Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.599.000
Beli Rp2.485.000
IHSG 5.924,360
LQ45 589,254
Srikehati 291,550
JII 348,641
USD/IDR 18.064

Negosiasi AS-Iran Gagal, Wall Street Bisa Kembali Kebakaran

Achmad Fauzi

Senin, 13 April 2026 | 07:45 WIB
Negosiasi AS-Iran Gagal, Wall Street Bisa Kembali Kebakaran
ilustrasi indeks saham Wall Street bisa kembali melemah setelah negosiasi AS-Iran gagal. [Unsplash].
baca 10 detik
  • Indeks saham Wall Street anjlok lebih dari 1 persen akibat eskalasi konflik AS-Iran dan kebijakan blokade Selat Hormuz.
  • Harga minyak dunia melonjak hampir 8 persen karena kekhawatiran gangguan pasokan energi global.
  • Pasar juga menanti laporan keuangan bank-bank besar AS yang berpotensi memengaruhi arah pergerakan indeks selanjutnya.

Suara.com - Bursa saham Amerika Serikat (AS) atau Wall Street diproyeksikan melemah tajam indeks saham wall street anjlok pada Minggu malam waktu setempat (Senin Pagi waktu Indonesia).

Tekanan pasar muncul usai Presiden Donald Trump mengumumkan blokade Selat Hormuz, menyusul gagalnya perundingan damai antara AS dan Iran.

Menukil CNBC, indeks Dow Jones Industrial Average turun 517 poin atau 1,1 persen. Sementara itu,  S&P 500 terkoreksi 1,1 persen dan Nasdaq-100 merosot 1,2 persen.

“Mulai sekarang juga, Angkatan Laut Amerika Serikat, yang Terbaik di Dunia, akan memulai proses MEMBLOKADE semua Kapal yang mencoba masuk atau keluar dari Selat Hormuz,” tulis Trump di Truth Social.

"Blokade akan segera dimulai. Negara-negara lain akan terlibat dalam Blokade ini. Iran tidak akan diizinkan untuk mengambil keuntungan dari Tindakan PEMERASAN ilegal ini."

Negosiasi Iran dan Amerika Serikat di Islamabad memanas akibat sengketa militer di Selat Hormuz. (Tanimnews)
Negosiasi Iran dan Amerika Serikat di Islamabad memanas akibat sengketa militer di Selat Hormuz. (Tanimnews)

Langkah tersebut diambil setelah perundingan antara AS dan Iran di Islamabad berakhir tanpa kesepakatan. Kegagalan negosiasi ini kembali memicu kekhawatiran bahwa konflik kedua negara akan berlangsung lebih lama, sehingga membebani ekonomi global.

Dampaknya langsung terasa di pasar energi. Harga minyak mentah WTI melonjak 7,9 persen menjadi 104,19 dolar AS per barel pada awal perdagangan Minggu.

Komando Pusat AS juga menyatakan akan mulai memblokir seluruh lalu lintas maritim yang masuk dan keluar dari pelabuhan Iran mulai pukul 10 pagi waktu setempat pada Senin. Meski begitu, kapal yang melintasi Selat Hormuz menuju pelabuhan di luar Iran disebut tidak akan terdampak.

Wakil Presiden AS, JD Vance, meninggalkan Islamabad tanpa kesepakatan dengan pejabat Iran. Ia menyebut Iran enggan menghentikan pengembangan senjata nuklir. Sementara itu, Iran menuntut kendali atas Selat Hormuz, ganti rugi perang, serta pembebasan aset yang dibekukan.

baca juga

Di sisi lain, laporan The Wall Street Journal menyebut Trump juga tengah mempertimbangkan opsi melanjutkan serangan militer setelah kegagalan diplomasi tersebut.

CEO KKM Financial, Jeff Kilburg, menilai pernyataan blokade ini menjadi sinyal kuat bagi pasar bahwa konflik Iran masih penuh ketidakpastian.

“Pernyataan blokade baru ini merupakan sinyal nyata kepada pasar saham bahwa konflik Iran masih belum pasti, namun para pedagang melihat perkembangan ini sebagai taktik negosiasi dibandingkan implementasi kebijakan yang sebenarnya, atau sebagai solusi jangka panjang untuk Selat Hormuz,” ujarnya.

Meski demikian, Kilburg menyebut masih ada peluang aksi beli sebelum pasar dibuka pada Senin.

Sebelumnya, harapan berakhirnya konflik sempat mendorong penguatan pasar saham AS. Pekan lalu, S&P 500 melonjak 3,6 persen, Nasdaq naik sekitar 4,7 persen, dan Dow Jones menguat 3 persen—menjadi kinerja terbaik sejak November.

