Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.699.000
Beli Rp2.575.000
IHSG 6.172,340
LQ45 616,921
Srikehati 300,840
JII 375,650
USD/IDR 17.821

Update Harga Emas 1 Mei 2026 di Tengah Ketidakpastian Global

Ruth Meliana

Jum'at, 01 Mei 2026 | 09:08 WIB
Update Harga Emas 1 Mei 2026 di Tengah Ketidakpastian Global
ilustrasi emas (freepik/wirestock)
baca 10 detik
  • Harga emas Antam pada 1 Mei 2026 mengalami penurunan signifikan menjadi Rp2.769.000 per gram di pasar domestik.
  • Harga emas dunia turut melemah ke kisaran US$4.618 hingga US$4.621 per ons troy pada perdagangan pagi.
  • Pergerakan harga dipengaruhi kebijakan suku bunga The Fed, nilai tukar dolar AS, serta ketegangan geopolitik global.

Suara.com - Pada Jumat, 1 Mei 2026, pasar emas domestik dan global menunjukkan pergerakan yang cukup dinamis di awal bulan. Harga emas batangan PT Antam Tbk (ANTM) hari ini diperkirakan bergerak fluktuatif, dengan tren cenderung melemah setelah mengalami penurunan signifikan pada akhir April.

Berdasarkan pantauan dari laman resmi Logam Mulia, harga emas Antam per gram sempat anjlok sekitar Rp15.000 menjadi level Rp2.769.000 per gram.

Harga emas juga bertahan di kisaran Rp2,76 juta hingga Rp2,79 juta per gram, tergantung ukuran batangan dan lokasi pembelian.

Di pasar Pegadaian, harga emas Antam juga mengalami penurunan serupa. Sementara itu, harga emas dunia (spot gold) berada di kisaran US$4.618 – US$4.621 per ons troy pada perdagangan pagi hingga siang WIB.

Harga ini turun tipis sekitar US$2,40 dibandingkan penutupan sebelumnya, meski sempat menguat karena pelemahan dolar AS dan aksi beli saat koreksi.

Secara keseluruhan, harga emas dunia masih berada di level tinggi sepanjang tahun 2026, dengan catatan historis sempat menyentuh atas US$5.000–5.600 per ons di awal tahun.

Faktor Penyebab Pergerakan Harga

Beberapa faktor utama memengaruhi harga emas pada awal Mei 2026:

1. Kebijakan Bank Sentral AS (The Fed)

baca juga

Ekspektasi terhadap arah suku bunga The Fed menjadi penentu utama. Jika suku bunga tetap hawkish atau tidak turun sesuai harapan, tekanan terhadap emas sebagai aset non-yield akan meningkat. Sebaliknya, sinyal pelonggaran moneter bisa mendorong rebound harga.

2. Nilai Tukar Dolar AS

Emas dan dolar memiliki hubungan terbalik. Pelemahan indeks dolar AS (DXY) baru-baru ini memberikan dukungan bagi harga emas. Namun, jika dolar menguat kembali karena data ekonomi AS yang solid, emas berpotensi melemah lebih lanjut.

3. Geopolitik dan Risiko Global

Ketegangan di berbagai kawasan masih menjadi pendorong safe-haven demand. Meski ada tanda-tanda mereda di beberapa konflik, ketidakpastian fiskal AS, defisit anggaran, dan isu perdagangan tetap membuat investor melirik emas sebagai pelindung nilai.

4. Permintaan Fisik dan Bank Sentral

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Tak Dapat Emas, Ekspresi Dara Arafah saat Unboxing Suvenir Nikahan El-Syifa Jadi Sorotan

Tak Dapat Emas, Ekspresi Dara Arafah saat Unboxing Suvenir Nikahan El-Syifa Jadi Sorotan

Entertainment | Kamis, 30 April 2026 | 21:00 WIB

Bea Cukai Akui Penerimaan Negara dari Bea Keluar Ekspor Emas Masih Minim

Bea Cukai Akui Penerimaan Negara dari Bea Keluar Ekspor Emas Masih Minim

Bisnis | Kamis, 30 April 2026 | 16:52 WIB

Emas Laku Keras, Laba ANTAM Naik 58 Persen di Triwulan I 2026

Emas Laku Keras, Laba ANTAM Naik 58 Persen di Triwulan I 2026

Bisnis | Kamis, 30 April 2026 | 09:52 WIB

Terkini

Rupiah Terus Tertekan, Dolar AS Kembali Sentuh Level Rp17.850

Rupiah Terus Tertekan, Dolar AS Kembali Sentuh Level Rp17.850

Bisnis | Jum'at, 19 Juni 2026 | 09:28 WIB

Dibuka Melemah, IHSG Langsung Gacor Setelah Pengumuman MSCI

Dibuka Melemah, IHSG Langsung Gacor Setelah Pengumuman MSCI

Bisnis | Jum'at, 19 Juni 2026 | 09:16 WIB

88 Persen UMKM Masih Andalkan Dana Pribadi, Perbanas Dorong Penggunaan Kredit

88 Persen UMKM Masih Andalkan Dana Pribadi, Perbanas Dorong Penggunaan Kredit

Bisnis | Jum'at, 19 Juni 2026 | 09:00 WIB

Negara Hemat Rp3 Triliun Karena MBG Disetop, Pengusaha Protes: Ganggu Stabilitas

Negara Hemat Rp3 Triliun Karena MBG Disetop, Pengusaha Protes: Ganggu Stabilitas

Bisnis | Jum'at, 19 Juni 2026 | 09:00 WIB

MSCI Bongkar Borok Bursa RI di Mata Investor Global, Informasi Saham Tidak Selalu Berbahasa Inggris

MSCI Bongkar Borok Bursa RI di Mata Investor Global, Informasi Saham Tidak Selalu Berbahasa Inggris

Bisnis | Jum'at, 19 Juni 2026 | 08:16 WIB

Tak Lagi Bebas, OJK Batasi Kepemilikan Asing dan Atur Ulang Bisnis BNPL

Tak Lagi Bebas, OJK Batasi Kepemilikan Asing dan Atur Ulang Bisnis BNPL

Bisnis | Jum'at, 19 Juni 2026 | 08:09 WIB

Ekspor Sawit Terancam Mandek, Pengusaha Wanti-wanti Layanan DSI

Ekspor Sawit Terancam Mandek, Pengusaha Wanti-wanti Layanan DSI

Bisnis | Jum'at, 19 Juni 2026 | 08:09 WIB

Layani 301 Ribu Penumpang, ASDP Perbesar Pelabuhan Tanjung Uban

Layani 301 Ribu Penumpang, ASDP Perbesar Pelabuhan Tanjung Uban

Bisnis | Jum'at, 19 Juni 2026 | 08:05 WIB

Emiten Teknologi ELIT Tahan Dividen untuk Ekspansi Bisnis

Emiten Teknologi ELIT Tahan Dividen untuk Ekspansi Bisnis

Bisnis | Jum'at, 19 Juni 2026 | 07:58 WIB

PGN-BRIN Kembangkan Minapadi Salin, Bidik Hasil Padi 7 Ton per Hektare

PGN-BRIN Kembangkan Minapadi Salin, Bidik Hasil Padi 7 Ton per Hektare

Bisnis | Jum'at, 19 Juni 2026 | 07:55 WIB