Kecelakaan Maut Kereta di Bekasi, Prabowo Intruksikan Ini

Mohammad Fadil Djailani

Selasa, 28 April 2026 | 08:36 WIB
Kecelakaan Maut Kereta di Bekasi, Prabowo Intruksikan Ini
Dua penumpang yang masih terjebak di dalam gerbong KRL Commuterline mendapatkan bantuan oksigen saat proses evakuasi kecelakaan di Stasiun Bekasi Timur, Bekasi, Jawa Barat, Selasa (28/4/2026). [ANTARA FOTO/Dhemas Reviyanto/app/agr]
baca 10 detik
  • Keselamatan masyarakat adalah hukum tertinggi dalam penanganan kecelakaan kereta Bekasi.
  • Kepala BP BUMN dan Wakil Ketua DPR tinjau evakuasi dini hari pastikan layanan medis korban.
  • Pemerintah dan BP BUMN sampaikan duka mendalam serta fokus pada penanganan korban terdampak.

Suara.com - Kepala Badan Pengaturan (BP) BUMN, Dony Oskaria, bergerak cepat meninjau langsung lokasi musibah kecelakaan kereta api di Bekasi Timur, Kota Bekasi, pada Selasa (28/4/2026) dini hari. Langkah ini merupakan respons tegas atas instruksi langsung Presiden Prabowo Subianto yang menempatkan keselamatan warga sebagai prioritas utama.

Hadir bersama Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad dan Utusan Khusus Presiden sekitar pukul 00.00 WIB, Dony memantau proses evakuasi sekaligus menyampaikan rasa duka mendalam bagi para korban.

"Atas nama pribadi maupun atas nama pemerintah, BP BUMN serta Danantara, kami mengucapkan duka yang mendalam dan permohonan maaf yang setulus-tulusnya atas musibah yang terjadi," ujar Dony dalam keterangan tertulis di lokasi kejadian.

Dony menegaskan bahwa Presiden telah memberikan instruksi yang sangat jelas dan tidak bisa ditawar. Menurutnya, dalam manajemen krisis BUMN transportasi, aspek kemanusiaan harus berada di atas segalanya.

"Instruksi Presiden sangat jelas: keselamatan masyarakat adalah hukum tertinggi. Saat ini, seluruh energi dikerahkan untuk memastikan layanan medis bagi para korban berjalan cepat dan tepat," tegas sosok yang juga pimpinan di Danantara tersebut.

Ia menambahkan, meski pemulihan jalur ekonomi melalui transportasi kereta api penting, fokus jangka pendek pemerintah adalah penanganan korban secara maksimal.

"Fokus utama kami saat ini bukan hanya pemulihan operasional jalur, tetapi memastikan setiap individu yang terdampak mendapatkan penanganan yang paling cepat dan terbaik," tambahnya.

Dalam peninjauan tersebut, Dony dan Sufmi Dasco sempat berdialog dengan petugas teknis di lapangan untuk memastikan hambatan evakuasi dapat segera teratasi. Menutup pernyataannya, Dony kembali menekankan komitmen pemerintah dalam menjaga kepercayaan publik terhadap transportasi massal.

"Sekali lagi kami memohon maaf atas ketidaknyamanan dan musibah ini. Keselamatan dan kepercayaan masyarakat adalah prioritas mutlak yang tidak bisa ditawar," pungkas Dony sebelum melanjutkan koordinasi teknis dengan tim KAI.

baca juga

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Imbas Tabrakan Kereta Api, Operasional KRL Blue Line Hanya Sampai Stasiun Bekasi

Imbas Tabrakan Kereta Api, Operasional KRL Blue Line Hanya Sampai Stasiun Bekasi

Bisnis | Selasa, 28 April 2026 | 08:29 WIB

Taksi Diduga Picu Tabrakan Kereta di Bekasi Timur, Menhub Serahkan Investigasi ke KNKT

Taksi Diduga Picu Tabrakan Kereta di Bekasi Timur, Menhub Serahkan Investigasi ke KNKT

News | Selasa, 28 April 2026 | 08:29 WIB

Bos Danantara Buka Suara Soal Kecelakaan Kereta di Bekasi

Bos Danantara Buka Suara Soal Kecelakaan Kereta di Bekasi

Bisnis | Selasa, 28 April 2026 | 08:23 WIB

Terkini

Pajak SPP-TDLN Berlaku: Jangan Buat Konsumen Jadi Kambing Hitam

Pajak SPP-TDLN Berlaku: Jangan Buat Konsumen Jadi Kambing Hitam

Your Say | Jum'at, 11 September 2026 | 07:50 WIB

Tecno Bawa AI ke Tablet, MEGAPAD 2 untuk Produktivitas dan SE 2 Jadi Teman Belajar

Tecno Bawa AI ke Tablet, MEGAPAD 2 untuk Produktivitas dan SE 2 Jadi Teman Belajar

Tekno | Jum'at, 11 September 2026 | 07:45 WIB

Masuk Radius Bahaya! Tim SAR Belum Bisa Sisir Pulau Sertung Cari 5 Jurnalis Hilang

Masuk Radius Bahaya! Tim SAR Belum Bisa Sisir Pulau Sertung Cari 5 Jurnalis Hilang

News | Jum'at, 11 September 2026 | 07:33 WIB

OJK Optimisme Industri Perbankan Tetap Terjaga di Tengah Ketidakpastian Global

OJK Optimisme Industri Perbankan Tetap Terjaga di Tengah Ketidakpastian Global

Bisnis | Jum'at, 11 September 2026 | 07:32 WIB

5 Bulan Baik untuk Mendirikan Rumah Menurut Primbon Jawa, Dipercaya Bawa Keberkahan

5 Bulan Baik untuk Mendirikan Rumah Menurut Primbon Jawa, Dipercaya Bawa Keberkahan

Lifestyle | Jum'at, 11 September 2026 | 07:30 WIB

Menjadi Dewasa Tidak Sesederhana Itu: Realita Adulting Gen Z di Era Mahal

Menjadi Dewasa Tidak Sesederhana Itu: Realita Adulting Gen Z di Era Mahal

Your Say | Jum'at, 11 September 2026 | 07:25 WIB

5G XLSMART Masuk Palembang, Bukan Cuma Kejar Kecepatan hingga 500 Mbps

5G XLSMART Masuk Palembang, Bukan Cuma Kejar Kecepatan hingga 500 Mbps

Tekno | Jum'at, 11 September 2026 | 07:05 WIB

4 Shio yang Paling Hoki 11 September 2026, Ada Naga hingga Kerbau

4 Shio yang Paling Hoki 11 September 2026, Ada Naga hingga Kerbau

Lifestyle | Jum'at, 11 September 2026 | 06:50 WIB

Bikin Bangga, 4 Film Indonesia Ini Masuk Lineup BIFF 2026, Ada Favoritmu?

Bikin Bangga, 4 Film Indonesia Ini Masuk Lineup BIFF 2026, Ada Favoritmu?

Your Say | Jum'at, 11 September 2026 | 06:45 WIB

Nilai PISA Rendah, Mengapa Kita Masih Sibuk Mengganti Kurikulum?

Nilai PISA Rendah, Mengapa Kita Masih Sibuk Mengganti Kurikulum?

Your Say | Jum'at, 11 September 2026 | 06:23 WIB

×