Harga Bahan Baku Naik Gila-gilaan, Industri Tekstil: Kami Enggak Bisa Survive!

Liberty Jemadu, Fakhri Fuadi Muflih

Jum'at, 17 April 2026 | 19:47 WIB
Harga Bahan Baku Naik Gila-gilaan, Industri Tekstil: Kami Enggak Bisa Survive!
Direktur Eksekutif Asosiasi Pertekstilan Indonesia (API) Danang Girindrawardana mengatakan lonjakan harga bahan baku gila-gilaan membuat industri terancam tak bisa survive atau bertahan.. [Suara.com/Alfian Winanto]
baca 10 detik
  • Industri tekstil nasional menghadapi lonjakan harga bahan baku sebesar 30 hingga 40 persen yang mengancam kelangsungan operasional usaha.
  • Ketergantungan pada impor bahan baku kimia berbasis minyak membuat industri sangat rentan terhadap dinamika geopolitik global saat ini.
  • Asosiasi Pertekstilan Indonesia berupaya mencari alternatif pemasok bahan baku dari India dan Vietnam untuk menekan tingginya biaya produksi.

Suara.com - Industri tekstil nasional tengah menghadapi tekanan berat akibat lonjakan harga bahan baku yang disebut mencapai 30 hingga 40 persen. Kenaikan ini dinilai menjadi salah satu tantangan terbesar bagi pelaku usaha di tengah kondisi biaya produksi yang terus meningkat.

Direktur Eksekutif Asosiasi Pertekstilan Indonesia (API) Danang Girindrawardana mengatakan lonjakan harga bahan baku gila-gilaan membuat industri terancam tak bisa survive atau bertahan.

"Ya, kenaikan bahan baku tekstil ini kan udah gila-gilaan ya, 30 persen, 40 persen. Dan ini menjadi salah satu kendala besar kita mengingat tidak ada suplai lokal," ujarnya kepada wartawan, Jumat (17/4/2026).

Menurutnya, keterbatasan pasokan dalam negeri membuat industri sangat bergantung pada impor. Kondisi ini membuat pelaku usaha tidak memiliki banyak pilihan selain mencari alternatif sumber bahan baku dari luar negeri.

"Jadi substitusi yang harus dilakukan adalah supplier tidak hanya dari China tapi juga dari India," jelasnya.

API juga mulai melirik negara lain sebagai sumber bahan baku untuk menekan biaya produksi yang semakin tinggi. Langkah ini dinilai penting agar industri tetap bisa bertahan di tengah tekanan harga.

"Kami juga pikirkan supplier-supplier dari Vietnam, yang memungkinkan untuk menggantikan bahan baku supaya saat ini tidak terlalu mahal," jelasnya.

Danang menyebut, lonjakan harga bahan baku sudah mulai menggerus kemampuan industri untuk bertahan. Terlebih, biaya energi yang berpotensi ikut meningkat akan semakin menambah beban produksi.

"Karena terlalu mahal, kita udah enggak bisa survive di mana biaya-biaya energi akan segera naik, meskipun pemerintah statement tidak akan mengalami kenaikan pada tahun sampai akhir tahun 2026," tuturnya.

baca juga

Ia menjelaskan, kenaikan harga bahan baku terutama terjadi pada komponen berbasis kimia yang menjadi dasar produksi tekstil. Komponen ini selama ini banyak diimpor dari berbagai negara.

"(Naik) 30, 40 persen. Nah kalau bahan baku tekstil kan banyak banget ya. Kan kita bicara MEG, kita bicara poli, itu banyak sekali," ungkapnya.

Bahan-bahan tersebut umumnya merupakan turunan minyak, sehingga sangat dipengaruhi oleh kondisi global, termasuk dinamika geopolitik di kawasan Timur Tengah.

"Semua untuk bahan-bahan chemical untuk membikin yarn, benang, itu dari chemical, dan itu potensial naik," ujar Danang.

Menurut Danang, ketergantungan terhadap bahan baku berbasis minyak membuat industri tekstil rentan terhadap gangguan distribusi global. Salah satunya jika jalur perdagangan utama seperti Selat Hormuz terganggu.

