Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.825.000
Beli Rp2.700.000
IHSG 6.858,899
LQ45 669,842
Srikehati 328,644
JII 449,514
USD/IDR 17.509

Pemerintah Klaim 30 Persen Peserta Magang Nasional Langsung Direkrut Karyawan

Mohammad Fadil Djailani | Fakhri Fuadi Muflih | Suara.com

Jum'at, 24 April 2026 | 12:57 WIB
Pemerintah Klaim 30 Persen Peserta Magang Nasional Langsung Direkrut Karyawan
Menaker Yassierli saat ditemui di Kantor Kemenko Perekonomian, Jakarta, Kamis (23/4/2026). [Suara.com/Dicky Prastya]
  • 20-30% peserta Magang Nasional Batch 1 langsung direkrut perusahaan.
  • Dari 16.112 pendaftar, 11.949 peserta bertahan hingga akhir program.
  • Sebagian peserta mundur di tengah jalan karena langsung diterima kerja tetap.

Suara.com - Program Magang Nasional angkatan pertama resmi berakhir dengan catatan positif bagi pasar tenaga kerja Indonesia. Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Yassierli mengungkapkan, tingkat penyerapan peserta magang oleh dunia industri menunjukkan angka yang menjanjikan, yakni di kisaran 20 hingga 30 persen.

"Ada yang sudah merekrut 20 persen dari yang magang, ada yang sudah 30 persen, dan ini yang sekarang sedang kita data," ujar Yassierli dalam acara penutupan Program Pemagangan Nasional Batch 1 di Jakarta, Jumat (24/4/2026).

Angka penyerapan ini menjadi sinyal kuat bahwa skema pemagangan mulai menjadi solusi efektif dalam menjembatani skill gap antara pencari kerja dengan kebutuhan industri.

Senada dengan Menaker, Kepala Badan Perencanaan dan Pengembangan Ketenagakerjaan, Anwar Sanusi, membeberkan data detail terkait progres peserta. Ia menyebutkan, pada awalnya program ini menjaring minat yang sangat besar dengan total 16.112 peserta hasil seleksi ketat.

Angka tersebut terdiri dari 14.952 peserta di Batch 1A dan 1.160 peserta di Batch 1B. Namun, hingga akhir pelaksanaan, tercatat 11.949 peserta yang aktif bertahan hingga garis finis.

Menariknya, penyusutan jumlah peserta ini tidak sepenuhnya bermakna negatif. Anwar menjelaskan bahwa salah satu penyebab utama peserta "gugur" di tengah jalan justru karena mereka sudah lebih dulu direkrut menjadi karyawan tetap.

"Hal ini merupakan bagian dari dinamika program. Salah satunya adalah mereka diterima sebagai karyawan tetap di salah satu perusahaan atau di dalam instansi," jelas Anwar.

Kemenaker saat ini tengah melakukan pendataan menyeluruh untuk memetakan sektor mana saja yang paling agresif melakukan penyerapan tenaga kerja dari jalur magang ini. Keberhasilan angkatan pertama ini diharapkan menjadi cetak biru bagi pelaksanaan batch selanjutnya guna menekan angka pengangguran terbuka di tanah air.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Evaluasi Program Magang Nasional, Menaker Blacklist Perusahaan Langgar Jam Kerja

Evaluasi Program Magang Nasional, Menaker Blacklist Perusahaan Langgar Jam Kerja

Bisnis | Kamis, 23 April 2026 | 16:09 WIB

Menaker Siapkan Program Pelatihan Vokasi-Magang, Diserap ke PSN hingga Kawasan Ekonomi Khusus

Menaker Siapkan Program Pelatihan Vokasi-Magang, Diserap ke PSN hingga Kawasan Ekonomi Khusus

Bisnis | Kamis, 23 April 2026 | 15:48 WIB

Agar Kompetensi Optimal, Menaker Dorong Tugas Magang Sesuai Pendidikan

Agar Kompetensi Optimal, Menaker Dorong Tugas Magang Sesuai Pendidikan

News | Kamis, 23 April 2026 | 10:00 WIB

Terkini

6 Emiten Keluar dari MSCI, OJK Ungkap Valuasi Saham RI di Bawah Asia

6 Emiten Keluar dari MSCI, OJK Ungkap Valuasi Saham RI di Bawah Asia

Bisnis | Rabu, 13 Mei 2026 | 13:25 WIB

Harga Cabai Naik, Kemendag Masukkan Cabai ke Daftar Komoditas Prioritas Pengendalian Inflasi

Harga Cabai Naik, Kemendag Masukkan Cabai ke Daftar Komoditas Prioritas Pengendalian Inflasi

Bisnis | Rabu, 13 Mei 2026 | 13:14 WIB

Jangan Hanya Kejar Pertumbuhan, Industri Kripto Kini Dituntut Transparan

Jangan Hanya Kejar Pertumbuhan, Industri Kripto Kini Dituntut Transparan

Bisnis | Rabu, 13 Mei 2026 | 13:13 WIB

Kredibiltas Jadi Bukti, Presiden RI Buat Rupiah Menguat ke Rp6.500 Per Dolar AS

Kredibiltas Jadi Bukti, Presiden RI Buat Rupiah Menguat ke Rp6.500 Per Dolar AS

Bisnis | Rabu, 13 Mei 2026 | 13:12 WIB

Proyek IKN Sudah Habiskan Rp147 Triliun, Tapi Ibukota Tetap Jakarta

Proyek IKN Sudah Habiskan Rp147 Triliun, Tapi Ibukota Tetap Jakarta

Bisnis | Rabu, 13 Mei 2026 | 13:09 WIB

BTN dan MKP Bangun Sistem Ticketing Digital di Pelabuhan Wisata Bali

BTN dan MKP Bangun Sistem Ticketing Digital di Pelabuhan Wisata Bali

Bisnis | Rabu, 13 Mei 2026 | 13:08 WIB

Pakar: Tidak Tepat Kaitkan Utang Pemerintah dengan MBG

Pakar: Tidak Tepat Kaitkan Utang Pemerintah dengan MBG

Bisnis | Rabu, 13 Mei 2026 | 13:00 WIB

Rupiah Tembus Rp17.500, ESDM Mulai Bahas Nasib Subsidi BBM

Rupiah Tembus Rp17.500, ESDM Mulai Bahas Nasib Subsidi BBM

Bisnis | Rabu, 13 Mei 2026 | 12:58 WIB

Makin Canggih, BI Sebut Rupiah Kian Sulit Ditiru hingga Peredaran Uang Palsu Turun Drastis

Makin Canggih, BI Sebut Rupiah Kian Sulit Ditiru hingga Peredaran Uang Palsu Turun Drastis

Bisnis | Rabu, 13 Mei 2026 | 12:57 WIB

MSCI Tendang 6 Saham Indonesia dan IHSG Anjlok, OJK: Ini Awal Baru

MSCI Tendang 6 Saham Indonesia dan IHSG Anjlok, OJK: Ini Awal Baru

Bisnis | Rabu, 13 Mei 2026 | 12:54 WIB