Filosofi 'Nrimo ing Pandum', Rahasia di Balik Eksistensi Mi Ayam TPMC Bantul Selama 30 Tahun

Irwan Febri

Senin, 04 Mei 2026 | 07:31 WIB
Filosofi 'Nrimo ing Pandum', Rahasia di Balik Eksistensi Mi Ayam TPMC Bantul Selama 30 Tahun
Pemilik Mi Ayam TPMC, Marinem (kiri) dan Edi Rosadi (kanan) berpose di dalam warunya. (Suara.com/Irwan Febri)
baca 10 detik
  • Mi Ayam TPMC di Bantul berdiri sejak 1996 dan konsisten menerapkan filosofi Jawa Nrimo ing Pandum dalam usahanya.
  • Edi Rosadi dan Marinem mengelola usaha secara mandiri dengan standar BPOM serta menghasilkan omzet harian Rp2,5 juta.
  • Sejak merintis, usaha ini bermitra dengan BRI untuk permodalan, fasilitas QRIS, serta menabung guna mengembangkan kesejahteraan keluarga pemilik.

Suara.com - 'Nrimo ing Pandum', salah satu filosofi Jawa yang menjadi pegangan warung Mi Ayam TPMC atau Sekarsuli sejak berdiri pada 1996 di Jl Wonosari, Potorono, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY).

Kalimat itu bukan sekadar ucapan. Selama 30 tahun berdiri, Mi Ayam TPMC yang dikelola oleh suami istri, yakni Edi Rosadi  dan Marinem, menerapkan 'Nrimo ing Pandum', yakni menerima dengan ikhlas dan bersyukur atas segala rezeki yang telah ditentukan oleh Tuhan

Jadi, baik ketika ramai ataupun sepinya usaha, keduanya menjalani dengan ikhlas.

Pemilik Mi Ayam TPMC, Marinem (kiri) dan Edi Rosadi (kanan), ketika ditemui di warungnya. (Suara.com/Irwan Febri Rialdi)
Pemilik Mi Ayam TPMC, Marinem (kiri) dan Edi Rosadi (kanan), ketika ditemui di warungnya. (Suara.com/Irwan Febri)

"Biasa ya mas, orang jualan itu ya ada pasang surutnya, itu sudah biasa. Kendala lain-lain tidak terasa. Disyukuri saja, apa yang ada, apa yang diberi," kata Marinem kepada Suara.com dengan bahasa Jawa kromo.

Selain itu, Edi Rosadi dan Marinem juga menyisihkan ambisi dalam hidupnya. Meski Mi Ayam TPMC sudah sangat terkenal di area Wonosari, keduanya tidak berminat membuka cabang.

Menurutnya, ambisi membuka cabang bisa membuat hati kurang tenang karena ada banyak hal yang menjadi harus dipikirkan. Keduanya memilih fokus pada usaha yang sekarang, dengan memberikan pelayanan yang terbaik untuk pembeli.

"Kami tidak ada ambisi. Bikin cabang-cabang itu engga, tidak ambisi. Kalau tidak ada ambisi itu tenang, apa adanya, apa yang diberi menerima. Kalau ambisi malah kurang tenang, kurang fokus sama pembeli," ujar Marinem.

"Kami itu kan mengutamakan selera pembeli. Ada yang  suka setengah mateng, mateng banget, tidak pakai sawi. Kemudian pelanggan yang pesan bilang seperti biasa, jadi kami harus menghafal kesukaan pembeli," imbuh asal Wonogiri itu.

Fokus Satu Tempat tapi Hasil Maksimal

baca juga

Walau hanya punya satu cabang dan sederhana, Edi Rosadi  dan Marinem benar-benar mengelolanya dengan sebaik mungkin. Semua bahan-bahan andalan diproduksi sendiri, mulai dari mi hingga bakso.

Semua proses pembuatan dikerjakan dengan standar kesehatan yang berlaku dengan bukti memiliki sertifikat Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) sejak lama.

Pemilik Mi Ayam TPMC, Edi Rosadi, menunjukkan serfitikat BPOM di warungnya. (Suara.com/Irwan Febri)
Pemilik Mi Ayam TPMC, Edi Rosadi, menunjukkan serfitikat BPOM di warungnya. (Suara.com/Irwan Febri)

"Kami mi membuat sendiri, sudah BPOM. Dulu sudah disurvei, dari badan kesehatan juga. Sebelum covid itu. Jadi iya sudah sesuai standar BPOM," ujar Marinem.

Kondisi ini membuat Mi Ayam TPMC mampu memberikan pelayanan terbaik untuk pembeli, karena selama buka pelanggan yang datang tidak akan kecewa kehabisan. Apabila sudah habis, maka akan produksi mi lagi.

Alhasil penjualan Mi Ayam TPMC yang kerap disebut Sekarsuli ini maksimal. Sehari mampu melayani 150 hingga 200 mangkok mi ayam dengan omset yang lumayan.