"Dan kalau terjadi benar-benar Selat Hormuz tidak memungkinkan untuk menjadi lalu lintas, sementara bahan-bahan itu memang turunan minyak, artinya ya kita terkendala juga dengan adanya perang Iran-Israel ini," pungkasnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Siap-siap! Harga Pakaian Bakal Melonjak Tinggi

Siap-siap! Harga Pakaian Bakal Melonjak Tinggi

Bisnis | Jum'at, 17 April 2026 | 17:48 WIB

Indonesia Kejar Pasar Amerika, Ekspor Tekstil Jadi Andalan Baru

Indonesia Kejar Pasar Amerika, Ekspor Tekstil Jadi Andalan Baru

Bisnis | Jum'at, 17 April 2026 | 09:11 WIB

Hikari Unjuk Gigi dengan Mesin Jahit Berbasis AI di Inatex 2026

Hikari Unjuk Gigi dengan Mesin Jahit Berbasis AI di Inatex 2026

Foto | Kamis, 16 April 2026 | 18:50 WIB

Ribuan Merek Tekstil Global Ramaikan Indo Intertex 2026 di JIExpo Kemayoran

Ribuan Merek Tekstil Global Ramaikan Indo Intertex 2026 di JIExpo Kemayoran

Foto | Kamis, 16 April 2026 | 18:32 WIB

Gen Z Mulai Pilih Baju dengan Nilai, Bisakah Ini Tekan Limbah Fashion?

Gen Z Mulai Pilih Baju dengan Nilai, Bisakah Ini Tekan Limbah Fashion?

Lifestyle | Selasa, 14 April 2026 | 16:55 WIB

Terkini

Kemasan Bekas Jangan Langsung Dibuang, Mulai Biasakan Mengelolanya dengan Benar

Kemasan Bekas Jangan Langsung Dibuang, Mulai Biasakan Mengelolanya dengan Benar

Lifestyle | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 22:25 WIB

Dear Pemain Keturunan Indonesia di Jerman dan Spanyol, Siap-siap Dipanggil PSSI

Dear Pemain Keturunan Indonesia di Jerman dan Spanyol, Siap-siap Dipanggil PSSI

Bola | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 22:00 WIB

Tafsir Kerugian Negara Bikin Investor Waswas, Direksi BUMN Bisa Jadi Korban

Tafsir Kerugian Negara Bikin Investor Waswas, Direksi BUMN Bisa Jadi Korban

Bisnis | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 21:59 WIB

Tak Mau Turun Kasta, BEI Pede Indonesia Selamat dari Ancaman MSCI

Tak Mau Turun Kasta, BEI Pede Indonesia Selamat dari Ancaman MSCI

Bisnis | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 21:35 WIB

Ramai Dikritik Soal Acara Deklarasi Sumpah Pemuda, Raffi Ahmad Buka Suara

Ramai Dikritik Soal Acara Deklarasi Sumpah Pemuda, Raffi Ahmad Buka Suara

Video | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 21:30 WIB

In This Economy, Jadi Tentara Bayaran Rusia Diimingi Gaji Selangit Pulang Tinggal Nama

In This Economy, Jadi Tentara Bayaran Rusia Diimingi Gaji Selangit Pulang Tinggal Nama

News | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 21:00 WIB

Ketika Nonton Film Bareng Jadi Cara Baru Membangun Kedekatan di Dunia Kerja

Ketika Nonton Film Bareng Jadi Cara Baru Membangun Kedekatan di Dunia Kerja

Lifestyle | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 20:47 WIB

Manga Komedi-Romantis Hiragi-san's House of Vampires Dapat Adaptasi Anime

Manga Komedi-Romantis Hiragi-san's House of Vampires Dapat Adaptasi Anime

Your Say | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 20:40 WIB

BEI Siap Periksa Acak Free Float Emiten, Direksi Terancam Sanksi Tegas!

BEI Siap Periksa Acak Free Float Emiten, Direksi Terancam Sanksi Tegas!

Bisnis | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 20:15 WIB

Love's Ambition: Akting Sedih Zhao Lu Si yang Patahkan Genre Romansa CEO

Love's Ambition: Akting Sedih Zhao Lu Si yang Patahkan Genre Romansa CEO

Your Say | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 20:14 WIB

×