Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.890.000
Beli Rp2.770.000
IHSG 7.623,586
LQ45 759,945
Srikehati 349,574
JII 532,247
USD/IDR 17.136

Harga Minyakita Meroket, Mendag: Stoknya Memang Terbatas

Liberty Jemadu | Fakhri Fuadi Muflih | Suara.com

Kamis, 16 April 2026 | 18:23 WIB
Harga Minyakita Meroket, Mendag: Stoknya Memang Terbatas
Menteri Perdagangan Budi Santoso menyatakan kenaikan harga Minyakita disebabkan oleh keterbatasan stok akibat skema DMO yang memang berbeda dari komersial. [Antara]
  • Menteri Perdagangan menyatakan kenaikan harga Minyakita disebabkan oleh keterbatasan stok akibat skema DMO yang memang berbeda dari komersial.
  • Masyarakat keliru menganggap Minyakita sebagai indikator tunggal kelangkaan minyak goreng, padahal stok jenis lain masih tersedia melimpah.
  • Pedagang di pasar tradisional Jakarta kesulitan mendapatkan pasokan Minyakita sehingga menjual produk tersebut jauh melampaui harga eceran tertinggi.

Suara.com - Menteri Perdagangan Budi Santoso buka suara soal meroketnya harga Minyakita belakangan ini. Menurutnya, hal itu terjadi karena stoknya yang memang terbatas.

Mendag Budi mengatakan, kondisi tersebut tidak bisa disamakan dengan kelangkaan minyak goreng secara keseluruhan di pasar. Pasokan minyak goreng disebut masih tersedia dalam berbagai jenis dan merek.

"Minyak goreng itu banyak. Coba cek, ya. Saya kemarin ke ritel modern. Enggak ada namanya minyak goreng itu langka, itu enggak ada. Karena orang melihat bukan minyak gorengnya, yang dilihat itu Minyakita, kan?" ujar Busan di Kemayoran, Jakarta, Kamis (16/4/2026).

Menurut Busan, Minyakita merupakan bagian dari kebijakan Domestic Market Obligation (DMO) yang bersumber dari skema khusus, sehingga jumlahnya memang tidak sebesar minyak goreng komersial.

"Minyakita itu kan minyak DMO. Minyak DMO dari eksportir dari, jumlahnya terbatas. Jadi jangan menyampaikan kalau Minyakita enggak ada, itu bilangnya narasinya minyak goreng enggak ada. Ya," ucapnya.

Ia menilai, persepsi kelangkaan muncul karena Minyakita kerap dijadikan indikator utama oleh masyarakat dalam melihat harga dan ketersediaan minyak goreng.

"Jadi sekarang Minyakita itu jadi indikator tunggal untuk stabilisasi harga dan untuk pasokan. Ini di masyarakat begitu. Seolah-olah kalau Minyakita mahal, harga minyak goreng mahal. Kalau Minyakita enggak ada, langka," jelasnya.

Padahal, lanjutnya, di pasar masih tersedia berbagai pilihan minyak goreng lain, baik produk dengan harga setara maupun kategori premium.

"Lho padahal kan banyak. Ada minyak second brand, kita minta produsen membuat minyak second brand, minyak second brand ini pembandingnya Minyakita. Ya, jadi setara. Kemudian juga ada minyak premium. Coba cek saya kemarin ke ritel itu banyak banget minyak goreng," pungkasnya.

Kelangkaan stok minyak goreng untuk rakyat, Minyakita mulai terjadi di berbagai pasar tradisional. Sekalipun tersedia, harganya melambung tinggi jauh di atas Harga Eceran Tertinggi (HET).

Salah satunya seperti yang terjadi di Pasar PSPT, Tebet Timur, Jakarta Selatan. Pantauan Suara.com pada Selasa (14/4/2026), produk Minyakita ukuran 1 liter tak bisa ditemukan di berbagai kios di pasar ini.

Salah satu pedagang bernama Tika menyebut Minyakita ukuran 2 liter sudah sulit dibeli di tingkat distributor. Bahkan di depan tokonya hanya terlihat adanya 2 dus kosong minyak program pemerintah itu.

"Susah dicari sekarang kalau Minyakita," ujar Tika saat ditemui Suara.com, Selasa (14/4/2026).

Tika mengatakan, harga Minyakita ukuran 2 liter dibanderol di kisaran Rp40 ribu. Padahal HET Minyakita 1 liter adalah Rp15.700 per liter. Artinya jika 2 liter harganya berkisar Rp31.400.

