Geger! Selat Malaka Terancam Sepi? Thailand Nekat Bangun Proyek Rp480 Triliun!

Mohammad Fadil Djailani

Selasa, 28 April 2026 | 12:06 WIB
Geger! Selat Malaka Terancam Sepi? Thailand Nekat Bangun Proyek Rp480 Triliun!
Pemerintah Thailand secara resmi menghidupkan kembali proyek ambisius "Land Bridge" (Jembatan Darat) senilai 1 triliun Baht (sekitar Rp480 triliun). (Thai PBS World)
baca 10 detik
  • Thailand hidupkan proyek Land Bridge Rp480 T sebagai rute alternatif pengganti Selat Malaka.
  • Pemerintah Thailand merayu Singapura untuk jadi investor utama proyek pelabuhan dan rel 90 km.
  • Proyek ini dinilai lebih layak dibanding Terusan Kra untuk pangkas jalur logistik global.

Suara.com - Ketegangan di Selat Hormuz rupanya menjadi alarm keras bagi keamanan logistik dunia. Merespons kerentanan titik-titik jalur pelayaran global, Pemerintah Thailand secara resmi menghidupkan kembali proyek ambisius "Land Bridge" (Jembatan Darat) senilai 1 triliun Baht (sekitar Rp480 triliun).

Mengutip Reuters, Selasa (28/4/2026) proyek ini diproyeksikan menjadi rute alternatif utama bagi Selat Malaka, jalur tersibuk dunia yang saat ini mulai mengalami kejenuhan dan isu monetisasi.

Selama beberapa dekade, ide membelah semenanjung Thailand selatan terus muncul dan tenggelam. Namun, kali ini Pemerintah Thailand bergerak cepat. Proyek Land Bridge ini akan menghubungkan dua pelabuhan laut dalam: Ranong di sisi Laut Andaman dan Chumphon di sisi Teluk Thailand.

Keduanya akan terhubung melalui infrastruktur jalan dan kereta api sepanjang 90 km, lengkap dengan jaringan pipa energi. Jika terwujud, kapal-kapal dari Asia Timur menuju Timur Tengah dan Eropa tidak perlu lagi memutar melewati Selat Malaka yang panjangnya mencapai 900 km.

Dalam langkah diplomatik terbaru, Perdana Menteri Thailand Anutin Charnvirakul secara khusus menemui Menteri Pertahanan Singapura, Chan Chun Sing, pada hari Senin. Pertemuan ini bertujuan untuk menawarkan peluang investasi besar kepada Singapura.

Meskipun Singapura secara geografis diuntungkan oleh Selat Malaka, Thailand mencoba meyakinkan bahwa Land Bridge adalah peluang ekonomi kawasan yang komplementer, bukan sekadar pesaing. Juru bicara pemerintah, Rachada Dhanadirek, menyebutkan bahwa pihak Singapura menyatakan ketertarikannya terhadap rencana tersebut.

Berbeda dengan ide "Terusan Kra" yang kontroversial karena dampak lingkungan dan keamanan yang masif, Land Bridge dinilai lebih layak secara teknis dan finansial. Meski sempat tertunda karena turbulensi politik, pemerintah menargetkan draf proyek ini masuk ke meja kabinet pada Juni atau Juli mendatang.

Jika berjalan mulus, pencarian investor akan dimulai pada kuartal ketiga tahun ini. Langkah ini juga menjadi jawaban atas wacana pengenaan tarif tol di Selat Malaka yang sempat dilontarkan pejabat Indonesia, yang menegaskan urgensi adanya rute logistik alternatif di Asia Tenggara.

baca juga
Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Dear Gen Z, Ini Tips dari Menkeu Purbaya untuk Investasi ke Pasar Saham

Dear Gen Z, Ini Tips dari Menkeu Purbaya untuk Investasi ke Pasar Saham

Bisnis | Selasa, 28 April 2026 | 10:58 WIB

Singapura soal Selat Hormuz: Melintas Itu Hak, Bukan Hak Istimewa karena Membayar!

