Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.599.000
Beli Rp2.485.000
IHSG 5.924,360
LQ45 589,254
Srikehati 291,550
JII 348,641
USD/IDR 18.064

IHSG Tertekan Rekor Teburuk Kurs Rupiah, BBRI Jadi Salah Satu Rekomendasi Analis

M Nurhadi, Rina Anggraeni

Minggu, 12 April 2026 | 15:41 WIB
IHSG Tertekan Rekor Teburuk Kurs Rupiah, BBRI Jadi Salah Satu Rekomendasi Analis
Ilustrasi perdagangan sesi I IHSG hari ini [Ist/Antara]
baca 10 detik
  • IHSG diproyeksikan melemah pada Senin (13/4/2026) akibat tensi geopolitik Timur Tengah serta rekor terendah Rupiah sebesar Rp17.100.
  • Pelemahan Rupiah memicu arus keluar modal asing sebesar Rp3,31 triliun dan kekhawatiran lonjakan inflasi harga minyak mentah dunia.
  • Analis merekomendasikan strategi defensif dan akumulasi bertahap pada saham blue chip seperti BBRI yang berada di area support.

Suara.com - Pasar modal Indonesia bersiap menghadapi pembukaan pekan yang penuh tantangan pada Senin (13/4/2026).

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diproyeksikan akan bergerak fluktuatif dengan kecenderungan melemah akibat tekanan ganda: memanasnya tensi geopolitik di Timur Tengah dan anjloknya nilai tukar Rupiah terhadap Dollar Amerika Serikat (AS) yang menyentuh rekor terendah sepanjang sejarah (all-time low).

Kondisi Rupiah yang kini berada di kisaran Rp17.100 per USD menjadi alarm bagi para pelaku pasar.

Pelemahan mata uang Garuda ini memicu kekhawatiran akan lonjakan inflasi domestik, terutama mengingat harga minyak mentah dunia yang terus merangkak naik akibat konflik di kawasan Teluk.

Ketidakpastian ini membuat investor cenderung bersikap defensif, namun di sisi lain, sejumlah saham blue chip seperti PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI) justru mulai masuk dalam radar rekomendasi teknikal.

Proyeksi Pasar di Tengah Ancaman Koreksi

Head of Research MNC Sekuritas, Herditya Wicaksana, memberikan catatan waspada bagi para investor. Ia menilai pergerakan indeks masih sangat rentan terhadap aksi ambil untung dan tekanan eksternal.

Menurut pantauannya, fluktuasi harga minyak mentah dunia menjadi variabel yang paling krusial karena berdampak langsung pada beban impor dan inflasi dalam negeri.

"Untuk Senin, kami memperkirakan IHSG rawan terkoreksi dengan rentang support di level 7.322 dan resistance di 7.585," ujar Herditya saat dihubungi pada Minggu (12/4/2026).

baca juga

Ia menekankan bahwa kombinasi ketegangan di Timur Tengah dan fundamental ekonomi domestik menjadi ujian berat bagi ketahanan indeks.

"Investor masih mencermati perkembangan Timur Tengah dan kondisi ekonomi domestik akibat nilai tukar rupiah yang terus melemah serta kekhawatiran inflasi dari kenaikan harga minyak," jelasnya.

Senada dengan itu, VP Equity Retail Kiwoom Sekuritas Indonesia, Oktavianus Audi, melihat adanya potensi pergerakan campuran (mixed) dengan peluang penguatan teknikal yang sangat terbatas.

Ia menyoroti keluarnya modal asing yang cukup masif sebagai dampak dari ketidakstabilan nilai tukar.

"Tekanan rupiah terhadap USD yang berlanjut, terlebih setelah menyentuh level Rp17.100 per USD, cenderung memberikan kekhawatiran pasar pada stabilitas dalam negeri. Hal ini berdampak pada keluarnya modal asing (capital outflow) yang mencapai Rp3,31 triliun dalam sepekan terakhir," ungkap Audi.

