Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.775.000
Beli Rp2.630.000
IHSG 5.839,785
LQ45 580,916
Srikehati 283,634
JII 352,073
USD/IDR 18.034

Rupiah Menguat ke Rp17.135 per Dolar AS Hari Ini, Dipicu Pelemahan Dolar dan Harga Minyak Turun

Dythia Novianty, Rina Anggraeni

Selasa, 21 April 2026 | 09:34 WIB
Rupiah Menguat ke Rp17.135 per Dolar AS Hari Ini, Dipicu Pelemahan Dolar dan Harga Minyak Turun
Mata uang rupiah dan dolar Amerika Serikat. [Antara]
  • Nilai tukar rupiah menguat 0,19 persen ke level Rp17.135 per dolar AS pada perdagangan Selasa, 21 April 2026.
  • Penguatan dipicu oleh pelemahan indeks dolar serta penurunan harga minyak dunia akibat potensi perdamaian Iran dan Amerika Serikat.
  • Stabilitas domestik melalui kebijakan harga BBM turut mendukung rupiah untuk bertahan di zona hijau sepanjang perdagangan hari ini.

Suara.com - Nilai tukar rupiah terpantau bergerak menguat tipis terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada perdagangan hari ini.

Mata uang Garuda berhasil memanfaatkan momentum pelemahan indeks dolar serta penurunan harga komoditas energi dunia untuk merangkak naik.

Berdasarkan data Bloomberg, rupiah dibuka, Selasa (21/4/2026) ke level Rp17.135 per dolar AS  Pembukaan ini membuat rupiah menguat 0,19 persen dibandingkan penutupan sebelumnya di Senin (20/4/2027).

Analis Doo Financial Futures, Lukman Leong, mengungkapkan bahwa penguatan rupiah hari ini didorong oleh kombinasi sentimen positif dari kancah global dan stabilitas domestik.

"Rupiah menguat terhadap dolar AS yang melemah dan harga minyak mentah dunia yang turun. Hal ini dipicu oleh optimisme bahwa kesepakatan damai akan tercapai setelah Iran mempertimbangkan untuk menghadiri pembicaraan damai dengan AS," kata Lukman saat dihubungi Suara.com.

Kabar mengenai keterbukaan Iran untuk berdialog dengan Amerika Serikat memberikan sentimen positif bagi pasar keuangan global. 

Ekspektasi akan meredanya ketegangan di Timur Tengah langsung berdampak pada penurunan harga minyak mentah dunia. Penurunan harga minyak ini menjadi katalis positif bagi rupiah, mengingat Indonesia adalah negara pengimpor neto minyak bumi.

Petugas mengangkat nozzle mesin pengisian bahan bakar minyak (BBM) jenis Pertamax Turbo usai melayani pelanggan di SPBU COCO Jalan Ahmad Yani, Semarang, Jawa Tengah. [ANTARA FOTO/Aprillio Akbar/tom].
Petugas mengangkat nozzle mesin pengisian bahan bakar minyak (BBM) jenis Pertamax Turbo usai melayani pelanggan di SPBU. [ANTARA FOTO/Aprillio Akbar/tom].

Selain faktor eksternal, Lukman juga mencatat bahwa faktor domestik turut memberikan bantalan bagi nilai tukar. Kebijakan terkait harga Bahan Bakar Minyak (BBM) dinilai masih memberikan dampak dukungan terhadap stabilitas mata uang.

"Kenaikan harga BBM juga masih berdampak mendukung rupiah saat ini," tambahnya.

Mengenai konsistensi penguatan, Lukman memprediksi bahwa posisi rupiah cenderung stabil di zona hijau hingga penutupan pasar sore nanti. Namun, hal ini tetap bergantung pada dinamika berita global yang berkembang sepanjang hari.

"Penguatan ini diperkirakan bisa bertahan hingga sore apabila sentimen tidak berubah drastis," jelasnya.

Untuk pergerakan hari ini, Lukman memproyeksikan rupiah akan bergerak dalam rentang harga yang cukup kompetitif. 

"Range (kisaran) rupiah hari ini diperkirakan berada di level Rp17.050 hingga Rp17.200 per dolar AS," pungkas Lukman.

Sementara itu, kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) Bank Indonesia berada di level Rp17.176 per dolar AS. Penguatan rupiah ini terjadi oleh beberapa mata uang Asia Lainnya.

Salah satunya, dolar Taiwan menanjak 0,21 persen,ada ringgit Malaysia yang terkerek 0,06 persen dan peso Filipina terangkat 0,04 persen. Disusul, yuan China yang menguat tipis 0,01 persen erhadap the greenback di pagi ini.

