- BP Batam mencatatkan realisasi investasi sebesar Rp17,4 triliun pada Triwulan I 2026, tumbuh fantastis mencapai 102,85 persen secara tahunan.
- Peningkatan investasi didorong oleh pertumbuhan Penanaman Modal Dalam Negeri yang agresif serta dominasi sektor industri mesin dan elektronik.
- Capaian tersebut menjadikan Batam sebagai penggerak utama ekonomi Kepulauan Riau dengan kontribusi 73,5 persen dari total investasi wilayah.
Secara sektoral, pertumbuhan investasi di Batam masih ditopang oleh industri-industri bernilai tambah tinggi.
Industri mesin dan elektronik menjadi penyumbang terbesar dengan porsi 23,65 persen.
Mengingat status Batam sebagai hub elektronik global, sektor ini terus berkembang seiring dengan meningkatnya permintaan komponen teknologi di pasar internasional.
Selanjutnya, sektor kimia dan farmasi mengikuti di posisi kedua dengan kontribusi 21,18 persen, disusul oleh sektor jasa lainnya sebesar 17,70 persen.
Tidak ketinggalan, sektor properti yang mencakup perumahan, kawasan industri, dan perkantoran turut menyumbang 13,09 persen.
Pola distribusi ini menunjukkan bahwa Batam sedang bertransformasi menjadi kawasan industri yang komprehensif, mulai dari manufaktur berat hingga ekosistem pendukung gaya hidup modern.
Deputi Bidang Investasi BP Batam Fary Djemy Francis menilai, kualitas pertumbuhan saat ini sangat sehat karena tidak hanya mengandalkan satu sektor atau satu jenis modal saja.
“Ini bukan sekadar lonjakan angka. Struktur investasi yang sehat—PMA tetap kuat dan PMDN tumbuh agresif—menunjukkan bahwa Batam semakin dipersepsikan sebagai kawasan yang feasible, bankable, dan executable,” tegasnya.
Lokomotif Ekonomi Kepulauan Riau
Dominasi Batam dalam peta ekonomi regional semakin sulit tertandingi. Dari total realisasi investasi Provinsi Kepulauan Riau yang mencapai sekitar Rp23,8 triliun pada periode yang sama, Batam menyumbang porsi sebesar 73,5 persen.
Hal ini mengukuhkan Batam sebagai tulang punggung ekonomi bagi wilayah sekitarnya.
Wakil Kepala BP Batam, Li Claudia Chandra, menjelaskan dampak dari investasi triliunan rupiah ini akan sangat terasa bagi masyarakat luas melalui terciptanya lapangan kerja dan peluang usaha baru.
“Batam memegang fungsi sentral dalam menggerakkan ekonomi kawasan. Pertumbuhan ini membawa efek berantai ke sektor industri, logistik, perdagangan, dan jasa,” jelasnya.
Singapura Masih Jadi Investor Terbesar
Dari sisi asal negara, Singapura tetap menjadi mitra strategis utama dengan nilai investasi mencapai Rp4,82 triliun.