Gen Z Mulai Pilih Baju dengan Nilai, Bisakah Ini Tekan Limbah Fashion?

Bimo Aria Fundrika

Selasa, 14 April 2026 | 16:55 WIB
Gen Z Mulai Pilih Baju dengan Nilai, Bisakah Ini Tekan Limbah Fashion?
Ilustrasi fast fashion (unsplash.com/Becca McHaffie)

Suara.com - Bagi Gen Z di Indonesia, membeli pakaian tak lagi sekadar soal kebutuhan, melainkan juga pilihan nilai.

Mereka semakin mempertimbangkan dampak lingkungan dan sosial dari setiap produk yang dibeli. Belakangan hal ini dikenal sebagai conscious consumption.

Urgensi gerakan ini semakin terlihat. Data dari Sistem Informasi Pengelolaan Sampah Nasional (SIPSN) mencatat, limbah tekstil menyumbang 2,63 persen dari total limbah yang ada di Indonesia.

Angka ini menunjukkan bahwa industri fashion memiliki kontribusi nyata terhadap masalah lingkungan, sehingga perubahan perilaku konsumen menjadi salah satu cara untuk menekannya. 

Belanja Dengan Hati Nurani

Ilustrasi Fast Fashion [pexels.com]
Ilustrasi Fast Fashion [pexels.com]

Berdasarkan survei yang dilakukan oleh Deloitte pada tahun 2025, sebanyak 65 persen responden gen Z bersedia membayar lebih untuk membeli produk ramah lingkungan. Hal ini menandakan adanya pergeseran nilai, di mana harga bukan lagi satu-satunya pertimbangan utama bagi para gen Z. 

Loyalitas konsumen gen Z kini semakin bergantung pada sejauh mana sebuah brand mampu membuktikan komitmennya terhadap keberlanjutan. Selain kesedian untuk membayar lebih, gen Z juga sangat kritis terhadap transparansi rantai pasok sebuah brand. Bahkan, para gen Z juga tidak ragu untuk meninggalkan brand yang tidak sejalan dengan nilai keberlanjutan. 

Kondisi ini sering kali dimanfaatkan berbagai brand untuk mempromosikan barang-barang mereka dengan embel-embel ramah lingkungan. Padahal belum ada bukti nyata. Hal itu biasa dikenal dengan istilah greenwashing.

Untuk mengatasi permasalahan tersebut, gen Z cenderung melakukan riset mendalam di media sosial untuk memastikan bahwa klaim greenwashing bukan sekadar strategi pemasaran di sosial media. 

baca juga

Kekuatan Suara Digital dan Transparansi 

Di era digital, media sosial tidak lagi sekadar menjadi ruang hiburan, tetapi juga sarana untuk menyebarkan informasi, termasuk informasi mengenai gerakan conscious consumption. Data dari good stats menunjukkan bahwa mayoritas gen Z menghabiskan waktu mereka di media sosial, sehingga platform ini menjadi medium efektif dalam membangun kesadaran kolektif. 

Selain itu, media sosial juga menjadi ruang kampanye dan edukasi. Salah satu contohnya, adalah gerakan dari Zero Waste Indonesia melalui kampanye #tukar baju, yang bertujuan  untuk mengurangi limbah fashion di Indonesia. 

Di sisi lain, media sosial berfungsi sebagai alat advokasi yang kuat. Banyak pengguna yang secara aktif menyuarakan kritik terhadap brand yang tidak ramah lingkungan, sekaligus menuntut transparansi dan tanggung jawab atas dampak dari proses produksi mereka. 

Gaya hidup conscious consumption yang semakin banyak dijalani oleh gen Z, membuat dampak yang positif bagi lingkungan. Jika terus berkembang, gerakan conscious consumption bisa menjadi titik terang dari permasalahan limbah tekstil yang ada di Indonesia dan mendukung industri fashion menuju arah yang lebih berkelanjutan. 

