- PT Pelindo Sinergi Lokaseva melakukan transformasi SDM melalui simulasi Lean Six Sigma guna meningkatkan efisiensi layanan logistik Indonesia.
- Simulasi ini bertujuan memperkuat kapabilitas pekerja dalam memahami proses bisnis secara menyeluruh dan kolaboratif.
- Penerapan solusi berbasis data diharapkan mampu menciptakan operasional yang adaptif serta meningkatkan daya saing perusahaan di pasar global.
Suara.com - PT Pelindo Sinergi Lokaseva (SPSL) melakukan transformasi besar-besaran di sektor sumber daya manusia (SDM). Upaya ini untuk meningkatkan layanan logistik Indonesia yang lebih efisien dan mampu bersaing di kancah global.
Sebagai bagian dari subholding BUMN Kepelabuhanan PT Pelabuhan Indonesia (Persero), SPSL menyelenggarakan simulasi Lean Six Sigma yang melibatkan puluhan pekerja dari berbagai unit fungsi. Strategi ini dilakukan untuk memastikan operasional perusahaan berjalan dengan standar operational excellence.
Direktur Keuangan, SDM dan Manajemen Risiko PT Pelindo Sinergi Lokaseva, Herman Susilo, menegaskan transformasi perusahaan tidak akan berjalan tanpa adanya penguatan kapabilitas SDM sebagai fondasi utama.
![Aktivitas bongkar-muat peti kemas di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta, Rabu (20/8/2025). [Suara.com/Alfian Winanto]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2025/08/20/25238-bongkar-muat-peti-kemas-jict-neraca-perdagangan-ekspor-impor.jpg)
"Pengembangan kapabilitas SDM merupakan fondasi utama dalam mendorong transformasi perusahaan. Kami ingin membangun budaya kerja yang tidak hanya berfokus pada eksekusi, tetapi juga pada kemampuan untuk terus beradaptasi, berinovasi, bekerjasama dan melakukan perbaikan secara berkelanjutan di seluruh lini proses bisnis," ujar Herman di Jakarta, Rabu (15/4/2026).
Melalui metode simulasi ini, para pekerja diajak memahami alur bisnis secara end-to-end. Tujuannya untuk mengidentifikasi ruang perbaikan dan merumuskan solusi berbasis data agar layanan logistik semakin efektif dan memberikan nilai tambah bagi pelanggan.
Transformasi ini diharapkan dapat menghapus sekat-sekat fungsi di internal perusahaan, sehingga tercipta ekosistem kerja yang adaptif dan kolaboratif.
Herman menambahkan bahwa pendekatan berbasis data merupakan poin penting untuk menjaga kualitas layanan di tengah dinamika industri logistik yang bergerak cepat.
"Melalui berbagai program pengembangan seperti ini, kami mendorong setiap Insan Perusahaan untuk memperkuat sinergi dan memiliki pemahaman end-to-end terhadap proses bisnis, sehingga mampu menghadirkan solusi yang lebih terintegrasi dan berkelanjutan atas setiap tantangan dalam bisnis," pungkasnya.