Alasan Harga Emas Justru Turun di Tengah Konflik

Achmad Fauzi

Rabu, 15 April 2026 | 19:12 WIB
Alasan Harga Emas Justru Turun di Tengah Konflik
Direktur Utama PT Bursa Berjangka Jakarta (JFX) Yazid Kanca Surya, menilai banyak negara menjual cadangan emas membuat harga emas tak naik. [Suara.com/Achmad Fauzi].
baca 10 detik
  • Direktur Utama JFX Yazid Kanca Surya menyatakan harga emas merosot karena negara menjual cadangan emas demi kebutuhan energi.
  • Penjualan emas dalam skala besar dilakukan negara untuk mengatasi biaya energi global yang tengah mengalami kenaikan signifikan.
  • JFX berkomitmen menyediakan mekanisme perdagangan transparan dan instrumen lindung nilai guna membantu investor mengelola risiko pasar secara terukur.

Suara.com - Investasi emas kini mulai diburu oleh para investor, karena dinilai sangat aman safe haven. Namun, belakangan harga emas justru merosot di tengah ketidakpastian global ini.

Direktur Utama PT Bursa Berjangka Jakarta (JFX) Yazid Kanca Surya, menjelaskan harga emas kini justru sangat bergantung pada kebutuhan energi global.

Dengan langkanya pasokan energi, mendorong banyak negara menjual cadangan emasnya untuk menambal biaya energi yang alami kenaikan.

"Jadi, Energi bagi beberapa negara yang mempunyai pasokan emas tinggi, dia harus mempunyai likuiditas yang tinggi. Banyak emas dijual di market. Untuk apa? Untuk membeli energi," ujarnya dalam konferensi pers, di Jakarta, Rabu (15/4/2026).

Ilustrasi emas batangan. (Unsplash/rc.xyz NFT gallery)
Ilustrasi emas batangan. (Unsplash/rc.xyz NFT gallery)

Yazid menambahkan, hal itulah yang membuat harga emas tidak naik tinggi. Padahal, jika permintaan meningkat, maka harganya juga akan meroket.

"Harusnya emas naik dong, itu safe haven commodity. Tapi enggak, itu turun. Kenapa? Karena yang diganggu energi," ucapnya.

Namun demikan, Yazid menilai, dengan kondisi yang tidak pasti ini membuat kebutuhan akan mekanisme perdagangan yang transparan serta instrumen lindung nilai yang mampu membantu pelaku pasar mengelola risiko secara lebih terukur.

"Dalam kondisi pasar yang semakin tidak pasti, kebutuhan terhadap mekanisme lindung nilai menjadi semakin relevan. Perdagangan berjangka hadir sebagai instrumen yang transparan, terstandarisasi, dan mendukung pembentukan harga yang kredibel di pasar," bebernya.

Dari sisi kinerja, sejumlah produk unggulan JFX menunjukkan kontribusi signifikan terhadap aktivitas perdagangan. Pada sektor komoditas fisik, JFX menguasai lebih dari 95 persen pangsa pasar ekspor timah Indonesia, dengan nilai transaksi mencapai sekitar USD 1,7 miliar pada 2025.

baca juga

Sementara itu, pada perdagangan derivatif, kontrak olein (OLE01) mencatat kontribusi sebesar 38,7 persen dari total volume transaksi Exchange Traded Derivatives (ETD) JFX atau setara dengan 615.028 lot. Di sisi lain, kontrak Loco Gold juga mendominasi aktivitas transaksi OTC dengan porsi mencapai 85,2 persen dari total volume.

Selain komoditas, JFX juga memiliki produk berbasis efek global melalui skema PALN yang mencakup perdagangan saham dan ETF Amerika Serikat. Produk ini menjadi bagian dari diversifikasi instrumen yang tersedia di JFX, dengan tren transaksi yang terus menunjukkan pertumbuhan dalam beberapa tahun terakhir.

JFX juga mengembangkan perdagangan emas digital yang menggabungkan kemudahan transaksi berbasis digital dengan kepastian underlying emas fisik, sehingga memberikan keseimbangan antara aksesibilitas dan keamanan bagi investor.