Sedangkan, baht Thailand dan yen Jepang menjadi mata uang dengan pelemahan terdalam di Asia setelah terkoreksi 0,09 persen

Berikutnya, dolar Singapura yang tergelincir 0,05 persen dan dolar Hong Kong turun 0,03 persen. Lalu ada won Korea Selatan yang menguat tipis 0,02 persen.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Kronologi Kurs Rupiah Kembali ke Level Rp16.900 Setelah Sempat Tembus Rp17.100

Kronologi Kurs Rupiah Kembali ke Level Rp16.900 Setelah Sempat Tembus Rp17.100

Bisnis | Rabu, 08 April 2026 | 14:20 WIB

Dikuras untuk Jaga Rupiah, Cadangan Devisa Indonesia Menciut ke Titik Terendah

Dikuras untuk Jaga Rupiah, Cadangan Devisa Indonesia Menciut ke Titik Terendah

Bisnis | Rabu, 08 April 2026 | 14:14 WIB

Sejarah Kelam Rp17.100 per Dolar AS: Bagaimana Konflik Timur Tengah Menguras Kas APBN Kita?

Sejarah Kelam Rp17.100 per Dolar AS: Bagaimana Konflik Timur Tengah Menguras Kas APBN Kita?

Bisnis | Rabu, 08 April 2026 | 12:16 WIB

Rupiah Mulai Bangkit, Dolar AS Turun ke Level Rp16.999

Rupiah Mulai Bangkit, Dolar AS Turun ke Level Rp16.999

Bisnis | Rabu, 08 April 2026 | 10:16 WIB

Rupiah Babak Belur ke Rp17.100, BI Siapkan Instrumen Operasi Moneter

Rupiah Babak Belur ke Rp17.100, BI Siapkan Instrumen Operasi Moneter

Bisnis | Selasa, 07 April 2026 | 18:46 WIB

Terpuruk! Rupiah Tembus Level Terlemah Sepanjang Sejarah Rp 17.105/USD

Terpuruk! Rupiah Tembus Level Terlemah Sepanjang Sejarah Rp 17.105/USD

Bisnis | Selasa, 07 April 2026 | 16:02 WIB

Terkini

Pasar Modal Indonesia Ditinggal Investor, 15 Perusahaan Masih Nekat IPO Tahun Ini

Pasar Modal Indonesia Ditinggal Investor, 15 Perusahaan Masih Nekat IPO Tahun Ini

Bisnis | Jum'at, 05 Juni 2026 | 20:51 WIB

MinyaKita Hilang dari Rak Toko, Tukang Gorengan Akui Rugi Pengeluaran Bengkak

MinyaKita Hilang dari Rak Toko, Tukang Gorengan Akui Rugi Pengeluaran Bengkak

Bisnis | Jum'at, 05 Juni 2026 | 20:49 WIB

Punya Rumah Tak Lagi Ribet, Pengajuan KPR untuk Gen Z Dipermudah

Punya Rumah Tak Lagi Ribet, Pengajuan KPR untuk Gen Z Dipermudah

Bisnis | Jum'at, 05 Juni 2026 | 20:43 WIB

Meski Rupiah-IHSG Loyo, Purbaya Buktikan Arus Modal Asing Masih Ramai Masuk RI

Meski Rupiah-IHSG Loyo, Purbaya Buktikan Arus Modal Asing Masih Ramai Masuk RI

Bisnis | Jum'at, 05 Juni 2026 | 20:37 WIB

Akibat IHSG Bobrok, Dana Asing Telah Keluar Rp 4,1 T Sepanjang Mei

Akibat IHSG Bobrok, Dana Asing Telah Keluar Rp 4,1 T Sepanjang Mei

Bisnis | Jum'at, 05 Juni 2026 | 20:25 WIB

Raih Kinerja Topcer, Anak usaha Emiten TUGU Catatkan Laba Bersih Rp 95,1 M di 2025

Raih Kinerja Topcer, Anak usaha Emiten TUGU Catatkan Laba Bersih Rp 95,1 M di 2025

Bisnis | Jum'at, 05 Juni 2026 | 20:17 WIB

Emiten Farmasi MDLA Perkuat Bisnis Berkelanjutan, Gunakan Mobil Listrik

Emiten Farmasi MDLA Perkuat Bisnis Berkelanjutan, Gunakan Mobil Listrik

Bisnis | Jum'at, 05 Juni 2026 | 19:30 WIB

Orang Kaya Tak Wajib Serok Surat Utang Danantara, Siapa yang Beli?

Orang Kaya Tak Wajib Serok Surat Utang Danantara, Siapa yang Beli?

Bisnis | Jum'at, 05 Juni 2026 | 19:23 WIB

Perbaiki Arus Kas, Begini Strategi Emiten PPRO

Perbaiki Arus Kas, Begini Strategi Emiten PPRO

Bisnis | Jum'at, 05 Juni 2026 | 18:46 WIB

Dana Asing Keluar Lagi Rp 3,71 T Hari Ini, BBCA dan TPIA Jadi Sasaran

Dana Asing Keluar Lagi Rp 3,71 T Hari Ini, BBCA dan TPIA Jadi Sasaran

Bisnis | Jum'at, 05 Juni 2026 | 18:32 WIB