Pengusaha Warteg Khawatir Gas LPG 3Kg Langka

Liberty Jemadu, Fakhri Fuadi Muflih

Senin, 20 April 2026 | 19:36 WIB
Pengusaha Warteg Khawatir Gas LPG 3Kg Langka
Lonjakan harga LPG 12 kg memicu konsumen beralih ke gas melon yang lebih murah demi menghemat biaya operasional. [Antara]
baca 10 detik
  • Ketua Kowantara, Mukroni, mengkhawatirkan potensi kelangkaan LPG 3 kg akibat peralihan penggunaan gas non-subsidi.
  • Lonjakan harga LPG 12 kg memicu konsumen beralih ke gas melon yang lebih murah demi menghemat biaya operasional.
  • Migrasi penggunaan tersebut berisiko mengganggu ketersediaan stok LPG subsidi bagi pelaku usaha kecil dan mikro di lapangan.

Suara.com - Pengusaha warung tegal atau warteg mulai merasakan kekhawatiran akan adanya potensi kelangkaan LPG 3kg atau gas melon yang disubsidi pemerintah. Lonjakan harga LPG non-subsidi 12 kilogram dinilai memicu peralihan penggunaan yang berisiko mengganggu ketersediaan di lapangan.

Ketua Komunitas Warung Tegal Nusantara (Kowantara), Mukroni, mengingatkan kondisi tersebut bisa berdampak langsung pada pelaku usaha kecil.

“Kalau banyak yang beralih ke gas 3 kg, stok bisa cepat habis dan ini berisiko bagi pelaku usaha kecil,” kata Mukroni kepada Suara.com, Senin (20/4/2026).

Ia menjelaskan, harga LPG 12 kg yang kini mencapai sekitar Rp228.000 per tabung membuat sebagian pengguna memilih beralih ke LPG subsidi yang jauh lebih murah.

“Pengguna gas non-subsidi cenderung beralih ke gas 3 kg untuk berhemat,” ujarnya.

Menurut Mukroni, peralihan ini berpotensi membuat distribusi gas melon tidak lagi tepat sasaran. Padahal, LPG 3 kg selama ini diperuntukkan bagi masyarakat kecil dan pelaku usaha mikro seperti warteg.

Jika migrasi penggunaan terjadi secara masif, stok di pangkalan berisiko cepat habis. Kondisi tersebut akan menyulitkan pengusaha warteg kecil yang bergantung penuh pada gas subsidi untuk operasional harian.

“Pada akhirnya yang kesulitan justru usaha kecil yang memang bergantung penuh pada gas subsidi,” ucap dia.

Di sisi lain, harga LPG 3 kg saat ini masih relatif stabil di kisaran Rp19.000 hingga Rp22.000 per tabung. Selisih harga yang cukup lebar dibandingkan LPG 12 kg menjadi pemicu utama potensi lonjakan permintaan.

baca juga

Mukroni menilai, situasi ini bisa menimbulkan efek berantai terhadap usaha kecil. Tidak hanya soal ketersediaan gas, tetapi juga berpotensi mengganggu stabilitas biaya produksi.

“Kenaikan gas ini bukan satu-satunya faktor, biasanya akan diikuti kenaikan biaya lain seperti logistik dan bahan pangan,” katanya.

Mukroni pun berharap pemerintah dapat memastikan distribusi LPG 3 kg tetap tepat sasaran agar tidak terjadi kelangkaan yang merugikan masyarakat kecil.

Selain itu, ia juga mendorong adanya langkah antisipatif untuk meredam dampak lanjutan dari kenaikan harga LPG non-subsidi terhadap sektor usaha mikro.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Harga LPG dan BBM Nonsubsidi Naik dan Porsi Makan Kita yang Kian Mungil

Harga LPG dan BBM Nonsubsidi Naik dan Porsi Makan Kita yang Kian Mungil

Bisnis | Senin, 20 April 2026 | 16:23 WIB

Harga LPG Nonsubsidi Melonjak, Warteg Bingung: Kurangi Porsi atau Naikkan Harga?