Ke depan, JFX berkomitmen untuk terus memperkuat perannya sebagai penyedia infrastruktur pasar yang kredibel, mendorong transparansi, serta memperluas akses terhadap instrumen keuangan yang relevan bagi pelaku usaha maupun investor di Indonesia.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Anhar Sudradjat: Investasi Rumah Lebih Menguntungkan Dibanding Emas

Anhar Sudradjat: Investasi Rumah Lebih Menguntungkan Dibanding Emas

Bisnis | Rabu, 15 April 2026 | 17:47 WIB

Emas Antam Lompat Tinggi Jadi Rp 2.893.000/Gram, Cek Daftar Harganya

Emas Antam Lompat Tinggi Jadi Rp 2.893.000/Gram, Cek Daftar Harganya

Bisnis | Rabu, 15 April 2026 | 09:03 WIB

Perlindungan Investor RI Masih Lemah, SIPF Minta Suntikan APBN

Perlindungan Investor RI Masih Lemah, SIPF Minta Suntikan APBN

Bisnis | Rabu, 15 April 2026 | 08:58 WIB

Terkini

Gus Yusuf Serukan NU Kembali Guyub Usai Muktamar: Tak Ada Lagi Kubu-kubuan

Gus Yusuf Serukan NU Kembali Guyub Usai Muktamar: Tak Ada Lagi Kubu-kubuan

Jatim | Senin, 31 Agustus 2026 | 14:54 WIB

Jakarta-Jambi Perkuat Kerja Sama, Dari Transformasi Digital hingga Pelatihan Pemadam Kebakaran

Jakarta-Jambi Perkuat Kerja Sama, Dari Transformasi Digital hingga Pelatihan Pemadam Kebakaran

News | Senin, 31 Agustus 2026 | 14:52 WIB

Daya Beli Melemah di Era Prabowo-Gibran, Harga Kebutuhan Pokok Jadi Beban Warga

Daya Beli Melemah di Era Prabowo-Gibran, Harga Kebutuhan Pokok Jadi Beban Warga

News | Senin, 31 Agustus 2026 | 14:49 WIB

Pidato Pertama Sebagai Ketua Umum PBNU, Gus Kikin Berseloroh: Baru Dua Jam Saja

Pidato Pertama Sebagai Ketua Umum PBNU, Gus Kikin Berseloroh: Baru Dua Jam Saja

Jatim | Senin, 31 Agustus 2026 | 14:47 WIB

Sosok Wakapolda Riau: Pernah Tangkap Hercules, Kini Jadi Kapolda di Papua

Sosok Wakapolda Riau: Pernah Tangkap Hercules, Kini Jadi Kapolda di Papua

Riau | Senin, 31 Agustus 2026 | 14:47 WIB

Bukan Cuma Pembakar Lapangan, Wamen HAM Ungkap Siapa yang Harus Diseret ke Hukum Saat Karhutla

Bukan Cuma Pembakar Lapangan, Wamen HAM Ungkap Siapa yang Harus Diseret ke Hukum Saat Karhutla

News | Senin, 31 Agustus 2026 | 14:44 WIB

Gerindra Protes Approval Rating Prabowo di Bawah 50 Persen: Padahal Kerjanya Bagus

Gerindra Protes Approval Rating Prabowo di Bawah 50 Persen: Padahal Kerjanya Bagus

News | Senin, 31 Agustus 2026 | 14:43 WIB

Keluarga Sutrimo Tagih Hasil Ekshumasi ke Polisi dan Pertanyakan HP yang Hilang

Keluarga Sutrimo Tagih Hasil Ekshumasi ke Polisi dan Pertanyakan HP yang Hilang

News | Senin, 31 Agustus 2026 | 14:43 WIB

Dari Pracimantoro hingga Papua Membongkar Mitos Pembangunan Jawa-Sentris

Dari Pracimantoro hingga Papua Membongkar Mitos Pembangunan Jawa-Sentris

Your Say | Senin, 31 Agustus 2026 | 14:41 WIB

Kualifikasi Piala Asia U-20 2026: Australia Bawa 3 Pemain Liga Inggris Hadapi Timnas Indonesia

Kualifikasi Piala Asia U-20 2026: Australia Bawa 3 Pemain Liga Inggris Hadapi Timnas Indonesia

Bola | Senin, 31 Agustus 2026 | 14:41 WIB

×