- PT Sawit Sumbermas Sarana Tbk menetapkan pembagian dividen sebesar Rp 800 miliar atau Rp 83,99 per lembar saham.
- Keputusan tersebut diambil dalam RUPST setelah perseroan berhasil meraih laba bersih tahun berjalan sebesar Rp 1,39 triliun.
- Perseroan mencatat peningkatan pendapatan menjadi Rp 14,81 triliun serta menyelesaikan akuisisi PT Sawit Mandiri Lestari tahun 2025 lalu.
Suara.com - PT Sawit Sumbermas Sarana Tbk. (SSMS) menetapkan dividen kepada pemegang saham sebesar Rp 800 miliar atau Rp 83,99 per saham, setara 68,92 persen dari laba bersih tahun berjalan.
Keputusan ini disepakati pemegang saham SSMS dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) yang digelar.
Pada tahun 2025 lalu, emiten sawit ini meraih laba bersih tahun berjalan sebesar Rp1,39 triliun. Sementara sisa Rp360,69 miliar atau 31,08 persen akan dialokasikan sebagai laba ditahan.
Direktur Utama SSMS, Jap Hartono, menyampaikan bahwa perseroan terus memperkuat praktik keberlanjutan melalui peningkatan ketertelusuran rantai pasok serta penerapan standar sertifikasi seperti RSPO dan ISPO.
"Prospek industri kelapa sawit pada 2026 tetap positif, didorong oleh meningkatnya permintaan global terhadap minyak nabati, seiring pertumbuhan populasi, industri pangan, dan kebutuhan energi alternatif," ujarnya dalam paparan publik secara virtual, Kamis (30/4/2026).
![Ilustrasi Saham. [Dokumentasi IPOT].](https://media.suara.com/pictures/653x366/2026/03/31/80588-ilustrasi-saham-trading-pasar-modal.jpg)
Untuk diketahui, perseroan mencatatkan pendapatan sebesar Rp 14,81 triliun, meningkat 42,91 persen dibandingkan tahun sebelumnya sebesar Rp 10,37 triliun.
Pertumbuhan ini didorong oleh kenaikan harga jual, peningkatan volume penjualan, serta penguatan nilai tukar dolar AS terhadap rupiah.
Total aset perseroan juga meningkat 14,43 persen menjadi Rp 13,58 triliun pada 2025, dari sebelumnya Rp 11,87 triliun pada 2024. Sementara itu, ekuitas tumbuh tipis 1,98 persen menjadi Rp 2,94 triliun, didorong oleh laba bersih yang dihasilkan sepanjang tahun.
Dari sisi operasional, produksi tandan buah segar (TBS) dari kebun inti mencapai 1,63 juta metrik ton, naik 4,22 persen dibandingkan tahun sebelumnya.
Perseroan juga mencatatkan produksi crude palm oil (CPO) sebesar 527.052 metrik ton, meningkat 14,23 persen, dengan oil extraction rate (OER) sebesar 22,12 persen.
Untuk mendukung ekspansi, SSMS memperoleh fasilitas pembiayaan sindikasi hingga Rp5,13 triliun dari sejumlah bank nasional dan internasional. Dana tersebut digunakan untuk refinancing serta penguatan operasional dan ekspansi usaha.
Selain itu, perseroan juga menyelesaikan akuisisi PT Sawit Mandiri Lestari (SML) pada akhir 2025. Akuisisi ini dinilai akan memperluas basis aset, meningkatkan kapasitas produksi, serta memperkuat pertumbuhan jangka panjang perusahaan.
Selain itu, RUPST SSMS juga menyetujui pengangkatan kembali Rimbun Situmorang sebagai Komisaris Perseroan untuk menjaga kesinambungan pengawasan dan tata kelola perusahaan.