Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp0
Beli Rp0
IHSG ...
LQ45 ...
Srikehati
JII ...

Harga Emas Antam Terus Terjungkal Hari Ini, Dibanderol Rp 2.868.000/Gram

Achmad Fauzi

Jum'at, 17 April 2026 | 09:15 WIB
Harga Emas Antam Terus Terjungkal Hari Ini, Dibanderol Rp 2.868.000/Gram
Emas produksi PT Aneka Tambang (Antam) di Jakarta, Selasa (3/3).
  • Harga emas Antam per 17 April 2026 turun menjadi Rp2.868.000 per gram dan harga buyback menjadi Rp2.659.000.
  • Penurunan harga emas Antam dipengaruhi oleh melemahnya harga emas dunia akibat penguatan dolar Amerika Serikat global.
  • Sentimen pasar yang membaik terkait perkembangan geopolitik di Timur Tengah turut menekan daya tarik emas sebagai investasi.

Suara.com - Harga emas PT Aneka Tambang Tbk (Antam) pada hari Jumat, 17 April 2026 untuk ukuran satu dibanderol di harga Rp 2.868.000 per gram.

Dikutip dari situs Logam Mulia, harga emas Antam itu kembali anjlok Rp 20.000 dibandingkan Kamis, 16 April 2026.

Sementara itu, harga Buyback (beli kembali) emas Antam dibanderol di harga Rp 2.659.000 per gram.

Harga buyback itu ikut longsor Rp 15.000 dibandingkan dengan harga buyback hari Kamis kemarin.

Perlu diingat, harga tersebut belum termasuk pajak penghasilan (PPh) sebesar 0,45 persen bagi pemegang NPWP dan 0,9 persen yang tidak memiliki NPWP. Pengenaan PPh ini sesuai dengan PMK Nomor 34/OMK.19/2017.3.

Emas antam pegadaian. Warga Palembang ramai gadai emas usai lebaran demi sekolah anak.
Emas antam.

Seperti dilansir dari laman resmi Logam Mulia Antam, berikut adalah harga emas antam setelah pajak pada hari ini:

  • 0,5 gram: Rp1.487.710
  • 1 gram: Rp2.875.170
  • 2 gram: Rp5.690.190
  • 3 gram: Rp8.510.223
  • 5 gram: Rp14.150.288
  • 10 gram: Rp28.245.438
  • 25 gram: Rp70.487.780
  • 50 gram: Rp140.896.363
  • 100 gram: Rp281.714.530
  • 250 gram: Rp704.020.663
  • 500 gram: Rp1.407.830.800
  • 1000 gram: Rp2.815.621.500

Harga Emas Dunia

Harga emas dunia bergerak melemah pada perdagangan Kamis waktu setempat, seiring penguatan dolar Amerika Serikat (AS) dan meredanya sentimen kekhawatiran di pasar global.

Mengutip Investing.com, harga emas spot (XAU/USD) tercatat sedikit menguat ke level 4.792 dolar AS per ons. Namun, emas berjangka justru turun 0,2 persen menjadi 4.813 dolar AS per ons.

Tekanan terhadap emas dipicu kombinasi penguatan dolar AS dan membaiknya sentimen pasar saham, yang mengurangi daya tarik logam kuning sebagai aset lindung nilai (safe haven).

Optimisme pasar turut didorong perkembangan geopolitik, setelah Presiden AS Donald Trump menyebut peluang tercapainya kesepakatan dengan Iran semakin besar.

Trump juga mengumumkan bahwa Israel dan Lebanon telah menyepakati gencatan senjata selama 10 hari, serta membuka peluang pembicaraan lanjutan antara AS dan Iran dalam waktu dekat.

"Pasar saham bagus, harga minyak turun, dan tampaknya sangat baik bahwa kita akan mencapai kesepakatan dengan Iran, dan itu akan menjadi kesepakatan yang baik, itu akan menjadi kesepakatan tanpa senjata nuklir," kata Trump.

Meski demikian, ketegangan di Timur Tengah belum sepenuhnya mereda. Blokade angkatan laut AS terhadap Iran masih berlangsung dan memicu peringatan dari pihak militer Iran.

Secara historis, emas biasanya menguat saat terjadi ketidakpastian geopolitik. Namun, dalam konflik Iran terbaru, harga emas justru sempat tertekan.

Lonjakan harga minyak memicu kekhawatiran inflasi dan meningkatkan ekspektasi kenaikan suku bunga oleh bank sentral, termasuk The Fed. Kondisi suku bunga tinggi ini cenderung menekan kinerja emas karena tidak memberikan imbal hasil.