"Sehari lebih kalau 100 porsi. Hampir 200. Minggu kemarin itu 200 lebih. Kalau lebaran malah lebih lagi. Soalnya pembelinya tidak cuma orang sini, orang jauh juga," ujar Edi.

Dukungan BRI dalam Perjalanan Mi Ayam TPMC

Dukungan banner menu dari BRI untuk Mi Ayam TPMC. (Suara.com/Irwan Febri)
Dukungan banner menu dari BRI untuk Mi Ayam TPMC. (Suara.com/Irwan Febri)

Pada sebuah usaha, perbantuan modal menjadi sebuah hal yang lumrah. Edi Rosadi dan Marinem bercerita bahwa pada awal merintis Mi Ayam TPMC pada 1996, dirinya mendapat bantuan pinjaman Rp3 juta dari BRI untuk usaha.

Kemitraan dengan BRI terus berlanjut sampai sekarang, baik dulu bersama BRI Unit Katamso hingga kini bersaama BRI Unit Baturetno.

"Mengenai pinjam bank, tahun 1996 sudah masuk ke BRI. Belum ada KUR saat itu, pinjaman pertama 3 juta. Setelah itu, buat modal usaha juga," kata Edi.

"Nasabah lama, dulu di BRI Unit Katamso. Terus ada peraturan sesuai daerah, kemudian saya Baturetno. BRI mendukung, kalau saya butuh modal dibantu. Kami sudah ambil enam kali di BRI. Tapi kami misal pinjam dua tahun, setahun itu sudah lunas sebelum ambil lagi," sahut Marinem.

Tak hanya permodalan, BRI turut mendukung keperluan Mi Ayam TPMC lainnya, seperti banner menu hingga QRIS untuk membantu pembayaran pembeli, sekaligus sarana menabung.

Layanan QRIS dari BRI di Mi Ayam TPMC, Bantul. (Suara.com/Irwan Febri)
Layanan QRIS dari BRI di Mi Ayam TPMC, Bantul. (Suara.com/Irwan Febri)

"Alhamdulillah bagus QRIS dari BRI, yang ngasih ya orang BRI. Membantu sekali, banyak pelanggan yang pakai, terutama kalau tanggal 15 ke atas itu QRIS, sama kalau weekend," kata Marinem.

"Selain itu, umpama saya tidak bisa menyisihkan, jadi tersisihkan karena tidak langsung untuk dipakai. Tapi itu masuk rekening pinjaman, mengurangi angsuran," imbuh wanita kelahiran 1977 itu.

Dari usaha mi ayam dengan filosofi 'Nrimo Ing Pandum', Edi Rosadi dan Marinem pun sudah mampu memenuhi kebutuhan hidup. Keduanya berharap bisa terus bermitra dengan BRI.

"Alhamdulillah baik, sudah punya rumah, tanah, kendaraan dari usaha mi ayam," ungkap Edi dengan senyum ramahnya.

"Harapannya ke depan, kalau lepas dari yang punya bangunan mi ayam, bisa dibantu saja. Dibantu beli oleh BRI. BRI membantu supaya bisa membeli lahan untuk terus jualan," timpal sang istri.

Mantri BRI Unit Baturetno, Yudhi Pamungkas, saat ditemui di kantornya. (Suara.com/Irwan Febri)
Mantri BRI Unit Baturetno, Yudhi Pamungkas, saat ditemui di kantornya. (Suara.com/Irwan Febri)

Kesuksesan Mi Ayam TMPC turut membuat Yudhi Pamungkas selaku Mantri BRI Unit Baturetno merasa bangga. Ia berharap usaha Edi Rosadi dan Marinem terus berkembang serta terus menjadi mitra BRI.

"Usahanya bagus ya, lancar. Viral juga karena banyak vlogger yang ke sana," kata Yudhi kepada Suara.com ketika ditemui di BRI Unit Baturetno.

"Pembayarannya di sana juga sudah pakai QRIS, untuk mengurangi uang fisik dan mempermudah kembalian. Rata-rata perbulan itu Rp7 juta per bulan dari QRIS," lanjutnya.

"Senang punya nasabah seperti ini, semoga Mi Ayam TPMC berkembang lagi dan terus bersama BRI," tutur mantri yang sudah 16 tahun bersama BRI itu.

Dari filosofi sederhana 'Nrimo ing Pandum', Mi Ayam TPMC membuktikan bahwa ketenangan hati, keikhlasan, hingga rasa syukur bukan hanya nilai hidup, tetapi juga fondasi yang menguatkan perjalanan sebuah usaha.

Di tengah naik turunnya rezeki, Edi Rosadi dan Marinem memilih untuk tetap melangkah dengan hati yang lapang, percaya bahwa setiap usaha yang dijalani dengan tulus akan menemukan jalannya sendiri.

