Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.710.000
Beli Rp2.570.000
IHSG 6.007,656
LQ45 597,448
Srikehati 291,253
JII 359,060
USD/IDR 17.916

OCBC Kantongi Laba Bersih Rp1,36 Triliun pada Kuartal I 2026

Dythia Novianty, Rina Anggraeni

Kamis, 30 April 2026 | 11:19 WIB
OCBC Kantongi Laba Bersih Rp1,36 Triliun pada Kuartal I 2026
Ilustrasi nasabah OCBC NISP melakukan transaksi. (Ist)
  • PT Bank OCBC NISP mencatatkan laba bersih sebesar Rp1,36 triliun pada kuartal pertama tahun 2026 atau tumbuh 5 persen.
  • Pertumbuhan laba didorong oleh kenaikan pendapatan operasional, peningkatan total aset menjadi Rp312,9 triliun, serta penyaluran kredit yang positif.
  • Bank berhasil memperkuat rasio dana murah sebesar 61,9 persen dan mencatat kenaikan transaksi e-channel sebesar 15 persen secara tahunan.

Suara.com - PT Bank OCBC NISP Tbk (OCBC) mengawali tahun dengan capaian positif setelah mencatatkan kinerja keuangan perusahaan tetap resilien dan bertumbuh sepanjang periode tiga bulan pertama tahun ini.

Berdasarkan laporan keuangan terbaru per 31 Maret 2026, emiten perbankan ini berhasil membukukan laba bersih OCBC 2026 sebesar Rp1,36 triliun atau tumbuh sebesar 5 persen secara tahunan (year on year/YoY) di tengah dinamika industri perbankan Indonesia.

Pencapaian laba tersebut ditopang oleh kenaikan pendapatan operasional yang tumbuh 6 persen YoY, seiring dengan peningkatan total aset Bank OCBC sebesar 7 persen YoY menjadi Rp312,9 triliun.

Selain itu, pertumbuhan kredit OCBC juga tercatat positif mencapai Rp171,0 triliun, yang diimbangi dengan kualitas aset yang terjaga serta penguatan rasio CASA atau dana murah yang kini mencapai
level 61,9 persen dari total Dana Pihak Ketiga (DPK).

Dari sisi manajemen risiko, OCBC berhasil menjaga rasio kredit bermasalah atau Non-Performing Loan (NPL) gross di level 2,1 persen.

Sementara itu, Loan at Risk (LaR) menunjukkan perbaikan ke angka 5,3 persen dibandingkan tahun sebelumnya yang sebesar 5,4 persen.

Direktur OCBC Parwati Surjaudaja, pada Jumat (24/10/2025) mengatakan Inflasi yang tetap terkendali di bawah 3 persen mencerminkan daya beli masyarakat yang stabil dan menegaskan kepercayaan investor terhadap fundamental ekonomi nasional. [Suara.com/Rina Anggraeni]
Direktur OCBC Parwati Surjaudaja. [Suara.com/Rina Anggraeni]

Sebagai langkah antisipatif, bank juga menyiapkan pencadangan NPL yang sangat memadai, yakni sebesar 221,8 persen.

Pada sisi penghimpunan dana, jumlah DPK tercatat mencapai Rp226,4 triliun atau tumbuh 4 persen YoY.

Rasio permodalan bank juga berada pada posisi yang sangat kuat dengan Capital Adequacy Ratio (CAR) sebesar 25,0 persen, memberikan ruang yang luas bagi perusahaan untuk melakukan ekspansi bisnis di masa mendatang.

Presiden Direktur OCBC, Parwati Surjaudaja, menyatakan bahwa kinerja ini mencerminkan kekuatan model bisnis bank yang mampu menyeimbangkan antara aspek pertumbuhan dan prinsip kehati-hatian.

"Kami melihat momentum pertumbuhan yang tetap terjaga di awal tahun 2026, baik dari sisi intermediasi maupun penghimpunan dana," ujar Parwati dalam keterangan resminya, Kamis (30/4/2026).

Menurutnya, pertumbuhan kredit yang tetap positif mencerminkan komitmen perusahaan dalam mendukung kebutuhan nasabah dan perekonomian, sementara peningkatan CASA menunjukkan kepercayaan nasabah yang semakin kuat terhadap layanan.

Transformasi digital juga menjadi motor penggerak utama pertumbuhan perusahaan. Pada kuartal pertama 2026, total nilai transaksi melalui e-channel tumbuh signifikan hingga 15 persen YoY.

Pengguna aktif individu pada layanan internet banking dan OCBC Mobile meningkat 8 persen YoY, sementara pada segmen korporasi, pengguna aktif OCBC Business Mobile melonjak hingga 20 persen YoY.

Melalui penguatan layanan perbankan digital OCBC dan pengembangan produk yang relevan, bank berkomitmen untuk terus meningkatkan literasi keuangan masyarakat Indonesia secara berkelanjutan.