"Mahal ini (Minyakita) lagi tinggi. Harganya Rp40 ribu. Mending beli yang lain ini lebih bagus harganya Rp41.000. Ada juga ini (merek lain) Rp43.000. Nambah dikit (bayarnya) lebih bagus," ucapnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Zulhas Bongkar Penyebab Minyakita Langka, Ternyata Bukan Soal Stok

Zulhas Bongkar Penyebab Minyakita Langka, Ternyata Bukan Soal Stok

News | Kamis, 16 April 2026 | 11:04 WIB

Minyakita Sulit Didapat dan Mahal, Pedagang Kritik Distribusi Bulog

Minyakita Sulit Didapat dan Mahal, Pedagang Kritik Distribusi Bulog

Bisnis | Rabu, 15 April 2026 | 13:31 WIB

Pastikan Ketersediaan Minyakita Aman, Dirut Bulog Sidak Pasar-pasar Di Jakarta

Pastikan Ketersediaan Minyakita Aman, Dirut Bulog Sidak Pasar-pasar Di Jakarta

News | Selasa, 14 April 2026 | 17:49 WIB

Misteri Hilangnya Minyakita di Pasar: Stok Gaib, Harga Bisa Tembus Rp40 Ribu!

Misteri Hilangnya Minyakita di Pasar: Stok Gaib, Harga Bisa Tembus Rp40 Ribu!

Bisnis | Selasa, 14 April 2026 | 14:41 WIB

Lonjakan Harga Pangan Nasional, Cabai Naik hingga 18 Persen

Lonjakan Harga Pangan Nasional, Cabai Naik hingga 18 Persen

Bisnis | Selasa, 14 April 2026 | 09:57 WIB

Terkini

IHSG Terus Memerah Hingga Akhir Perdagangan ke Level 7,621, Cek Saham yang Cuan?

IHSG Terus Memerah Hingga Akhir Perdagangan ke Level 7,621, Cek Saham yang Cuan?

Bisnis | Kamis, 16 April 2026 | 17:28 WIB

Tak Cukup Kasih Modal, UMKM Perlu Akses Pasar Agar Naik Kelas

Tak Cukup Kasih Modal, UMKM Perlu Akses Pasar Agar Naik Kelas

Bisnis | Kamis, 16 April 2026 | 17:21 WIB

S&P Sorot Rasio Utang RI, Purbaya Klaim Belum di Level Berbahaya

S&P Sorot Rasio Utang RI, Purbaya Klaim Belum di Level Berbahaya

Bisnis | Kamis, 16 April 2026 | 16:58 WIB

Laba Emiten Hary Tanoe Terbang 140 Persen

Laba Emiten Hary Tanoe Terbang 140 Persen

Bisnis | Kamis, 16 April 2026 | 16:57 WIB

Gak Cuma Murah, Minyak Rusia Ternyata 'Jodoh' Buat Kilang Pertamina

Gak Cuma Murah, Minyak Rusia Ternyata 'Jodoh' Buat Kilang Pertamina

Bisnis | Kamis, 16 April 2026 | 16:45 WIB

OJK dan BEI Bongkar Data Pemilik Saham RI, Berharap Genjot Transparansi

OJK dan BEI Bongkar Data Pemilik Saham RI, Berharap Genjot Transparansi

Bisnis | Kamis, 16 April 2026 | 16:40 WIB

Produksi Cat Nasional Tembus 1,5 Juta Ton, Pemerintah Soroti Pentingnya Keamanan Produk

Produksi Cat Nasional Tembus 1,5 Juta Ton, Pemerintah Soroti Pentingnya Keamanan Produk

Bisnis | Kamis, 16 April 2026 | 16:31 WIB

Cara Perusahaan Asuransi Genjot Penetrasi Layanan

Cara Perusahaan Asuransi Genjot Penetrasi Layanan

Bisnis | Kamis, 16 April 2026 | 16:20 WIB

Direksi BUMN Karya Dipanggil Dony Oskaria Satu per Satu, Tentukan Nasib Restrukturisasi

Direksi BUMN Karya Dipanggil Dony Oskaria Satu per Satu, Tentukan Nasib Restrukturisasi

Bisnis | Kamis, 16 April 2026 | 16:18 WIB

420 Siswa Ikuti Program CyberHeroes Telkom, Bangun Kesadaran Keamanan Digital

420 Siswa Ikuti Program CyberHeroes Telkom, Bangun Kesadaran Keamanan Digital

Bisnis | Kamis, 16 April 2026 | 16:15 WIB