Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.599.000
Beli Rp2.485.000
IHSG 5.924,360
LQ45 589,254
Srikehati 291,550
JII 348,641
USD/IDR 18.064

Iran Tetapkan Tarif Selat Hormuz, Harga Bitcoin Malah Anjlok Parah

M Nurhadi

Minggu, 12 April 2026 | 10:09 WIB
Iran Tetapkan Tarif Selat Hormuz, Harga Bitcoin Malah Anjlok Parah
Ilustrasi - Analisis Harga Bitcoin Terkini. [ANTARA/REUTERS/Dado Ruvic/Foto Dokumen]
baca 10 detik
  • Iran mewajibkan kapal komersial membayar tarif satu dolar per barel minyak menggunakan Bitcoin saat melintasi Selat Hormuz.
  • Kebijakan ini merupakan langkah strategis Iran untuk menghindari sanksi internasional melalui sistem keuangan di luar jangkauan Amerika.
  • Otoritas Iran menggunakan verifikasi data digital untuk memantau muatan kapal serta mencegah penyelundupan senjata di Selat Hormuz.

Suara.com - Iran mulai memberlakukan kebijakan baru yang mewajibkan seluruh kapal komersial yang melintasi Selat Hormuz untuk membayar tarif transit atau "tol" menggunakan aset kripto Bitcoin.

Keputusan ini diambil bukan tanpa alasan; ini adalah langkah strategis Teheran untuk menjaga napas aktivitas ekonominya di tengah tekanan sanksi internasional yang kian mencekik dari blok Barat.

Melalui keterangan Hamid Hosseini, Juru Bicara Serikat Eksportir Minyak, Gas, dan Produk Petrokimia Iran, tarif yang ditetapkan adalah senilai 1 Dollar Amerika Serikat (AS) atau setara dengan Rp17.122 untuk setiap barel minyak yang diangkut oleh kapal-kapal tersebut.

Mekanisme Operasional: Verifikasi Ketat dan Antispionase

Proses pembayaran ini tidak dilakukan secara serampangan. Iran telah menyiapkan sistem birokrasi digital yang mengharuskan setiap operator kapal mengirimkan detail muatan mereka melalui surat elektronik (email) kepada otoritas terkait sebelum memasuki area Selat Hormuz.

Setelah data diverifikasi, tarif akan dihitung dan pembayaran wajib dikirimkan dalam bentuk Bitcoin ke dompet digital yang ditunjuk.

Pemerintah Iran menegaskan bahwa kapal hanya diizinkan melanjutkan pelayaran setelah transaksi Bitcoin tersebut terkonfirmasi di jaringan blockchain.

Namun, skema ini tidak hanya soal pundi-pundi uang kripto. Teheran memanfaatkan proses penilaian muatan ini sebagai alat pemantauan keamanan yang ketat.

Tujuannya jelas: memastikan tidak ada penyelundupan senjata yang melewati jalur perairan strategis tersebut.

baca juga

Meski pengawasan diperketat, komoditas energi seperti minyak tetap diberikan lampu hijau untuk melintas selama kewajiban pembayaran tol dipenuhi.

Langkah ini dipandang sebagai upaya Iran untuk tetap berdaulat atas wilayah perairannya tanpa harus melakukan blokade fisik yang bisa memicu konflik terbuka lebih luas.

Penggunaan Bitcoin dipilih secara sadar sebagai instrumen perlawanan finansial. Hamid Hosseini menjelaskan bahwa aset kripto memungkinkan Iran beroperasi di luar sistem keuangan tradisional yang didominasi oleh perbankan internasional dan dolar AS.

"Penggunaan Bitcoin merupakan upaya untuk memanfaatkan sistem keuangan yang berada di luar kendali dan jangkauan pemerintah Amerika Serikat. Ini merupakan salah satu strategi Teheran untuk menghindari sanksi internasional dengan memanfaatkan sistem keuangan di luar jangkauan Amerika Serikat," tegas Hosseini.

Kontradiksi Pasar: Sentimen Positif vs Koreksi Harga

Meskipun kebijakan ini memberikan kegunaan nyata (utility) bagi Bitcoin di level negara, kondisi pasar kripto pada hari ini, Minggu (12/4/2026), justru menunjukkan arah yang berlawanan.

Harga Bitcoin terpantau melemah secara moderat. Jika pada Sabtu kemarin harga masih bertahan di kisaran USD 73.000, hari ini Bitcoin diperdagangkan di kisaran USD 71.000.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Donald Trump Murka, China Akan Hadapi Masalah Besar Jika Nekat Pasok Senjata ke Iran

Donald Trump Murka, China Akan Hadapi Masalah Besar Jika Nekat Pasok Senjata ke Iran

News | Minggu, 12 April 2026 | 08:20 WIB

Konflik Selat Hormuz, Kenapa Strategi Pembersihan Ranjau Laut AS Ditolak Mentah-Mentah Militer Iran?

