Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.835.000
Beli Rp2.707.000
IHSG 7.106,520
LQ45 686,739
Srikehati 332,564
JII 477,320
USD/IDR 17.222

Detik-detik Evakuasi Tiga Korban Selamat Terjepit Gerbong KA di Bekasi Timur

Dythia Novianty | Fakhri Fuadi Muflih | Suara.com

Selasa, 28 April 2026 | 09:05 WIB
Detik-detik Evakuasi Tiga Korban Selamat Terjepit Gerbong KA di Bekasi Timur
Petugas memeriksa kondisi gerbong KRL Commuterline yang bertabrakan dengan KA Argo Bromo Anggrek di Stasiun Bekasi Timur, Bekasi, Jawa Barat, Senin (27/4/2026). [ANTARA FOTO/Paramayuda/app/agr]
  • Basarnas melakukan operasi penyelamatan nonstop selama delapan jam pascakecelakaan kereta di Bekasi Timur pada Selasa, 28 April 2026.
  • Petugas menggunakan teknik ekstrikasi khusus untuk mengevakuasi korban terjepit akibat lokomotif yang menyatu dengan gerbong Commuter Line tersebut.
  • Hasil operasi berhasil mengevakuasi tiga korban selamat dalam kondisi aman setelah tim memprioritaskan keselamatan di atas penarikan lokomotif.

Suara.com - Kepala Basarnas Marsekal Madya TNI, Mohammad Syafii, mengungkap proses dramatis penyelamatan korban selamat dalam kecelakaan kereta Argo Bromo Anggrek dengan Commuter Line di kawasan Bekasi Timur. Upaya ini berlangsung nonstop selama sekitar delapan jam.

Syafii mengatakan, tim SAR mulai bergerak sekitar 30 menit setelah kejadian. Setibanya di lokasi, petugas mendapati benturan keras membuat lokomotif Argo Bromo menyatu dengan salah satu gerbong Commuter Line sehingga membutuhkan teknik penyelamatan khusus.

“Kondisi kecelakaan ini membutuhkan penanganan khusus. Impact yang terjadi dari kereta Argo Bromo dan juga Commuter ini, menimbulkan dampak menyatunya dari loko dengan satu gerbong dari Commuter,” kata Syafii di Stasiun Bekasi Timur, Selasa (28/4/2026).

Menurut dia, situasi tersebut membuat Basarnas harus mengerahkan personel dengan kemampuan ekstrikasi khusus untuk mengevakuasi korban secara teliti dan terukur, terutama karena terdapat korban yang masih hidup namun terjepit material kereta.

“Karena memang ada beberapa korban yang sampai saat ini masih di dalam, dan kita sangat mengharapkan bisa kita evakuasi dalam kondisi hidup. Namun, kondisinya masih dalam jepitan material dari kereta tersebut,” ujarnya.

Syafii menjelaskan, operasi penyelamatan dilakukan tanpa henti dengan sistem pergantian shift agar proses ekstrikasi terus berjalan sambil menjaga ketelitian di lapangan.

Kepala Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Mohammad Syafii saat memberikan pernyataan kepada awak media di Cisarua, Kabupaten Bandung Barat, Minggu (25/1/2026). ANTARA/Ilham Nugraha
Kepala Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Mohammad Syafii saat memberikan pernyataan kepada awak media. [ANTARA/Ilham Nugraha]

“Operasi yang kita laksanakan sejak kira-kira 30 menit sejak kejadian sampai sekarang kita laksanakan nonstop, tidak ada henti, dan kita akan menggunakan shift-shift-an,” ucap dia.

Dalam prosesnya, tim medis terus mendampingi korban yang masih terjepit. Basarnas memastikan korban selamat saat itu masih dapat diajak berkomunikasi sehingga peluang penyelamatan tetap terbuka.

“Alhamdulillah, untuk korban yang saat ini masih dalam kondisi hidup, alhamdulillah masih bisa berkomunikasi dengan baik,” tutur Syafii.

Basarnas juga menunda penarikan lokomotif yang menghimpit gerbong Commuter demi memprioritaskan keselamatan korban hidup terlebih dahulu.

“Saat ini memang belum kita laksanakan penarikan karena kita akan memprioritaskan tiga korban yang sedang dalam proses ekstrikasi,” kata dia.

Di tengah konferensi pers berlangsung, petugas lapangan kemudian menyampaikan kabar bahwa tiga korban hidup berhasil dievakuasi dari dalam jepitan material.

Syafii memastikan proses ekstrikasi terhadap tiga korban selamat tersebut berhasil dilakukan dengan aman.

