- Pemerintah Indonesia mendorong penggunaan Compressed Natural Gas (CNG) sebagai alternatif energi rumah tangga pengganti LPG yang bergantung impor.
- CNG adalah gas alam terkompresi bertekanan tinggi yang diklaim ramah lingkungan serta lebih efisien dibandingkan bahan bakar LPG.
- Menteri ESDM menyatakan harga CNG berpotensi lebih murah 30 hingga 40 persen karena bersumber dari produksi dalam negeri.
Namun, klaim lebih murah ini tetap bergantung pada kesiapan infrastruktur. Saat ini, jaringan distribusi CNG belum merata di seluruh wilayah Indonesia, sehingga pengembangannya membutuhkan investasi besar.
Di sisi lain, penggunaan CNG juga menawarkan keuntungan dari aspek lingkungan. Emisi gas buangnya lebih rendah dibandingkan bahan bakar konvensional, sehingga lebih ramah terhadap kualitas udara.
Meski begitu, ada beberapa tantangan yang perlu diperhatikan. Selain infrastruktur, aspek keamanan penyimpanan gas bertekanan tinggi juga harus dipastikan agar aman digunakan di rumah tangga.