Meski demikian, secara teknikal, indikator MACD mulai menunjukkan sinyal penguatan tren yang dibarengi dengan kenaikan Relative Strength Index (RSI) ke atas level 50, memberikan sedikit ruang bagi indeks untuk bertahan di zona hijau jika negosiasi de-eskalasi di Timur Tengah menunjukkan hasil positif.

Daya Tarik BBRI di Tengah Volatilitas

Di tengah badai capital outflow, muncul pertanyaan mengapa saham perbankan besar seperti BBRI tetap menjadi rekomendasi utama dengan status Speculative Buy.

Alasan utamanya terletak pada posisi harga yang sudah mendekati area support kuat di level 3.260.

Bagi investor, penurunan harga yang terjadi belakangan ini dipandang sebagai peluang untuk melakukan akumulasi bertahap, mengingat fundamental perbankan nasional yang tetap solid meskipun Rupiah melemah.

Status Speculative Buy pada BBRI mencerminkan strategi untuk memanfaatkan potensi rebound teknikal. Secara historis, saham-saham perbankan kelas kakap sering kali menjadi motor penggerak utama saat indeks mulai berbalik arah. Dengan rentang resistance di level 3.560, terdapat potensi margin keuntungan yang cukup menarik bagi para pedagang harian maupun investor jangka pendek yang berani mengambil risiko di tengah gejolak pasar.

Selain faktor teknikal, BBRI dianggap memiliki ketahanan (resilience) yang lebih baik terhadap inflasi dibandingkan sektor manufaktur yang bergantung pada bahan baku impor.

Sektor perbankan justru sering kali diuntungkan dalam jangka panjang jika ada kebijakan penyesuaian suku bunga untuk meredam inflasi, meskipun dalam jangka pendek volatilitas mata uang tetap menjadi tantangan utama.

Saham Pilihan Analis Lainnya

Selain perbankan, analis juga menyarankan beberapa sektor lain yang memiliki momentum teknikal menarik. AMMN diprediksi bergerak di rentang 5.875 hingga 6.300, sementara sektor energi dan infrastruktur seperti PTRO di rentang 5.925 – 6.200 dan OASA di area 410 – 428 tetap layak dipantau.

Saham grup media, EMTK, juga masuk dalam daftar Trading Buy dengan dukungan support di 830 dan target resistance di 990.

Keputusan investasi di awal pekan ini akan sangat bergantung pada rilis data ekonomi terbaru dan perkembangan meja runding internasional.

Para ahli menyarankan agar investor tetap menjaga rasio tunai yang cukup dan tidak terlalu agresif dalam melakukan pembelian hingga stabilitas nilai tukar Rupiah mulai menunjukkan tanda-tanda pemulihan.

Desclaimer: Konten ini tidak dimaksudkan sebagai perintah jual atau beli terhadap instrumen investasi tertentu. Investasi saham memiliki risiko fluktuasi harga yang tinggi. Setiap keputusan finansial sepenuhnya merupakan tanggung jawab pribadi pembaca. Sangat disarankan untuk berkonsultasi dengan penasihat keuangan profesional atau melakukan riset mendalam sebelum melakukan transaksi di pasar modal.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Meski IHSG Kinclong, Dana Asing Masih Kabur Rp 193,87 M Sepekan Ini

Meski IHSG Kinclong, Dana Asing Masih Kabur Rp 193,87 M Sepekan Ini

Bisnis | Minggu, 12 April 2026 | 11:54 WIB

Pasar Saham RI Bergairah, IHSG Naik 2% Lebih ke Level 7.458

Pasar Saham RI Bergairah, IHSG Naik 2% Lebih ke Level 7.458

Bisnis | Jum'at, 10 April 2026 | 16:59 WIB

Rupiah Tertekan Sentimen Domestik, Dolar AS Menguat ke Rp17.104

Rupiah Tertekan Sentimen Domestik, Dolar AS Menguat ke Rp17.104

Bisnis | Jum'at, 10 April 2026 | 16:14 WIB

Rupiah Menembus Rp17.000: Mengapa Perbankan Tetap Tenang di Tengah Risiko Kredit Valas?

