Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.870.000
Beli Rp2.775.000
IHSG 7.559,380
LQ45 743,671
Srikehati 348,696
JII 519,691
USD/IDR 17.137

Energi Surya Jadi Andalan, RI Kejar Target Jumbo 100 GW PLTS

Achmad Fauzi | Yaumal Asri Adi Hutasuhut | Suara.com

Rabu, 22 April 2026 | 10:19 WIB
Energi Surya Jadi Andalan, RI Kejar Target Jumbo 100 GW PLTS
Ilustrasi Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) (Tom Fisk/Pexels)
  • Kementerian ESDM menetapkan target pengembangan energi surya sebesar 100 GW untuk mendukung capaian Net Zero Emission 2060 Indonesia.
  • Pemerintah saat ini tengah mengidentifikasi potensi bendungan untuk PLTS terapung serta melakukan deregulasi klasifikasi pembangunan pembangkit listrik tenaga surya.
  • Hingga kini, total kapasitas PLTS terpasang di Indonesia baru mencapai 1,5 GW dengan kontribusi utama dari sektor PLTS atap.

Suara.com - Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menyebut energi dari matahari jadi andalan sumber energi terbarukan di Indonesia. Sehingga, pemerintah saat ini memasang target pengembangan 100 GW energi surya

"Dan saat ini energi surya terutama menjadi tulang tunggu utama dari seluruh potensi renewable energy kita," ujar Direktur Jenderal Energi Baru, Terbarukan, dan Konservasi Energi Kementerian ESDM, Eniya Listiani di Jakarta pada Selasa (21/4/2026). 

Dia menjelaskan, dalam perencanaan menuju Net Zero Emission 2060, pemerintah awalnya menetapkan target kapasitas Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) sebesar 17,1 GW dalam RUPTL PLN hingga 2034.

Direktur Jenderal Energi Baru, Terbarukan, dan Konservasi Energi (EBTKE) Kementerian ESDM, Eniya Listiani Dewi. [Suara.com/Yaumal Asri Adi Hutasuhut].
Direktur Jenderal Energi Baru, Terbarukan, dan Konservasi Energi (EBTKE) Kementerian ESDM, Eniya Listiani Dewi. [Suara.com/Yaumal Asri Adi Hutasuhut].

Namun, Eniya mengungkapkan adanya arahan dari Presiden Prabowo untuk membahas target yang jauh lebih besar.

"Dan saat ini ada perintah direction dari Pak Presiden bahwa pembahasan mengenai pembangkit listrik tenaga surya khususnya 100 GW sedang bergulir," kata Eniya. 

Tercatat, hingga saat ini total kapasitas PLTS yang terpasang di Indonesia telah mencapai 1,5 GW. Dari jumlah tersebut, kontribusi PLTS Atap tercatat sebesar 895 MW.

Pemerintah terus berupaya mendorong angka tersebut  agar mencapai 1 GW, sembari memastikan keandalan sistem kelistrikan nasional dalam proses pelaksanaannya.

Selain fokus pada PLTS Atap dan ground-mounted, Kementerian ESDM tengah memprioritaskan pengembangan PLTS terapung (floating solar).

Pemerintah sedang melakukan identifikasi intensif bersama Kementerian Pekerjaan Umum (PU) untuk memanfaatkan bendungan di seluruh Indonesia sebagai lokasi PLTS.

"Basis hitungan kami saat ini 20 persen okupansi dari seluruh bendungan yang dibuat oleh kementerian PU itu, itu bisa menambah lebih dari 15 GW PLTS. Mengenai PLTS atap, saat ini merupakan salah satu wujud program yang dilaksanakan oleh semua lapisan, termasuk masyarakat secara individu, lalu industri, komersial, institusi, dan lain sebagainya," jelasnya. 

Di samping itu, Eniya menyebut bahwa pemerintah sedang melaksanakan pembahasan deregulasi PLTS guna menyederhanakan klasifikasinya. 

"Ke depan, mungkin saja kita tidak lagi membedakan antara PLTS atap, terapung, atau ground-mounted. Semua PLTS yang ada bisa digunakan sebagai sumber energi yang dibangkitkan secara mandiri," pungkasnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Uji Jalan Rampung di Mei, Penerapan B50 Serempak pada Juli 2026

Uji Jalan Rampung di Mei, Penerapan B50 Serempak pada Juli 2026

Bisnis | Selasa, 21 April 2026 | 18:51 WIB

1,3 GW PLTS Atap Terpasang, Indonesia Bidik Target Ambisius 100 GW

1,3 GW PLTS Atap Terpasang, Indonesia Bidik Target Ambisius 100 GW

Bisnis | Selasa, 21 April 2026 | 16:26 WIB

Bahlil Temukan Harta Karun Gas di Kaltim

Bahlil Temukan Harta Karun Gas di Kaltim

Bisnis | Senin, 20 April 2026 | 18:10 WIB

Terkini

Trump Perpanjang Gencatan Senjata Iran, Harga Minyak Dunia Langsung Turun

Trump Perpanjang Gencatan Senjata Iran, Harga Minyak Dunia Langsung Turun

Bisnis | Rabu, 22 April 2026 | 09:54 WIB

Rupiah Melemah Hari Ini, Dolar AS Naik ke Rp17.164 Jelang Pengumuman BI

Rupiah Melemah Hari Ini, Dolar AS Naik ke Rp17.164 Jelang Pengumuman BI

Bisnis | Rabu, 22 April 2026 | 09:38 WIB

IHSG Masih Tertekan di Awal Sesi ke Level 7.528

IHSG Masih Tertekan di Awal Sesi ke Level 7.528

Bisnis | Rabu, 22 April 2026 | 09:16 WIB

Emas Antam Berbalik Turun, Harganya Kini Rp 2,83 Juta/Gram

Emas Antam Berbalik Turun, Harganya Kini Rp 2,83 Juta/Gram

Bisnis | Rabu, 22 April 2026 | 08:58 WIB

IHSG DIproyeksi Kebanjiran Dana Asing, Jadi Sentimen Positif di Tengah Perang

IHSG DIproyeksi Kebanjiran Dana Asing, Jadi Sentimen Positif di Tengah Perang

Bisnis | Rabu, 22 April 2026 | 08:55 WIB

Harga Emas di Pegadaian Naik Lagi, Antam Hingga UBS Kompak Meroket

Harga Emas di Pegadaian Naik Lagi, Antam Hingga UBS Kompak Meroket

Bisnis | Rabu, 22 April 2026 | 08:28 WIB

Rupiah Nyungsep, BI Diramal Tahan Suku Bunga

Rupiah Nyungsep, BI Diramal Tahan Suku Bunga

Bisnis | Rabu, 22 April 2026 | 08:24 WIB

TERPOPULER BISNIS: Reformasi IHSG Diakui MSCI, Status "Beku" Berlanjut

TERPOPULER BISNIS: Reformasi IHSG Diakui MSCI, Status "Beku" Berlanjut

Bisnis | Rabu, 22 April 2026 | 08:13 WIB

BRI Life Incar Pasar Gen Z Lewat Asuransi MODI

BRI Life Incar Pasar Gen Z Lewat Asuransi MODI

Bisnis | Rabu, 22 April 2026 | 08:13 WIB

Wall Street Merah Lagi Gegara Perang Masih Berkobar

Wall Street Merah Lagi Gegara Perang Masih Berkobar

Bisnis | Rabu, 22 April 2026 | 07:48 WIB