Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.585.000
Beli Rp2.470.000
IHSG 6.037,842
LQ45 602,373
Srikehati 296,769
JII 356,005
USD/IDR 18.126

Investor Masa Bodoh dengan Perang, Wall Street Terus Meluncur Naik

Achmad Fauzi

Rabu, 15 April 2026 | 07:16 WIB
Investor Masa Bodoh dengan Perang, Wall Street Terus Meluncur Naik
Ilustrasi perdagangan saham Wall Street. [Unsplash].
baca 10 detik
  • Indeks S&P 500, Nasdaq, dan Dow Jones di Wall Street menguat pada perdagangan Selasa, 14 April 2026.
  • Penguatan didorong optimisme negosiasi AS-Iran serta data Indeks Harga Produsen yang lebih rendah dari perkiraan analis.
  • Sektor teknologi mencatat kenaikan signifikan, sementara saham perbankan seperti JPMorgan Chase justru mengalami penurunan kinerja keuangan.

Suara.com - Bursa saham Amerika Serikat (AS) atau Wall Street terus melanjutkan reli penguatan pada perdagangan Selasa, 14 April 2026. Penguatan ini, setelah para investor masa bodoh dengan gagalnya perundingan damai antara AS dan Iran pekan lalu.

Menukil dari CNBC, indeks S&P 500 melonjak 1,18 persen ke level 6.967. Tak ketinggalan, Nasdaq Composite yang sarat saham teknologi terbang 1,96 persen ke posisi 23.639.

Sementara itu, Dow Jones Industrial Average turut menguat 317,74 poin atau 0,66 persen dan ditutup di level 48.535.

Ilustrasi perdagangan saham Wall Street. [Unsplash].
Ilustrasi perdagangan saham Wall Street. [Unsplash].

Sektor teknologi kembali menjadi pahlawan yang menyokong pergerakan pasar. Saham Oracle, misalnya, melesat 4,7 persen, melanjutkan tren positif setelah sebelumnya sempat melonjak 12 persen.

Nama-nama besar lain seperti Nvidia dan Palantir Technologies juga mencatatkan sesi kemenangan yang manis pada perdagangan kali ini.

Ketangguhan Wall Street dalam menghadapi ketidakpastian geopolitik ini didorong oleh pernyataan Presiden Donald Trump. Trump mengklaim bahwa pihak Iran telah menghubunginya dan menyatakan keinginan kuat untuk mencapai kesepakatan.

"Kami telah dihubungi oleh pihak lain. Mereka sangat ingin mencapai kesepakatan," ujar Trump.

Harapan investor semakin membuncah setelah seorang pejabat Gedung Putih membocorkan kepada CNBC bahwa putaran kedua negosiasi antara Washington dan Teheran sedang dalam pembahasan. Meski belum ada jadwal resmi, kabar ini cukup untuk menenangkan pasar.

"Saya pikir pasar sudah memperhitungkan tingkat kecemasan tertentu tentang Iran. Tampaknya kita kembali mendekati level tertinggi sepanjang masa dengan latar belakang yang lebih jelas," kata Ross Mayfield, ahli strategi investasi di Baird.

baca juga

Sentimen pasar juga terbantu oleh rilis data Indeks Harga Produsen (IHP) bulan Maret yang naik jauh lebih rendah dari perkiraan, memberikan sinyal positif bagi tekanan inflasi di AS.

Namun, tidak semua pihak berpesta. Saham-saham perbankan raksasa justru tertekan setelah rilis laporan keuangan. Saham JPMorgan Chase ambruk lebih dari 5 persen akibat kinerja yang mengecewakan.

Sementara itu, Wells Fargo juga mencatat penurunan harga saham setelah memangkas proyeksi pendapatan bunga bersihnya, meskipun kinerja kuartal pertamanya secara umum melampaui ekspektasi.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

IHSG 'Ngamuk' Meroket ke Level 7.600

IHSG 'Ngamuk' Meroket ke Level 7.600

Bisnis | Selasa, 14 April 2026 | 17:04 WIB

IHSG Terus Lari Kencang 2% di Sesi I, 537 Saham Menghijau

IHSG Terus Lari Kencang 2% di Sesi I, 537 Saham Menghijau

Bisnis | Selasa, 14 April 2026 | 13:15 WIB

Semua Melesat, Saham Taipan Prajogo Pangestu Jadi Penyelamat IHSG

Semua Melesat, Saham Taipan Prajogo Pangestu Jadi Penyelamat IHSG

Bisnis | Selasa, 14 April 2026 | 10:55 WIB

Terkini

Polemik Revisi UU Hak Cipta, Google Respon Wacana Pemerintah

Polemik Revisi UU Hak Cipta, Google Respon Wacana Pemerintah

Bisnis | Selasa, 14 Juli 2026 | 17:07 WIB

Setoran Freeport ke Negara Turun Menjadi USD 2,6 Miliar pada 2026

Setoran Freeport ke Negara Turun Menjadi USD 2,6 Miliar pada 2026

Bisnis | Selasa, 14 Juli 2026 | 16:52 WIB

Bahlil Diserang PDIP Soal Batu Bara PLN, Ade Ginanjar Pasang Badan: Jangan Politisasi Energi

Bahlil Diserang PDIP Soal Batu Bara PLN, Ade Ginanjar Pasang Badan: Jangan Politisasi Energi

Bisnis | Selasa, 14 Juli 2026 | 16:46 WIB

IHSG Bertahan di Atas 6.000, Tapi Dihantam Saham Perbankan

IHSG Bertahan di Atas 6.000, Tapi Dihantam Saham Perbankan

Bisnis | Selasa, 14 Juli 2026 | 16:40 WIB

Tak Sekadar Chatbot, Investor Ritel Bisa Manfaatkan AI untuk Analisis Saham

Tak Sekadar Chatbot, Investor Ritel Bisa Manfaatkan AI untuk Analisis Saham

Bisnis | Selasa, 14 Juli 2026 | 16:28 WIB

Rupiah Menguat Tipis Berkat Sentimen Positif S&P Global Ratings

Rupiah Menguat Tipis Berkat Sentimen Positif S&P Global Ratings

Bisnis | Selasa, 14 Juli 2026 | 16:28 WIB

Aturan Kemasan Rokok Polos Dinilai Ancam 1,2 Juta Lapangan Kerja

Aturan Kemasan Rokok Polos Dinilai Ancam 1,2 Juta Lapangan Kerja

Bisnis | Selasa, 14 Juli 2026 | 16:23 WIB

Pengangkatan Keponakan Menteri PU Jadi Komisaris PTPP Atas Usulan BP BUMN-Danantara

Pengangkatan Keponakan Menteri PU Jadi Komisaris PTPP Atas Usulan BP BUMN-Danantara

Bisnis | Selasa, 14 Juli 2026 | 16:18 WIB

Ajinomoto Indonesia Jadi Pelopor PMR Proaktif, Raih PMR Award 2026 dari BPOM

Ajinomoto Indonesia Jadi Pelopor PMR Proaktif, Raih PMR Award 2026 dari BPOM

Bisnis | Selasa, 14 Juli 2026 | 15:59 WIB

Kas Seret, Pos Indonesia Tunda Bayar Imbal Jasa Sukuk Rp24,11 Miliar

Kas Seret, Pos Indonesia Tunda Bayar Imbal Jasa Sukuk Rp24,11 Miliar

Bisnis | Selasa, 14 Juli 2026 | 14:42 WIB

×