Meski sempat tertekan, harga emas menunjukkan pemulihan bertahap sepanjang April. Data London Bullion Market Association (LBMA) mencatat emas masih mampu naik lebih dari 5 persen pada kuartal pertama 2026.

LBMA juga menilai fluktuasi harga emas sepanjang awal tahun ini tergolong ekstrem, dengan rentang pergerakan mencapai 29,04 persen dari level terendah ke tertinggi. Di tengah perdebatan soal status safe haven, LBMA menegaskan bahwa peran emas tidak bisa dinilai dalam jangka pendek.

Menurut lembaga tersebut, emas tetap menjadi aset penting dalam jangka panjang, terutama karena likuiditasnya yang tinggi saat investor membutuhkan dana tunai di tengah gejolak pasar.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Harga Emas Antam Longsor Lagi Jadi Rp 2.888.000/Gram, Cek Daftarnya

Harga Emas Antam Longsor Lagi Jadi Rp 2.888.000/Gram, Cek Daftarnya

Bisnis | Kamis, 16 April 2026 | 09:25 WIB

Harga Emas Antam, Galeri 24 dan UBS Naik Semua! Kembali Tembus Rp 3 Jutaan

Harga Emas Antam, Galeri 24 dan UBS Naik Semua! Kembali Tembus Rp 3 Jutaan

Bisnis | Kamis, 16 April 2026 | 07:52 WIB

Alasan Harga Emas Justru Turun di Tengah Konflik

Alasan Harga Emas Justru Turun di Tengah Konflik

Bisnis | Rabu, 15 April 2026 | 19:12 WIB

Terkini

Saham BBCA dan BBRI Sedang 'Cuci Gudang', Saatnya Borong?

Saham BBCA dan BBRI Sedang 'Cuci Gudang', Saatnya Borong?

Bisnis | Jum'at, 05 Juni 2026 | 23:33 WIB

Pasar Modal Indonesia Ditinggal Investor, 15 Perusahaan Masih Nekat IPO Tahun Ini

Pasar Modal Indonesia Ditinggal Investor, 15 Perusahaan Masih Nekat IPO Tahun Ini

Bisnis | Jum'at, 05 Juni 2026 | 20:51 WIB

MinyaKita Hilang dari Rak Toko, Tukang Gorengan Akui Rugi Pengeluaran Bengkak

MinyaKita Hilang dari Rak Toko, Tukang Gorengan Akui Rugi Pengeluaran Bengkak

Bisnis | Jum'at, 05 Juni 2026 | 20:49 WIB

Punya Rumah Tak Lagi Ribet, Pengajuan KPR untuk Gen Z Dipermudah

Punya Rumah Tak Lagi Ribet, Pengajuan KPR untuk Gen Z Dipermudah

Bisnis | Jum'at, 05 Juni 2026 | 20:43 WIB

Meski Rupiah-IHSG Loyo, Purbaya Buktikan Arus Modal Asing Masih Ramai Masuk RI

Meski Rupiah-IHSG Loyo, Purbaya Buktikan Arus Modal Asing Masih Ramai Masuk RI

Bisnis | Jum'at, 05 Juni 2026 | 20:37 WIB

Akibat IHSG Bobrok, Dana Asing Telah Keluar Rp 4,1 T Sepanjang Mei

Akibat IHSG Bobrok, Dana Asing Telah Keluar Rp 4,1 T Sepanjang Mei

Bisnis | Jum'at, 05 Juni 2026 | 20:25 WIB

Raih Kinerja Topcer, Anak usaha Emiten TUGU Catatkan Laba Bersih Rp 95,1 M di 2025

Raih Kinerja Topcer, Anak usaha Emiten TUGU Catatkan Laba Bersih Rp 95,1 M di 2025

Bisnis | Jum'at, 05 Juni 2026 | 20:17 WIB

Emiten Farmasi MDLA Perkuat Bisnis Berkelanjutan, Gunakan Mobil Listrik

Emiten Farmasi MDLA Perkuat Bisnis Berkelanjutan, Gunakan Mobil Listrik

Bisnis | Jum'at, 05 Juni 2026 | 19:30 WIB

Orang Kaya Tak Wajib Serok Surat Utang Danantara, Siapa yang Beli?

Orang Kaya Tak Wajib Serok Surat Utang Danantara, Siapa yang Beli?

Bisnis | Jum'at, 05 Juni 2026 | 19:23 WIB

Perbaiki Arus Kas, Begini Strategi Emiten PPRO

Perbaiki Arus Kas, Begini Strategi Emiten PPRO

Bisnis | Jum'at, 05 Juni 2026 | 18:46 WIB