Harga LPG Nonsubsidi Melonjak, Warteg Bingung: Kurangi Porsi atau Naikkan Harga?

Bisnis | Senin, 20 April 2026 | 14:18 WIB

Harga LPG Nonsubsidi Naik, Pengusaha Warteg Menjerit

Harga LPG Nonsubsidi Naik, Pengusaha Warteg Menjerit

Bisnis | Senin, 20 April 2026 | 12:54 WIB

Petaka Goreng Kentang: Pemilik Ketiduran, Warteg di Fatmawati Ludes Diamuk Api!

Petaka Goreng Kentang: Pemilik Ketiduran, Warteg di Fatmawati Ludes Diamuk Api!

News | Kamis, 09 April 2026 | 09:32 WIB

Warteg di Manggarai Hangus Terbakar Usai Ledakan Gas, Kerugian Capai Rp230 Juta

Warteg di Manggarai Hangus Terbakar Usai Ledakan Gas, Kerugian Capai Rp230 Juta

News | Rabu, 01 April 2026 | 08:45 WIB

Terkini

Alasan Polda Sulsel Borgol dan Tahan Eks Bupati Gowa Husniah Talenrang

Alasan Polda Sulsel Borgol dan Tahan Eks Bupati Gowa Husniah Talenrang

Sulsel | Selasa, 27 Oktober 2026 | 07:06 WIB

Kemenhub Pastikan Tak Ada Bandara Ditutup Imbas Karhutla

Kemenhub Pastikan Tak Ada Bandara Ditutup Imbas Karhutla

News | Selasa, 27 Oktober 2026 | 07:05 WIB

Tayang 25 November, Jang Gyuri dan Kim Min Chul Bintangi Film Horor My Home

Tayang 25 November, Jang Gyuri dan Kim Min Chul Bintangi Film Horor My Home

Your Say | Selasa, 27 Oktober 2026 | 07:00 WIB

Coba Hilangkan Bukti, Pembacok Bobotoh Persib di Bogor Buang Celurit ke Selokan

Coba Hilangkan Bukti, Pembacok Bobotoh Persib di Bogor Buang Celurit ke Selokan

News | Senin, 26 Oktober 2026 | 23:22 WIB

Golkar Bidik Naikkan Kursi di Pemilu 2029, Target Lampaui 102 Kursi DPR!

Golkar Bidik Naikkan Kursi di Pemilu 2029, Target Lampaui 102 Kursi DPR!

News | Senin, 26 Oktober 2026 | 23:13 WIB

Pendapatan Meroket 1.368%, Tapi Saingan ChatGPT Ini Malah Rugi Rp1.300 Triliun!

Pendapatan Meroket 1.368%, Tapi Saingan ChatGPT Ini Malah Rugi Rp1.300 Triliun!

Bisnis | Senin, 26 Oktober 2026 | 22:59 WIB

Polres Bogor Ringkus Pelaku Pembacokan Bobotoh di Karadenan, Celurit Jadi Bukti

Polres Bogor Ringkus Pelaku Pembacokan Bobotoh di Karadenan, Celurit Jadi Bukti

Jabar | Senin, 26 Oktober 2026 | 22:57 WIB

Operasi Patuh Maung 2026 di Banten, Ini Daftar Titik yang Perlu Diwaspadai Pengendara

Operasi Patuh Maung 2026 di Banten, Ini Daftar Titik yang Perlu Diwaspadai Pengendara

Banten | Senin, 26 Oktober 2026 | 22:51 WIB

Ditangkap di Karadenan Bogor! Pembacok Bobotoh Terancam 15 Tahun Penjara

Ditangkap di Karadenan Bogor! Pembacok Bobotoh Terancam 15 Tahun Penjara

News | Senin, 26 Oktober 2026 | 22:45 WIB

Olah TKP Kasus Pembunuhan Ibu-Anak Asal Bogor, Polda Jatim Cek Tungku Pembakaran Jasad

Olah TKP Kasus Pembunuhan Ibu-Anak Asal Bogor, Polda Jatim Cek Tungku Pembakaran Jasad

Jabar | Senin, 26 Oktober 2026 | 22:40 WIB

×