“Sudah, barusan sudah clear. Tiga hidup sudah berhasil kita evakuasi,” pungkasnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Bos BP BUMN Jamin Pemenuhan Seluruh Hak Korban Tabrakan Kereta Api

Bos BP BUMN Jamin Pemenuhan Seluruh Hak Korban Tabrakan Kereta Api

Bisnis | Selasa, 28 April 2026 | 07:34 WIB

Siapa yang Tanggung Biaya Pengobatan dan Pemakaman Korban Tabrakan Kereta Api

Siapa yang Tanggung Biaya Pengobatan dan Pemakaman Korban Tabrakan Kereta Api

Bisnis | Selasa, 28 April 2026 | 07:05 WIB

Imbas Tabrakan KRL dengan KA Agro Bromo Anggrek, Stasiun Bekasi Timur Ditutup Sementara

Imbas Tabrakan KRL dengan KA Agro Bromo Anggrek, Stasiun Bekasi Timur Ditutup Sementara

Bisnis | Selasa, 28 April 2026 | 06:17 WIB

Puluhan Korban Tabrakan KA Argo Bromo dengan KRL Dirawat Intensif di RSUD Bekasi

Puluhan Korban Tabrakan KA Argo Bromo dengan KRL Dirawat Intensif di RSUD Bekasi

Foto | Selasa, 28 April 2026 | 07:00 WIB

Momen Dramatis Evakuasi Korban Kecelakaan KA Argo Bromo dan KRL di Bekasi Timur

Momen Dramatis Evakuasi Korban Kecelakaan KA Argo Bromo dan KRL di Bekasi Timur

Foto | Selasa, 28 April 2026 | 06:10 WIB

Potret Ngeri Tabrakan KA Argo Bromo-KRL, Gerbong Ringsek

Potret Ngeri Tabrakan KA Argo Bromo-KRL, Gerbong Ringsek

Foto | Selasa, 28 April 2026 | 05:50 WIB

Terkini

Emas Antam Naik Tipis Hari Ini, Harganya jadi Rp 2.815.000/Gram

Emas Antam Naik Tipis Hari Ini, Harganya jadi Rp 2.815.000/Gram

Bisnis | Selasa, 28 April 2026 | 09:00 WIB

Buntut Debt Collector Bermasalah di Semarang, OJK Panggil Indosaku dan Ancam Sanksi Berat

Buntut Debt Collector Bermasalah di Semarang, OJK Panggil Indosaku dan Ancam Sanksi Berat

Bisnis | Selasa, 28 April 2026 | 08:56 WIB

Riset UI: Pengguna Pindar AdaKami Melek Keuangan, Tapi Masih Rentan Terjebak Utang

Riset UI: Pengguna Pindar AdaKami Melek Keuangan, Tapi Masih Rentan Terjebak Utang

Bisnis | Selasa, 28 April 2026 | 08:55 WIB

Kecelakaan Maut Kereta di Bekasi, Prabowo Intruksikan Ini

Kecelakaan Maut Kereta di Bekasi, Prabowo Intruksikan Ini

Bisnis | Selasa, 28 April 2026 | 08:36 WIB

Imbas Tabrakan Kereta Api, Operasional KRL Blue Line Hanya Sampai Stasiun Bekasi

Imbas Tabrakan Kereta Api, Operasional KRL Blue Line Hanya Sampai Stasiun Bekasi

Bisnis | Selasa, 28 April 2026 | 08:29 WIB

Bos Danantara Buka Suara Soal Kecelakaan Kereta di Bekasi

Bos Danantara Buka Suara Soal Kecelakaan Kereta di Bekasi

Bisnis | Selasa, 28 April 2026 | 08:23 WIB

SIG Kantongi 5 Sertifikat Platinum Green Label, Bukti Dominasi Semen Hijau Nasional

SIG Kantongi 5 Sertifikat Platinum Green Label, Bukti Dominasi Semen Hijau Nasional

Bisnis | Selasa, 28 April 2026 | 08:10 WIB

Bos KAI: 3 Orang Masih Terperangkap di Dalam Gerbong KRL

Bos KAI: 3 Orang Masih Terperangkap di Dalam Gerbong KRL

Bisnis | Selasa, 28 April 2026 | 08:08 WIB

Rupiah Sentuh Rp17.211, Laba Bersih Emiten Mark Dynamic Meningkat

Rupiah Sentuh Rp17.211, Laba Bersih Emiten Mark Dynamic Meningkat

Bisnis | Selasa, 28 April 2026 | 08:02 WIB

Korban Tewas Tabrakan Kereta Api di Stasiun Bekasi Timur Jadi 7 Orang

Korban Tewas Tabrakan Kereta Api di Stasiun Bekasi Timur Jadi 7 Orang

Bisnis | Selasa, 28 April 2026 | 07:56 WIB