Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp0
Beli Rp0
IHSG ...
LQ45 ...
Srikehati
JII ...

BP Batam 'Ngebut' di 2026: Investasi Tembus Rp17,4 Triliun, Sektor Elektronik Jadi Jawara

M Nurhadi | Suara.com

Kamis, 23 April 2026 | 22:01 WIB
BP Batam 'Ngebut' di 2026: Investasi Tembus Rp17,4 Triliun, Sektor Elektronik Jadi Jawara
Kepala BP Batam Amsakar Achmad (kanan), Wakil Kepala BP Batam Li Claudia Chandra (tengah) dan Deputi Bidang Investasi BP Batam, Fary Djemy Francis (kiri). [Suara.com]
  • BP Batam mencatatkan realisasi investasi sebesar Rp17,4 triliun pada Triwulan I 2026, tumbuh fantastis mencapai 102,85 persen secara tahunan.
  • Peningkatan investasi didorong oleh pertumbuhan Penanaman Modal Dalam Negeri yang agresif serta dominasi sektor industri mesin dan elektronik.
  • Capaian tersebut menjadikan Batam sebagai penggerak utama ekonomi Kepulauan Riau dengan kontribusi 73,5 persen dari total investasi wilayah.

Suara.com - Badan Pengusahaan Batam atau BP Batam mengawali tahun 2026 dengan performa ekonomi yang luar biasa. Berdasarkan data terbaru, realisasi investasi di kawasan industri strategis ini berhasil menembus angka Rp17,4 triliun pada Triwulan I 2026.

Angka ini mencerminkan pertumbuhan fantastis sebesar 102,85 persen secara tahunan (year-on-year), dan naik 68,92 persen dibandingkan kuartal sebelumnya (quarter-to-quarter).

Capaian ini tidak hanya menjadi rekor baru bagi Batam, tetapi juga mempertegas posisinya sebagai motor penggerak utama ekonomi di wilayah barat Indonesia, khususnya di Provinsi Kepulauan Riau (Kepri).

Lonjakan investasi yang mencapai lebih dari dua kali lipat ini menjadi sinyal kuat bahwa daya tarik Batam di mata investor, baik domestik maupun mancanegara, tetap berada di level tertinggi.

Kepala BP Batam Amsakar Achmad (kanan), Wakil Kepala BP Batam Li Claudia Chandra (tengah) dan  Deputi Bidang Investasi BP Batam, Fary Djemy Francis (kiri). [Suara.com]
Kepala BP Batam Amsakar Achmad (kanan), Wakil Kepala BP Batam Li Claudia Chandra (tengah) dan Deputi Bidang Investasi BP Batam, Fary Djemy Francis (kiri). [Suara.com]

Keseimbangan Struktur Investasi: PMA dan PMDN Beradu Cepat

Salah satu poin menarik dari laporan realisasi investasi kali ini adalah, komposisi modal yang semakin seimbang.

Penanaman Modal Asing (PMA) masih mendominasi dengan kontribusi sebesar Rp8,8 triliun.

Namun, yang mencuri perhatian adalah lonjakan tajam Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) yang mencapai Rp8,5 triliun.

Sektor PMDN mencatatkan pertumbuhan luar biasa hingga 216 persen secara tahunan.

Fenomena ini mengindikasikan bahwa pengusaha nasional kini semakin percaya diri untuk menanamkan modal dan melakukan ekspansi di Batam.

Kepercayaan investor domestik ini dipicu oleh stabilitas ekonomi kawasan, serta kemudahan perizinan yang terus dioptimalkan oleh BP Batam.

Kepala BP Batam Amsakar Achmad mengungkapkan, pencapaian ini adalah buah dari konsistensi dalam menjaga iklim investasi yang kondusif.

Ia menekankan, kecepatan eksekusi menjadi kunci utama dalam memenangkan persaingan global.

“Lonjakan ini menunjukkan bahwa Batam tidak hanya menarik investasi, tetapi juga mampu mengeksekusinya dengan lebih cepat, pasti, dan produktif,” kata Amsakar Achmad, Kamis (23/4/2026).