Dari sisi fundamental, pelaku pasar juga menantikan musim laporan keuangan kuartal pertama yang mulai bergulir pekan ini. Bank-bank besar seperti Goldman Sachs dijadwalkan merilis kinerja pada Senin, disusul Citigroup, Wells Fargo, JPMorgan Chase, Morgan Stanley, serta Bank of America pada pekan ini.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Perundingan AS-Iran Kacau, Trump Malah Nonton UFC Ketimbang Negosiasi Selat Hormuz

Perundingan AS-Iran Kacau, Trump Malah Nonton UFC Ketimbang Negosiasi Selat Hormuz

Bisnis | Minggu, 12 April 2026 | 10:49 WIB

Iran Tetapkan Tarif Selat Hormuz, Harga Bitcoin Malah Anjlok Parah

Iran Tetapkan Tarif Selat Hormuz, Harga Bitcoin Malah Anjlok Parah

Bisnis | Minggu, 12 April 2026 | 10:09 WIB

Negosiasi AS - Iran Hari Ini Tentukan Harga Minyak Dunia, Bisa Tembus 100 Dolar per Barel

Negosiasi AS - Iran Hari Ini Tentukan Harga Minyak Dunia, Bisa Tembus 100 Dolar per Barel

Bisnis | Sabtu, 11 April 2026 | 15:20 WIB

Terkini

Pengamat Ibrahim: Kasus KUR Jember Bukan Kesalahan Bank Penyalur, tetapi Ulah Collection Agent

Pengamat Ibrahim: Kasus KUR Jember Bukan Kesalahan Bank Penyalur, tetapi Ulah Collection Agent

Bisnis | Sabtu, 11 Juli 2026 | 21:47 WIB

IPO RANS Dihadiri Haji Isam Hingga Boy Thohir, Ini Daftar Pemegang Sahamnya

IPO RANS Dihadiri Haji Isam Hingga Boy Thohir, Ini Daftar Pemegang Sahamnya

Bisnis | Sabtu, 11 Juli 2026 | 20:41 WIB

Mini Soccer Fun Match Jadi Ajang Bulog Perkuat Kolaborasi dengan Stakeholder Ketahanan Pangan

Mini Soccer Fun Match Jadi Ajang Bulog Perkuat Kolaborasi dengan Stakeholder Ketahanan Pangan

Bisnis | Sabtu, 11 Juli 2026 | 19:29 WIB

Prabowo Sebut Banyak BUMN Mau Dijual ke Asing: PT PAL, PT Pindad dan PTDI Dibunuh

Prabowo Sebut Banyak BUMN Mau Dijual ke Asing: PT PAL, PT Pindad dan PTDI Dibunuh

Bisnis | Sabtu, 11 Juli 2026 | 15:49 WIB

Produksi Pupuk Petrokimia Gresik Tembus 2,7 Juta Ton pada Semester I 2026

Produksi Pupuk Petrokimia Gresik Tembus 2,7 Juta Ton pada Semester I 2026

Bisnis | Sabtu, 11 Juli 2026 | 14:58 WIB

IHSG Terkoreksi, BEI Sebut Justru Jadi Peluang Investasi Jangka Panjang

IHSG Terkoreksi, BEI Sebut Justru Jadi Peluang Investasi Jangka Panjang

Bisnis | Sabtu, 11 Juli 2026 | 13:07 WIB

Panasonic Tampilkan Solusi Modern Living & Building Terintegrasi di IndoBuildTech Expo 2026

Panasonic Tampilkan Solusi Modern Living & Building Terintegrasi di IndoBuildTech Expo 2026

Bisnis | Sabtu, 11 Juli 2026 | 12:30 WIB

Tabel Pinjaman KUR BRI Juli 2026 Terbaru, Simulasi Angsuran Rp1 Juta hingga Rp100 Juta

Tabel Pinjaman KUR BRI Juli 2026 Terbaru, Simulasi Angsuran Rp1 Juta hingga Rp100 Juta

Bisnis | Sabtu, 11 Juli 2026 | 11:34 WIB

Liburan Lebih Hemat dengan Diskon Rp125.000 di tiket.com Pakai BRI Kartu Kredit

Liburan Lebih Hemat dengan Diskon Rp125.000 di tiket.com Pakai BRI Kartu Kredit

Bisnis | Sabtu, 11 Juli 2026 | 11:15 WIB

Harga Emas Antam Berbalik Naik ke Rp2,655 Juta per Gram, Buyback Ikut Menguat

Harga Emas Antam Berbalik Naik ke Rp2,655 Juta per Gram, Buyback Ikut Menguat

Bisnis | Sabtu, 11 Juli 2026 | 10:48 WIB

×