- PT Mark Dynamics Indonesia Tbk mencatatkan kenaikan laba bersih sebesar 19,2 persen pada kuartal pertama tahun 2026.
- Peningkatan kinerja didorong oleh pertumbuhan volume penjualan ekspor yang memanfaatkan penguatan nilai tukar dolar Amerika Serikat.
- Perusahaan berhasil memperkuat neraca keuangan melalui efisiensi operasional serta penurunan total liabilitas secara signifikan per Maret 2026.
Suara.com - Emiten produsen cetakan sarung tangan terkemuka, PT Mark Dynamics Indonesia Tbk (MARK), sukses mencatatkan kinerja keuangan kuartal I 2026 yang impresif. Adapun, pertumbuhan laba bersih dua digit.
Pencapaian solid ini tidak hanya didorong oleh kenaikan volume penjualan, tetapi juga strategi cerdas berbasis ekspor yang menguntungkan perusahaan di tengah penguatan nilai tukar dolar Amerika Serikat (AS).
Sepanjang periode tiga bulan pertama tahun 2026, penjualan bersih emiten berkodesaham MARK ini mencapai Rp250,84 miliar, melonjak 23,6 persen dibanding periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp203,03 miliar.
"Sebagai emiten cetakan sarung tangan global, Perseroan berhasil menjaga margin laba kotor di level 47,1 persen dengan total laba kotor senilai Rp118,11 miliar, yang menunjukkan efisiensi operasional tetap terjaga di tengah dinamika ekonomi global," ujar Direktur Utama MARK, Ridwan Goh, dalam siaran pers, Selasa (28/7/2026).
Dari sisi profitabilitas, laba usaha Perseroan tercatat mencapai Rp102,26 miliar. Angka ini naik signifikan dari posisi Rp85,45 miliar pada tahun lalu.
Alhasil, laba bersih tahun berjalan MARK terkerek naik 19,2 persen menjadi Rp83,43 miliar, dibandingkan raihan Rp70,01 miliar pada kuartal I 2025.

Dia mengatakan bahwa struktur bisnis yang berorientasi ekspor menjadi faktor kunci stabilitas performa perusahaan.
"Lebih dari 80 persen penjualan kami berasal dari pasar ekspor dengan denominasi dolar AS. Kondisi ini memberikan natural hedge bagi Perseroan. Ketika USD menguat terhadap rupiah, kinerja keuangan kami justru semakin terdorong karena pendapatan dikonversi ke dalam rupiah," bebernya.
Selain pendapatan yang moncer, MARK juga menunjukkan penguatan pada sisi neraca keuangan. Total aset perusahaan per Maret 2026 berada di angka Rp1,08 triliun, tumbuh dari Rp1,02 triliun pada periode tahun lalu.
Kabar baik lainnya, Perseroan berhasil memangkas total liabilitas secara signifikan menjadi Rp95,86 miliar dari sebelumnya Rp120,12 miliar, yang mencerminkan pengelolaan utang yang sangat sehat.
Ekuitas perusahaan pun tumbuh menjadi Rp985,21 miliar, didukung oleh posisi kas dan setara kas yang stabil di level Rp142,78 miliar. Likuiditas yang terjaga ini memberikan ruang bagi MARK untuk terus melakukan ekspansi dan memperkuat operasional di pasar internasional.
Melalui penguatan posisi kas dan prospek pasar ekspor yang masih terbuka lebar, manajemen optimistis momentum positif ini akan terus berlanjut hingga akhir tahun.
Kombinasi antara efisiensi operasional dan strategi bisnis MARK yang adaptif terhadap fluktuasi mata uang asing menjadikan emiten ini tetap menarik sebagai pilihan investasi saham yang menjanjikan bagi para pemegang saham di pasar modal Indonesia.