Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.790.000
Beli Rp2.665.000
IHSG 6.127,381
LQ45 611,168
Srikehati 300,000
JII 381,954
USD/IDR 17.878

Wall Street Pecah Rekor di Tengah Harapan Damainya Perang, Berimbas ke IHSG?

Achmad Fauzi

Jum'at, 17 April 2026 | 07:37 WIB
Wall Street Pecah Rekor di Tengah Harapan Damainya Perang, Berimbas ke IHSG?
Ilustrasi perdagangan saham di Wall Street. [Pexels].
  • S&P 500 dan Nasdaq cetak rekor baru, Nasdaq reli 12 hari beruntun
  • Sentimen positif datang dari peluang gencatan senjata dan negosiasi AS-Iran
  • Analis ingatkan potensi volatilitas akibat pertumbuhan ekonomi yang melambat

Suara.com - Bursa saham Amerika Serikat (AS) atau Wall Street tembus rekor baru pada perdagangan Kamis, 16 April 2026 (Jumat pagi waktu Indonesia). Hal ini didorong optimisme investor terhadap potensi meredanya konflik Iran.

Mengutip CNBC, indeks S&P 500 naik 0,26 persen ke level 7.041, sementara Nasdaq Composite menguat 0,36 persen ke 24.102. Keduanya mencetak rekor intraday sekaligus penutupan tertinggi sepanjang masa.

Khusus Nasdaq, reli kali ini menandai sesi penguatan ke-12 berturut-turut—menjadi rekor kemenangan terpanjang sejak 2009.

Sementara itu, Dow Jones Industrial Average turut menguat 115 poin atau 0,24 persen ke posisi 48.578,72.

Jika dilihat secara mingguan, performa Wall Street juga solid. S&P 500 dan Nasdaq masing-masing melonjak 3,3 persen dan 5,2 persen, sedangkan Dow Jones naik lebih dari 1 persen.

Ilustrasi perdagangan saham di Wall Street. [Pexels].
Ilustrasi perdagangan saham di Wall Street. [Pexels].

Penguatan pasar dipicu sentimen geopolitik setelah Presiden AS Donald Trump mengungkapkan adanya komunikasi dengan Presiden Lebanon Joseph Aoun dan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu.

Trump menyebut Israel dan Lebanon telah menyepakati gencatan senjata selama 10 hari yang akan dimulai pukul 17.00 waktu setempat.

Di sisi lain, Ketua Parlemen Iran menegaskan bahwa penghentian serangan Israel ke Lebanon menjadi syarat utama dimulainya kembali negosiasi antara AS dan Iran.

Trump juga mengindikasikan bahwa pembicaraan lanjutan AS-Iran berpotensi digelar pada akhir pekan depan. Bahkan sebelumnya, ia menyebut konflik Iran 'hampir berakhir' dan menilai Teheran ingin segera mencapai kesepakatan.

Harapan damai ini menjadi katalis utama penguatan pasar dalam beberapa hari terakhir. Bahkan, S&P 500 telah berhasil menghapus seluruh kerugiannya sejak awal konflik Iran.

Sehari sebelumnya, S&P 500 juga mencetak tonggak sejarah dengan menembus level 7.000 untuk pertama kalinya, sementara Nasdaq menutup di atas 24.000.

Meski demikian, sejumlah analis mengingatkan potensi volatilitas masih membayangi pasar ke depan.

“Kita harus melewati beberapa kuartal pertumbuhan PDB yang kurang memuaskan,” ujar Kepala Strategi Investasi Sage Advisory, Rob Williams.

Ia menambahkan, meski pasar berharap konflik segera selesai, pertumbuhan ekonomi AS diperkirakan masih berada di kisaran 2% dan berpotensi turun di bawah level tersebut dalam beberapa kuartal ke depan.

