- Uni Emirat Arab resmi mengundurkan diri dari keanggotaan OPEC mulai tanggal 1 Mei 2026 demi meningkatkan kapasitas produksi minyak.
- Keputusan tersebut melemahkan kendali OPEC atas pasokan global serta memperuncing rivalitas geopolitik antara Abu Dhabi dan Arab Saudi.
- Kondisi geopolitik di Selat Hormuz akibat konflik Iran membatasi dampak instan pengunduran diri ini terhadap harga minyak dunia.
Keluarnya UEA dari OPEC juga mengungkap keretakan hubungan antara Abu Dhabi dan Riyadh yang kian dalam. Meski sempat menjadi sekutu erat, kedua negara kini bersaing sengit di berbagai sektor, mulai dari kebijakan minyak, pengaruh geopolitik regional, hingga perebutan modal dan talenta asing.
UEA kini lebih aktif mengejar kebijakan luar negeri yang asertif. Terutama setelah menjadi target serangan selama perang Iran, UEA semakin mempererat hubungan dengan Amerika Serikat dan Israel melalui kerangka Abraham Accords 2020, yang mereka anggap sebagai alat pengaruh regional yang unik di Washington.
Sementara itu, para pemimpin Teluk lainnya dilaporkan berkumpul di Arab Saudi pada Selasa untuk merumuskan respons terhadap ribuan serangan rudal dan drone Iran yang terus menghantam wilayah mereka sejak pecahnya perang pada akhir Februari lalu.