Fokus pada segmen ritel dan bisnis melalui strategi bisnis OCBC diharapkan dapat memperkokoh loyalitas nasabah serta menjaga ketahanan bank dalam menghadapi berbagai dinamika ekonomi global di masa depan.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Bank Mandiri Raih Kinerja Moncer, Ekonom Nilai Buah Hasil Ekspansi

Bank Mandiri Raih Kinerja Moncer, Ekonom Nilai Buah Hasil Ekspansi

Bisnis | Senin, 06 April 2026 | 15:14 WIB

Aset IRRA Tembus Rp2,43 Triliun, Laba Bersih Naik 23,03 Persen pada 2025

Aset IRRA Tembus Rp2,43 Triliun, Laba Bersih Naik 23,03 Persen pada 2025

Bisnis | Senin, 06 April 2026 | 06:48 WIB

Emiten MPMX Cetak Laba Bersih Rp 462 M Sepanjang 2025

Emiten MPMX Cetak Laba Bersih Rp 462 M Sepanjang 2025

Bisnis | Jum'at, 03 April 2026 | 16:40 WIB

Mitratel Bukukan Kinerja Solid, Laba Bersih Tembus Rp2,1 Triliun

Mitratel Bukukan Kinerja Solid, Laba Bersih Tembus Rp2,1 Triliun

Bisnis | Jum'at, 03 April 2026 | 11:09 WIB

Sempat Alami Kerugian, KB Bank Indonesia hanya Raup Laba Rp66,59 Miliar

Sempat Alami Kerugian, KB Bank Indonesia hanya Raup Laba Rp66,59 Miliar

Bisnis | Jum'at, 03 April 2026 | 08:41 WIB

Pasar Semen Domestik Lesu, SMGR Putar Otak Jualan ke Luar Negeri

Pasar Semen Domestik Lesu, SMGR Putar Otak Jualan ke Luar Negeri

Bisnis | Kamis, 02 April 2026 | 16:46 WIB

Terkini

AS-Iran Damai: Pasar Melesat, Harga Minyak Diprediksi Terus Turun ke Level 70 Dolar

AS-Iran Damai: Pasar Melesat, Harga Minyak Diprediksi Terus Turun ke Level 70 Dolar

Bisnis | Senin, 15 Juni 2026 | 11:59 WIB

Utang Luar Negeri Membengkak Tembus Rp7.784 Triliun, Pemerintah Fokus Biayai 3 Sektor Ini

Utang Luar Negeri Membengkak Tembus Rp7.784 Triliun, Pemerintah Fokus Biayai 3 Sektor Ini

Bisnis | Senin, 15 Juni 2026 | 11:47 WIB

Bapanas Ultimatum Pedagang Beras, Stok Tembus Rekor 5,3 Juta Ton: Jangan Mainkan Harga!

Bapanas Ultimatum Pedagang Beras, Stok Tembus Rekor 5,3 Juta Ton: Jangan Mainkan Harga!

Bisnis | Senin, 15 Juni 2026 | 11:18 WIB

PIK2 Jadi Magnet Investor, PANI Bukukan Laba Rp578 Miliar dan Tebar Dividen

PIK2 Jadi Magnet Investor, PANI Bukukan Laba Rp578 Miliar dan Tebar Dividen

Bisnis | Senin, 15 Juni 2026 | 11:02 WIB

BRI Perluas Akses Investasi Global melalui BRImo, Hadirkan Reksa Dana USD Batavia

BRI Perluas Akses Investasi Global melalui BRImo, Hadirkan Reksa Dana USD Batavia

Bisnis | Senin, 15 Juni 2026 | 10:28 WIB

Rupiah Paling Perkasa di Asia, Pukul Mundur Dolar AS ke Level Rp17.726

Rupiah Paling Perkasa di Asia, Pukul Mundur Dolar AS ke Level Rp17.726

Bisnis | Senin, 15 Juni 2026 | 09:56 WIB

Kabar Baik bagi Konsumen, Harga Cabai dan Ayam Turun di Awal Pekan!

Kabar Baik bagi Konsumen, Harga Cabai dan Ayam Turun di Awal Pekan!

Bisnis | Senin, 15 Juni 2026 | 09:38 WIB

Diikuti 45.000 Peserta, BTN Jakim 2026 Dorong Jakarta Menuju Destinasi Sport Tourism Kelas Dunia

Diikuti 45.000 Peserta, BTN Jakim 2026 Dorong Jakarta Menuju Destinasi Sport Tourism Kelas Dunia

Bisnis | Senin, 15 Juni 2026 | 09:33 WIB

Investor Tahan Dulu, Harga Emas Antam Mulai Naik Lagi Jadi Rp 2.729.000/Gram

Investor Tahan Dulu, Harga Emas Antam Mulai Naik Lagi Jadi Rp 2.729.000/Gram

Bisnis | Senin, 15 Juni 2026 | 09:29 WIB

Penguatan Kenaikan IHSG Cerminkan Kepercayaan Investor terhadap Kekuatan Ekonomi Indonesia

Penguatan Kenaikan IHSG Cerminkan Kepercayaan Investor terhadap Kekuatan Ekonomi Indonesia

Bisnis | Senin, 15 Juni 2026 | 09:23 WIB