Manufaktur dan Elektronik Masih Jadi Primadona

Secara sektoral, pertumbuhan investasi di Batam masih ditopang oleh industri-industri bernilai tambah tinggi.

Industri mesin dan elektronik menjadi penyumbang terbesar dengan porsi 23,65 persen.

Mengingat status Batam sebagai hub elektronik global, sektor ini terus berkembang seiring dengan meningkatnya permintaan komponen teknologi di pasar internasional.

Selanjutnya, sektor kimia dan farmasi mengikuti di posisi kedua dengan kontribusi 21,18 persen, disusul oleh sektor jasa lainnya sebesar 17,70 persen.

Tidak ketinggalan, sektor properti yang mencakup perumahan, kawasan industri, dan perkantoran turut menyumbang 13,09 persen.

Pola distribusi ini menunjukkan bahwa Batam sedang bertransformasi menjadi kawasan industri yang komprehensif, mulai dari manufaktur berat hingga ekosistem pendukung gaya hidup modern.

Deputi Bidang Investasi BP Batam Fary Djemy Francis menilai, kualitas pertumbuhan saat ini sangat sehat karena tidak hanya mengandalkan satu sektor atau satu jenis modal saja.

“Ini bukan sekadar lonjakan angka. Struktur investasi yang sehat—PMA tetap kuat dan PMDN tumbuh agresif—menunjukkan bahwa Batam semakin dipersepsikan sebagai kawasan yang feasible, bankable, dan executable,” tegasnya.

Lokomotif Ekonomi Kepulauan Riau

Dominasi Batam dalam peta ekonomi regional semakin sulit tertandingi. Dari total realisasi investasi Provinsi Kepulauan Riau yang mencapai sekitar Rp23,8 triliun pada periode yang sama, Batam menyumbang porsi sebesar 73,5 persen.

Hal ini mengukuhkan Batam sebagai tulang punggung ekonomi bagi wilayah sekitarnya.

Wakil Kepala BP Batam, Li Claudia Chandra, menjelaskan dampak dari investasi triliunan rupiah ini akan sangat terasa bagi masyarakat luas melalui terciptanya lapangan kerja dan peluang usaha baru.

“Batam memegang fungsi sentral dalam menggerakkan ekonomi kawasan. Pertumbuhan ini membawa efek berantai ke sektor industri, logistik, perdagangan, dan jasa,” jelasnya.

Singapura Masih Jadi Investor Terbesar

Dari sisi asal negara, Singapura tetap menjadi mitra strategis utama dengan nilai investasi mencapai Rp4,82 triliun.

Posisi selanjutnya diikuti oleh Hong Kong, Amerika Serikat, Tiongkok, dan Jepang.

Kehadiran investor dari negara-negara maju ini membuktikan bahwa Batam memiliki daya saing infrastruktur dan regulasi yang mampu memenuhi standar global.

Ke depan, BP Batam berkomitmen untuk terus menjaga momentum pertumbuhan ini.

Fokus utama ke depannya adalah percepatan penyediaan lahan, peningkatan kualitas utilitas seperti listrik dan air, serta penguatan layanan investasi digital untuk meminimalkan hambatan birokrasi.

Dengan strategi pembangunan ekosistem industri yang berkelanjutan, Batam optimistis dapat terus mencetak rekor-rekor investasi baru di sepanjang tahun 2026.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Sehari di Bukit Gundaling: Momen Perpisahan Bersama Teman Sebelum ke Batam

Sehari di Bukit Gundaling: Momen Perpisahan Bersama Teman Sebelum ke Batam

Your Say | Senin, 20 April 2026 | 12:00 WIB

Dirjen Imigrasi Copot Pejabat Terkait Pungli Batam, Buka Peluang Proses Pidana

Dirjen Imigrasi Copot Pejabat Terkait Pungli Batam, Buka Peluang Proses Pidana

News | Senin, 13 April 2026 | 23:00 WIB

UMR Tinggi, Tapi Kenapa Hidup Tetap Terasa Berat? Catatan Perantau di Batam

UMR Tinggi, Tapi Kenapa Hidup Tetap Terasa Berat? Catatan Perantau di Batam

Your Say | Senin, 13 April 2026 | 18:00 WIB

Cerita Perantau di Batam: Gagal Makan Ayam Penyet, Ujung-ujungnya Mi Ayam Jadi Penyelamat