Konflik Selat Hormuz, Kenapa Strategi Pembersihan Ranjau Laut AS Ditolak Mentah-Mentah Militer Iran?

News | Minggu, 12 April 2026 | 07:04 WIB

Ancaman Rudal Manpads China Persulit Posisi Amerika Saat Gencatan Senjata dengan Iran

Ancaman Rudal Manpads China Persulit Posisi Amerika Saat Gencatan Senjata dengan Iran

News | Minggu, 12 April 2026 | 06:45 WIB

Iran: Tak Ada Keistimewaan, Kapal Pertamina Bisa Bebas Jika Indonesia Negosiasi dengan IRGC

Iran: Tak Ada Keistimewaan, Kapal Pertamina Bisa Bebas Jika Indonesia Negosiasi dengan IRGC

Bisnis | Sabtu, 11 April 2026 | 20:29 WIB

Iran Mau Buka Selat Hormuz, AS Sepakat Cairkan Dana Iran yang Dibekukan Qatar

Iran Mau Buka Selat Hormuz, AS Sepakat Cairkan Dana Iran yang Dibekukan Qatar

Bisnis | Sabtu, 11 April 2026 | 18:25 WIB

Negosiasi AS - Iran Hari Ini Tentukan Harga Minyak Dunia, Bisa Tembus 100 Dolar per Barel

Negosiasi AS - Iran Hari Ini Tentukan Harga Minyak Dunia, Bisa Tembus 100 Dolar per Barel

Bisnis | Sabtu, 11 April 2026 | 15:20 WIB

Terkini

Pengamat Ibrahim: Kasus KUR Jember Bukan Kesalahan Bank Penyalur, tetapi Ulah Collection Agent

Pengamat Ibrahim: Kasus KUR Jember Bukan Kesalahan Bank Penyalur, tetapi Ulah Collection Agent

Bisnis | Sabtu, 11 Juli 2026 | 21:47 WIB

IPO RANS Dihadiri Haji Isam Hingga Boy Thohir, Ini Daftar Pemegang Sahamnya

IPO RANS Dihadiri Haji Isam Hingga Boy Thohir, Ini Daftar Pemegang Sahamnya

Bisnis | Sabtu, 11 Juli 2026 | 20:41 WIB

Mini Soccer Fun Match Jadi Ajang Bulog Perkuat Kolaborasi dengan Stakeholder Ketahanan Pangan

Mini Soccer Fun Match Jadi Ajang Bulog Perkuat Kolaborasi dengan Stakeholder Ketahanan Pangan

Bisnis | Sabtu, 11 Juli 2026 | 19:29 WIB

Prabowo Sebut Banyak BUMN Mau Dijual ke Asing: PT PAL, PT Pindad dan PTDI Dibunuh

Prabowo Sebut Banyak BUMN Mau Dijual ke Asing: PT PAL, PT Pindad dan PTDI Dibunuh

Bisnis | Sabtu, 11 Juli 2026 | 15:49 WIB

Produksi Pupuk Petrokimia Gresik Tembus 2,7 Juta Ton pada Semester I 2026

Produksi Pupuk Petrokimia Gresik Tembus 2,7 Juta Ton pada Semester I 2026

Bisnis | Sabtu, 11 Juli 2026 | 14:58 WIB

IHSG Terkoreksi, BEI Sebut Justru Jadi Peluang Investasi Jangka Panjang

IHSG Terkoreksi, BEI Sebut Justru Jadi Peluang Investasi Jangka Panjang

Bisnis | Sabtu, 11 Juli 2026 | 13:07 WIB

Panasonic Tampilkan Solusi Modern Living & Building Terintegrasi di IndoBuildTech Expo 2026

Panasonic Tampilkan Solusi Modern Living & Building Terintegrasi di IndoBuildTech Expo 2026

Bisnis | Sabtu, 11 Juli 2026 | 12:30 WIB

Tabel Pinjaman KUR BRI Juli 2026 Terbaru, Simulasi Angsuran Rp1 Juta hingga Rp100 Juta

Tabel Pinjaman KUR BRI Juli 2026 Terbaru, Simulasi Angsuran Rp1 Juta hingga Rp100 Juta

Bisnis | Sabtu, 11 Juli 2026 | 11:34 WIB

Liburan Lebih Hemat dengan Diskon Rp125.000 di tiket.com Pakai BRI Kartu Kredit

Liburan Lebih Hemat dengan Diskon Rp125.000 di tiket.com Pakai BRI Kartu Kredit

Bisnis | Sabtu, 11 Juli 2026 | 11:15 WIB

Harga Emas Antam Berbalik Naik ke Rp2,655 Juta per Gram, Buyback Ikut Menguat

Harga Emas Antam Berbalik Naik ke Rp2,655 Juta per Gram, Buyback Ikut Menguat

Bisnis | Sabtu, 11 Juli 2026 | 10:48 WIB

×