- Indeks S&P 500 melonjak 1,02 persen ke level 6.886, yang merupakan angka tertinggi sejak pecahnya konflik AS-Iran, sementara Nasdaq dan Dow Jones masing-masing turut menguat 1,23 persen dan 0,63 persen.
- Saham-saham teknologi raksasa seperti Oracle yang melonjak hampir 13 persen dan Palantir Technologies yang naik lebih dari 3 persen menjadi motor utama pemulihan indeks pasar.
- Meskipun pasar bereaksi positif terhadap klaim Trump mengenai keinginan Iran untuk bernegosiasi, para analis mengingatkan bahwa situasi di Selat Hormuz tetap kritis bagi harga minyak dan sentimen pasar global karena potensi ketegangan yang masih berlanjut.
Suara.com - Bursa saham Amerika Serikat (AS) atau Wall Street melesat pada perdagangan Senin, 13 April 2026. Lonjakan ini setelah ada sinyal perdamaian baru dari AS dengan Iran.
Menukil dari CNBC, indeks S&P 500 melonjak 1,02 persen dan berakhir di level 6.886. Posisi ini menjadi penutupan tertinggi sejak konflik antara AS dan Iran pecah.
Tak mau ketinggalan, Nasdaq Composite melesat 1,23 persen ke posisi 23.183, sementara Dow Jones Industrial Average naik 301,68 poin atau 0,63 persen ke level 48.218.
Kenaikan pasar modal ini dipicu oleh pernyataan optimis Donald Trump. Meski AS baru saja memulai blokade di Selat Hormuz setelah perundingan di Islamabad buntu, Trump mengklaim pihak Iran telah menghubunginya.
"Kami telah dihubungi oleh pihak lain. Mereka sangat ingin mencapai kesepakatan," ujar Trump.

Sektor teknologi menjadi motor penggerak Wall Street. Saham Oracle melonjak hampir 13 persen, sementara Palantir Technologies naik lebih dari 3 persen. Lonjakan ini berhasil menghapus kerugian S&P 500 yang sempat terjadi sejak awal konflik Timur Tengah.
Meski sudah ada sinyal positif, Kepala Investasi Bellwether Wealth, Clark Bellin, mengingatkan bahwa konflik di Timur Tengah belum sepenuhnya usai.
"Selat Hormuz sangat kritis bagi harga minyak dan sentimen pasar global. Akan ada banyak gertakan antara AS dan Iran minggu ini," kata Bellin.