Penulis: Natasha Suhendra

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Langkah Kecil Berdampak Besar: Ibu Dewi, Kartini Masa Kini yang Menebar Manfaat untuk Lingkungan

Langkah Kecil Berdampak Besar: Ibu Dewi, Kartini Masa Kini yang Menebar Manfaat untuk Lingkungan

Bisnis | Selasa, 14 April 2026 | 15:22 WIB

Potensi Besar Industri Daur Ulang, Mengapa Masih Dianggap Murah dan Berkualitas Rendah?

Potensi Besar Industri Daur Ulang, Mengapa Masih Dianggap Murah dan Berkualitas Rendah?

Lifestyle | Selasa, 14 April 2026 | 11:13 WIB

Revitalisasi Jalur Kaldera Tengger, Kurangi Kepadatan Wisata di Bromo

Revitalisasi Jalur Kaldera Tengger, Kurangi Kepadatan Wisata di Bromo

Foto | Senin, 13 April 2026 | 19:08 WIB

Terkini

Wacana Wajib Rekening Bank untuk Warga, Ekonom Ingatkan Ancaman dan Beban APBN

Wacana Wajib Rekening Bank untuk Warga, Ekonom Ingatkan Ancaman dan Beban APBN

Bisnis | Senin, 14 September 2026 | 10:17 WIB

Babak Baru Skandal Biksu Mesum Thailand: Peran Besar Wanita di Video Viral Gelapkan Dana Rp114 M

Babak Baru Skandal Biksu Mesum Thailand: Peran Besar Wanita di Video Viral Gelapkan Dana Rp114 M

News | Senin, 14 September 2026 | 10:17 WIB

Apa Fungsi Utama Sampo untuk Rambut Beruban? Ini 7 Fungsinya

Apa Fungsi Utama Sampo untuk Rambut Beruban? Ini 7 Fungsinya

Lifestyle | Senin, 14 September 2026 | 10:10 WIB

Dipecat PDIP Usai Kunjungi Jokowi, Achmad Hidayat Singgung Eri-Armuji

Dipecat PDIP Usai Kunjungi Jokowi, Achmad Hidayat Singgung Eri-Armuji

Jatim | Senin, 14 September 2026 | 10:05 WIB

Distraksi Patah Hati: Belajar Melepaskan dan Terluka Sewajarnya

Distraksi Patah Hati: Belajar Melepaskan dan Terluka Sewajarnya

Your Say | Senin, 14 September 2026 | 10:05 WIB

Anwar Ibrahim Blak-blakan soal Kebakaran Hutan Indonesia, Minta Prabowo Datang ke Malaysia

Anwar Ibrahim Blak-blakan soal Kebakaran Hutan Indonesia, Minta Prabowo Datang ke Malaysia

News | Senin, 14 September 2026 | 10:00 WIB

Sungai Jeneberang Kering, Warga Bikin Wisata Dadakan

Sungai Jeneberang Kering, Warga Bikin Wisata Dadakan

Foto | Senin, 14 September 2026 | 10:00 WIB

Santriwati di Ponpes Malang Diduga Jadi Korban Pelecehan Seksual, Polisi Turun Tangan

Santriwati di Ponpes Malang Diduga Jadi Korban Pelecehan Seksual, Polisi Turun Tangan

Jatim | Senin, 14 September 2026 | 09:57 WIB

Apa Itu Mindfulness? Bukan Memaksa Diri Selalu Berpikir Positif, Ini Penjelasannya

Apa Itu Mindfulness? Bukan Memaksa Diri Selalu Berpikir Positif, Ini Penjelasannya

Lifestyle | Senin, 14 September 2026 | 09:55 WIB

Malaysia Khawatir Mahasiswa Terdampak Kabut Asap Indonesia, Kampus Mulai Dipantau

Malaysia Khawatir Mahasiswa Terdampak Kabut Asap Indonesia, Kampus Mulai Dipantau

News | Senin, 14 September 2026 | 09:53 WIB

×