Singapura soal Selat Hormuz: Melintas Itu Hak, Bukan Hak Istimewa karena Membayar!

News | Selasa, 28 April 2026 | 10:43 WIB

Blokade AS di Selat Hormuz, Jutaan Nyawa di Afrika dan Asia Terancam Kelaparan

Blokade AS di Selat Hormuz, Jutaan Nyawa di Afrika dan Asia Terancam Kelaparan

News | Selasa, 28 April 2026 | 09:17 WIB

Terkini

Dihadiri Para Menteri dan Ketua MPR, EIGER Nature Resmi Diluncurkan di Kabupaten Bogor

Dihadiri Para Menteri dan Ketua MPR, EIGER Nature Resmi Diluncurkan di Kabupaten Bogor

Jabar | Kamis, 29 Oktober 2026 | 03:10 WIB

Dari Cisarua ke Dramaga, Dugaan Keracunan MBG di Bogor Belum Temukan Titik Terang

Dari Cisarua ke Dramaga, Dugaan Keracunan MBG di Bogor Belum Temukan Titik Terang

Bogor | Kamis, 29 Oktober 2026 | 02:10 WIB

Kronologi Kericuhan Malioboro Usai Demo Sumpah Pemuda, Massa Tak Dikenal Serang Gedung DPRD DIY

Kronologi Kericuhan Malioboro Usai Demo Sumpah Pemuda, Massa Tak Dikenal Serang Gedung DPRD DIY

Jogja | Kamis, 29 Oktober 2026 | 01:18 WIB

20 Tahun Mengabdi, Irsan Jadi Calon Tunggal Ketua BPC Gapensi Kabupaten Bogor

20 Tahun Mengabdi, Irsan Jadi Calon Tunggal Ketua BPC Gapensi Kabupaten Bogor

Bogor | Kamis, 29 Oktober 2026 | 01:05 WIB

Dari Serang, Jakarta hingga Sukabumi: Kronologi Polresta Serang Kota Gagalkan Peredaran 8,8 Kg Sabu

Dari Serang, Jakarta hingga Sukabumi: Kronologi Polresta Serang Kota Gagalkan Peredaran 8,8 Kg Sabu

Banten | Kamis, 29 Oktober 2026 | 01:00 WIB

Persib Kalahkan Melbourne Victory 2-0, Igor Tolic: Grup Belum Usai

Persib Kalahkan Melbourne Victory 2-0, Igor Tolic: Grup Belum Usai

Jabar | Kamis, 29 Oktober 2026 | 00:35 WIB

Umuh Muchtar Buka Suara Usai Pelaku Pembacokan Bobotoh Ditangkap: Mohon Bobotoh Jangan Dendam

Umuh Muchtar Buka Suara Usai Pelaku Pembacokan Bobotoh Ditangkap: Mohon Bobotoh Jangan Dendam

Jabar | Kamis, 29 Oktober 2026 | 00:21 WIB

Polda DIY Pastikan Malioboro Dalam Kendali Penuh Usai Kerahkan Water Cannon dan Gas Air Mata

Polda DIY Pastikan Malioboro Dalam Kendali Penuh Usai Kerahkan Water Cannon dan Gas Air Mata

Jogja | Kamis, 29 Oktober 2026 | 00:14 WIB

Mahasiswa Kemah di Kantor Gubernur Sumsel saat Sumpah Pemuda, Desak Transparansi Anggaran Karhutla

Mahasiswa Kemah di Kantor Gubernur Sumsel saat Sumpah Pemuda, Desak Transparansi Anggaran Karhutla

Sumsel | Rabu, 28 Oktober 2026 | 23:44 WIB

Pengamat Tanggapi Harga Saham BYAN Haji Isam

Pengamat Tanggapi Harga Saham BYAN Haji Isam

Bisnis | Rabu, 28 Oktober 2026 | 23:17 WIB

×