooker Tidak Boleh Dicuci Menggunakan Sabut Kawat? Ini Alasannya

Lifestyle | Kamis, 27 Agustus 2026 | 12:42 WIB

×