Rupiah Menembus Rp17.000: Mengapa Perbankan Tetap Tenang di Tengah Risiko Kredit Valas?

Bisnis | Jum'at, 10 April 2026 | 14:43 WIB

IHSG Mulai Membaik, Naik 2 Persen dan 499 Saham Melonjak pada Sesi I

IHSG Mulai Membaik, Naik 2 Persen dan 499 Saham Melonjak pada Sesi I

Bisnis | Jum'at, 10 April 2026 | 13:03 WIB

Rupiah Mulai Rebound, Dolar AS Masih Betah di Level Rp17.083

Rupiah Mulai Rebound, Dolar AS Masih Betah di Level Rp17.083

Bisnis | Jum'at, 10 April 2026 | 10:34 WIB

Terkini

Timnas Argentina Diguncang Skandal Pencucian Uang AFA, FBI Turun Tangan

Timnas Argentina Diguncang Skandal Pencucian Uang AFA, FBI Turun Tangan

Bisnis | Senin, 13 Juli 2026 | 12:38 WIB

Purbaya Tolak Perpanjang Tenor Dana SAL Rp 200 Triliun Milik Pemerintah ke Himbara

Purbaya Tolak Perpanjang Tenor Dana SAL Rp 200 Triliun Milik Pemerintah ke Himbara

Bisnis | Senin, 13 Juli 2026 | 12:28 WIB

Harga Emas Antam Anjlok, Rupiah Ikutan Koreksi Tajam: Apa Penyebabnya?

Harga Emas Antam Anjlok, Rupiah Ikutan Koreksi Tajam: Apa Penyebabnya?

Bisnis | Senin, 13 Juli 2026 | 12:19 WIB

Purbaya Ramal Defisit APBN 2026 Bengkak Jadi Rp 734,3 Triliun, Setara 2,85% PDB

Purbaya Ramal Defisit APBN 2026 Bengkak Jadi Rp 734,3 Triliun, Setara 2,85% PDB

Bisnis | Senin, 13 Juli 2026 | 12:02 WIB

Meski Labanya Ribuan Persen, Saham GGRM Belum Layak Dibeli

Meski Labanya Ribuan Persen, Saham GGRM Belum Layak Dibeli

Bisnis | Senin, 13 Juli 2026 | 11:51 WIB

Prabowo Minta yang Pesimistis Tinggalkan Indonesia, IKK Turun hingga IHSG Anjlok 32% YTD

Prabowo Minta yang Pesimistis Tinggalkan Indonesia, IKK Turun hingga IHSG Anjlok 32% YTD

Bisnis | Senin, 13 Juli 2026 | 11:25 WIB

Skandal KUR BNI, Kejati Ungkap Korupsi Rp41,48 Miliar Libatkan 900 Petani Fiktif

Skandal KUR BNI, Kejati Ungkap Korupsi Rp41,48 Miliar Libatkan 900 Petani Fiktif

Bisnis | Senin, 13 Juli 2026 | 11:10 WIB

Alasan PT KAI Rombak Stasiun Bogor Secara Besar-besaran

Alasan PT KAI Rombak Stasiun Bogor Secara Besar-besaran

Bisnis | Senin, 13 Juli 2026 | 10:40 WIB

Kementan Tambah Anggaran Pertanian Papua, Total Alokasi 2026 Capai Rp3,2 Triliun

Kementan Tambah Anggaran Pertanian Papua, Total Alokasi 2026 Capai Rp3,2 Triliun

Bisnis | Senin, 13 Juli 2026 | 10:35 WIB

Jakarta Fair Kemayoran 2026 Catat Transaksi Lebih dari Rp8 Triliun, Dikunjungi 6 Juta Orang

Jakarta Fair Kemayoran 2026 Catat Transaksi Lebih dari Rp8 Triliun, Dikunjungi 6 Juta Orang

Bisnis | Senin, 13 Juli 2026 | 10:04 WIB

×