“Saya tidak tahu apakah pasar sudah siap untuk itu,” tutupnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Investor Masa Bodoh dengan Perang, Wall Street Terus Meluncur Naik

Investor Masa Bodoh dengan Perang, Wall Street Terus Meluncur Naik

Bisnis | Rabu, 15 April 2026 | 07:16 WIB

Wall Street Masih Terbang Setelah Trump Pede Bisa Damai dengan Iran

Wall Street Masih Terbang Setelah Trump Pede Bisa Damai dengan Iran

Bisnis | Selasa, 14 April 2026 | 08:01 WIB

Negosiasi AS-Iran Gagal, Wall Street Bisa Kembali Kebakaran

Negosiasi AS-Iran Gagal, Wall Street Bisa Kembali Kebakaran

Bisnis | Senin, 13 April 2026 | 07:45 WIB

Terkini

Danantara Bongkar Borok BUMN, Catat Penurunan Aset Hampir Rp100 Triliun

Danantara Bongkar Borok BUMN, Catat Penurunan Aset Hampir Rp100 Triliun

Bisnis | Senin, 01 Juni 2026 | 15:53 WIB

Jelang DSI Beroperasi, Pengusaha Kompak Minta Jaminan Kontrak Ekspor Tetap Aman

Jelang DSI Beroperasi, Pengusaha Kompak Minta Jaminan Kontrak Ekspor Tetap Aman

Bisnis | Senin, 01 Juni 2026 | 15:49 WIB

Setor Ratusan Triliun ke Negara, Tapi Petani Tembakau Belum Dilindungi Hukum

Setor Ratusan Triliun ke Negara, Tapi Petani Tembakau Belum Dilindungi Hukum

Bisnis | Senin, 01 Juni 2026 | 15:45 WIB

Gaji ke-13 ASN dan Pensiun Cair Mulai Besok, Taspen Ungkap Aturan hingga Penerima yang Tak Kebagian

Gaji ke-13 ASN dan Pensiun Cair Mulai Besok, Taspen Ungkap Aturan hingga Penerima yang Tak Kebagian

Bisnis | Senin, 01 Juni 2026 | 15:22 WIB

Bulog Dukung Upaya Menjaga Kelancaran Penyaluran Tebu Petani di Blora

Bulog Dukung Upaya Menjaga Kelancaran Penyaluran Tebu Petani di Blora

Bisnis | Senin, 01 Juni 2026 | 15:11 WIB

Pendapatan Negara Bisa Berkurang Gegara Pembatasan Nikotin dan Tar

Pendapatan Negara Bisa Berkurang Gegara Pembatasan Nikotin dan Tar

Bisnis | Senin, 01 Juni 2026 | 15:01 WIB

Kemendag Ungkap Penyebab Koreksi Harga Emas pada Awal Juni 2026

Kemendag Ungkap Penyebab Koreksi Harga Emas pada Awal Juni 2026

Bisnis | Senin, 01 Juni 2026 | 14:52 WIB

1 Juni 2026 Masa Transisi, Tapi Petinggi Danantara Sumberdaya Indonesia Belum Diumumkan

1 Juni 2026 Masa Transisi, Tapi Petinggi Danantara Sumberdaya Indonesia Belum Diumumkan

Bisnis | Senin, 01 Juni 2026 | 14:29 WIB

Prabowo Soroti Ketimpangan Ekonomi: RI Kaya Nikel hingga Emas, Rakyat Jangan Hanya Jadi Penonton

Prabowo Soroti Ketimpangan Ekonomi: RI Kaya Nikel hingga Emas, Rakyat Jangan Hanya Jadi Penonton

Bisnis | Senin, 01 Juni 2026 | 14:11 WIB

Prabowo Pidato 1 Juni 2026: Lawan Asing, Waktunya Kembali ke Ekonomi Pancasila

Prabowo Pidato 1 Juni 2026: Lawan Asing, Waktunya Kembali ke Ekonomi Pancasila

Bisnis | Senin, 01 Juni 2026 | 12:58 WIB