Sebab pada akhirnya, bukan seberapa cepat kita sampai, tetapi seberapa ikhlas kita menjalani prosesnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Balas Dendam Masalah Geng, Polisi Ciduk Dua Pelaku Penganiayaan Pelajar Berujung Tewas di Bantul

Balas Dendam Masalah Geng, Polisi Ciduk Dua Pelaku Penganiayaan Pelajar Berujung Tewas di Bantul

News | Rabu, 22 April 2026 | 13:21 WIB

Jadwal Padat dan Pindah Venue, Persija Jakarta Tetap Bidik 3 Poin Lawan PSIM Yogyakarta

Jadwal Padat dan Pindah Venue, Persija Jakarta Tetap Bidik 3 Poin Lawan PSIM Yogyakarta

Bola | Rabu, 22 April 2026 | 12:49 WIB

Momen Rizky Ridho Jadi Fotografer Dadakan untuk Emak-Emak Jelang PSIM Yogyakarta Vs Persija

Momen Rizky Ridho Jadi Fotografer Dadakan untuk Emak-Emak Jelang PSIM Yogyakarta Vs Persija

Bola | Rabu, 22 April 2026 | 11:53 WIB

Eksel Runtukahu Ngebet Tambah Gol, Persija Incar Kemenangan Ketiga Beruntun Saat Jumpa PSIM

Eksel Runtukahu Ngebet Tambah Gol, Persija Incar Kemenangan Ketiga Beruntun Saat Jumpa PSIM

Bola | Rabu, 22 April 2026 | 11:31 WIB

PSIM Yogyakarta Ingin Tumbangkan Persija, Ze Valente Siap Mengamuk

PSIM Yogyakarta Ingin Tumbangkan Persija, Ze Valente Siap Mengamuk

Bola | Rabu, 22 April 2026 | 10:54 WIB

11 Laga Cuma 1 Menang, PSIM di Ujung Tanduk Jelang Duel Lawan Persija Sore Ini

11 Laga Cuma 1 Menang, PSIM di Ujung Tanduk Jelang Duel Lawan Persija Sore Ini

Bola | Rabu, 22 April 2026 | 10:27 WIB

Terkini

Bukan Cuma Modal, UMK Perlu Perkuat Manajemen agar Bisa Naik Kelas

Bukan Cuma Modal, UMK Perlu Perkuat Manajemen agar Bisa Naik Kelas

Bisnis | Minggu, 08 November 2026 | 16:50 WIB

Dua Pilot Australia Selamat, Kru WNI Helikopter BNPB Jatuh di Sungai Barito Belum Ditemukan

Dua Pilot Australia Selamat, Kru WNI Helikopter BNPB Jatuh di Sungai Barito Belum Ditemukan

Kalbar | Minggu, 08 November 2026 | 16:49 WIB

Apa Penyebab Helikopter Pemadam Karhutla Jatuh di Sungai Barito?

Apa Penyebab Helikopter Pemadam Karhutla Jatuh di Sungai Barito?

News | Minggu, 08 November 2026 | 16:48 WIB

Masa Sulit Berakhir untuk 3 Zodiak Ini pada Minggu, 8 November 2026: Saatnya Bernapas Lega

Masa Sulit Berakhir untuk 3 Zodiak Ini pada Minggu, 8 November 2026: Saatnya Bernapas Lega

Lifestyle | Minggu, 08 November 2026 | 16:46 WIB

PB Alkhairaat Dukung Langkah Presiden Prabowo Bersihkan Anasir Pengganggu Stabilitas Nasional

PB Alkhairaat Dukung Langkah Presiden Prabowo Bersihkan Anasir Pengganggu Stabilitas Nasional

Jatim | Minggu, 08 November 2026 | 16:42 WIB

Anti Lepek! 5 Rekomendasi Hair Powder Praktis agar Rambut Bervolume

Anti Lepek! 5 Rekomendasi Hair Powder Praktis agar Rambut Bervolume

Your Say | Minggu, 08 November 2026 | 16:40 WIB

Emiten TAPG Mulai Investasi Jangka Panjang di Sektor Lingkungan

Emiten TAPG Mulai Investasi Jangka Panjang di Sektor Lingkungan

Bisnis | Minggu, 08 November 2026 | 16:39 WIB

Kerusakan Alat Lumpuhkan ATM 128 Bank, Pengelola Pastikan Bukan Serangan Siber

Kerusakan Alat Lumpuhkan ATM 128 Bank, Pengelola Pastikan Bukan Serangan Siber

Bisnis | Minggu, 08 November 2026 | 16:37 WIB

Beras SPHP Diduga Dioplos, Begini Modus Mafia Beras Kelabui Konsumen

Beras SPHP Diduga Dioplos, Begini Modus Mafia Beras Kelabui Konsumen

Bisnis | Minggu, 08 November 2026 | 16:27 WIB

Bikin Pengunjung Betah dan Ingin Kembali? Ini yang Perlu Dibenahi Tempat Wisata

Bikin Pengunjung Betah dan Ingin Kembali? Ini yang Perlu Dibenahi Tempat Wisata

Lifestyle | Minggu, 08 November 2026 | 16:22 WIB

×