Cerita Perantau di Batam: Gagal Makan Ayam Penyet, Ujung-ujungnya Mi Ayam Jadi Penyelamat

Your Say | Jum'at, 10 April 2026 | 18:44 WIB

Puncak Arus Balik Lebaran Kawasan Belawan-Batam

Puncak Arus Balik Lebaran Kawasan Belawan-Batam

Foto | Senin, 30 Maret 2026 | 18:54 WIB

Jaksa yang Tuntut Mati ABK Fandi Ramadhan Minta Maaf, Akui Jadi Bahan Evaluasi

Jaksa yang Tuntut Mati ABK Fandi Ramadhan Minta Maaf, Akui Jadi Bahan Evaluasi

Video | Senin, 16 Maret 2026 | 13:00 WIB

Terkini

7 Hari Menuju Ambang Batas: Trump di Ujung Tanduk, Kongres Beri 'Cek Kosong' Perang?

7 Hari Menuju Ambang Batas: Trump di Ujung Tanduk, Kongres Beri 'Cek Kosong' Perang?

Bisnis | Kamis, 23 April 2026 | 21:33 WIB

Lewat Kartini BISA Fest, Telkom Perkuat Peran Perempuan di Era Digital

Lewat Kartini BISA Fest, Telkom Perkuat Peran Perempuan di Era Digital

Bisnis | Kamis, 23 April 2026 | 20:42 WIB

Babak Akhir Utang 'Whoosh', RI Siap Sodorkan Skema Restrukturisasi ke China

Babak Akhir Utang 'Whoosh', RI Siap Sodorkan Skema Restrukturisasi ke China

Bisnis | Kamis, 23 April 2026 | 20:10 WIB

Pemerintah Gunakan Cara Baru Pantau BBM Subsidi Agar Tak Bocor

Pemerintah Gunakan Cara Baru Pantau BBM Subsidi Agar Tak Bocor

Bisnis | Kamis, 23 April 2026 | 20:06 WIB

Pengguna Aktif GoPay Tembus 26 Juta

Pengguna Aktif GoPay Tembus 26 Juta

Bisnis | Kamis, 23 April 2026 | 20:00 WIB

Danantara Umbar Biang Kerok Kinerja Garuda Indonesia Masih Seret

Danantara Umbar Biang Kerok Kinerja Garuda Indonesia Masih Seret

Bisnis | Kamis, 23 April 2026 | 19:50 WIB

Pegang 42 Persen Cadangan Dunia, Nikel Masih Jadi 'Raja' Investasi Hilirisasi RI

Pegang 42 Persen Cadangan Dunia, Nikel Masih Jadi 'Raja' Investasi Hilirisasi RI

Bisnis | Kamis, 23 April 2026 | 19:05 WIB

Jumlah BUMN Dipangkas Jadi Hanya 300, Begini Klaster-klasternya

Jumlah BUMN Dipangkas Jadi Hanya 300, Begini Klaster-klasternya

Bisnis | Kamis, 23 April 2026 | 19:02 WIB

Pemerintah Diminta Tak Wajibkan Penggunaan Dolar AS untuk Transaksi Batu Bara DMO

Pemerintah Diminta Tak Wajibkan Penggunaan Dolar AS untuk Transaksi Batu Bara DMO

Bisnis | Kamis, 23 April 2026 | 18:57 WIB

Rugi Bersih Garuda Indonesia Susut 45% di Kuartal I-2026

Rugi Bersih Garuda Indonesia Susut 45% di Kuartal I-2026

Bisnis | Kamis, 23 April 2026 | 18:37 WIB