Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.798.000
Beli Rp2.660.000
IHSG 7.057,106
LQ45 681,583
Srikehati 330,472
JII 466,124
USD/IDR 17.420

Wall Street Anjlok Setelah Digempur Kenaikan Harga Minyak

Achmad Fauzi | Suara.com

Selasa, 05 Mei 2026 | 07:50 WIB
Wall Street Anjlok Setelah Digempur Kenaikan Harga Minyak
Wall Street kembali anjlok setelah kondisi geopolitik kembali memanas. [Unsplash].
  • Indeks saham Wall Street melemah pada perdagangan Senin akibat ketegangan geopolitik di wilayah Timur Tengah.
  • Konflik di Timur Tengah menyebabkan lonjakan harga minyak mentah dunia serta memicu kekhawatiran bagi pelaku pasar.
  • Saham sektor logistik mengalami penurunan signifikan yang menambah tekanan negatif pada performa bursa saham Amerika Serikat.

Suara.com - Bursa saham Amerika Serikat atau Wall Street meloyo pada perdagangan Senin (Selasa pagi waktu Indonesia). Pelemahan ini disebabkan meningkatnya ketegangan geopolitik di Timur Tengah yang mendorong lonjakan harga minyak dan memicu kekhawatiran pasar global.

Mengutip CNBC semua indeks utama Walls Street merah, seperti Indeks Dow Jones Industrial Average tercatat bergerak di zona merah, sementara S&P 500 turun 557,37 poin atau 1,13 persen ke level 48.941,90. Di sisi lain, Nasdaq Composite terkoreksi 0,19 persen dan ditutup di 25.067,80.

Sentimen negatif datang dari perkembangan terbaru di Timur Tengah. Uni Emirat Arab mengonfirmasi telah mencegat sejumlah rudal yang ditembakkan dari Iran. Ini menjadi pertama kalinya sistem peringatan rudal UEA diaktifkan sejak gencatan senjata dengan AS dimulai bulan lalu.

Kondisi tersebut langsung memicu lonjakan harga energi. Minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) AS melonjak 4,39 persen ke level USD 106,42 per barel, sedangkan minyak mentah Brent naik 5,8 persen ke USD 114,44 per barel.

Ilustrasi perdagangan saham di Wall Street. [Pexels].
Ilustrasi perdagangan saham di Wall Street. [Pexels].

Kenaikan harga minyak juga dipicu laporan yang saling bertentangan terkait dugaan serangan Iran terhadap kapal perang AS di sekitar Selat Hormuz.

Media pemerintah Iran menyebut adanya serangan rudal terhadap kapal perang, namun hal ini belum terkonfirmasi secara independen.

Sementara itu, Komando Pusat AS menegaskan tidak ada kapal Angkatan Laut AS yang terkena serangan.

Di tengah situasi tersebut, Presiden Donald Trump mengumumkan inisiatif Proyek Kebebasan melalui platform Truth Social. Program ini bertujuan membantu evakuasi kapal-kapal kargo dari negara non-konflik yang terjebak akibat ketegangan di Selat Hormuz.

"Saya telah menginstruksikan perwakilan saya untuk memberi tahu mereka bahwa kami akan melakukan upaya terbaik untuk mengeluarkan kapal dan awak mereka dengan selamat," tulis Trump.

Namun demikian, pasar tetap dibayangi ketidakpastian. Pendiri dan CEO Infrastructure Capital Advisors, Jay Hatfield, menilai konflik tidak akan segera berakhir.

“Kami tidak memperkirakan perang akan terselesaikan dengan cepat,” ujarnya.

Meski tekanan meningkat, sebagian analis masih melihat potensi kenaikan indeks ke depan. Hatfield bahkan memperkirakan S&P 500 berpeluang mencapai level 8.000 pada akhir tahun.

Di sisi sektoral, saham logistik menjadi yang paling terpukul. Amazon melalui GXO Logistics mengumumkan ekspansi jaringan logistiknya sendiri. Dampaknya, saham GXO anjlok hampir 18 persen, sementara UPS dan FedEx masing-masing turun sekitar 10 persen dan 9 persen.

Tekanan di sektor logistik ini menambah beban pasar yang sudah tertekan oleh lonjakan harga energi dan meningkatnya risiko geopolitik global.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

IHSG Berpotensi Technical Rebound di Tengah Rekor Tertinggi Wall Street

IHSG Berpotensi Technical Rebound di Tengah Rekor Tertinggi Wall Street

Bisnis | Senin, 04 Mei 2026 | 08:02 WIB

Pasokan Terancam, Harga Minyak Dunia Naik Tajam di Awal Mei 2026

Pasokan Terancam, Harga Minyak Dunia Naik Tajam di Awal Mei 2026

Bisnis | Jum'at, 01 Mei 2026 | 11:02 WIB

Kenaikan Harga Minyak Dunia Dorong IHSG Jatuh ke Level 6.956 Hari Ini

Kenaikan Harga Minyak Dunia Dorong IHSG Jatuh ke Level 6.956 Hari Ini

Bisnis | Kamis, 30 April 2026 | 16:57 WIB

Terkini

Batik Gunung Kendil Rembang Sukses Tembus Pasar Eropa

Batik Gunung Kendil Rembang Sukses Tembus Pasar Eropa

Bisnis | Rabu, 06 Mei 2026 | 08:19 WIB

Tahun Ajaran Baru Datang, Orang Tua Jangan Cuma Fokus Seragam, Cek 5 Poin Krusial Ini!

Tahun Ajaran Baru Datang, Orang Tua Jangan Cuma Fokus Seragam, Cek 5 Poin Krusial Ini!

Bisnis | Rabu, 06 Mei 2026 | 08:07 WIB

Tren Penurunan Berlanjut, Harga Emas Antam, UBS, dan Galeri24 Kompak Terkoreksi

Tren Penurunan Berlanjut, Harga Emas Antam, UBS, dan Galeri24 Kompak Terkoreksi

Bisnis | Rabu, 06 Mei 2026 | 08:00 WIB

Wall Street Langsung Pecah Rekor Setelah Harga Minyak Anjlok

Wall Street Langsung Pecah Rekor Setelah Harga Minyak Anjlok

Bisnis | Rabu, 06 Mei 2026 | 07:50 WIB

Trump Akan Temui Xi Jinping Bahas Perang Iran, Harga Minyak Dunia Turun

Trump Akan Temui Xi Jinping Bahas Perang Iran, Harga Minyak Dunia Turun

Bisnis | Rabu, 06 Mei 2026 | 07:50 WIB

BSI Tebar Dividen Rp1,51 Triliun dan Angkat Komisaris Baru

BSI Tebar Dividen Rp1,51 Triliun dan Angkat Komisaris Baru

Bisnis | Rabu, 06 Mei 2026 | 07:35 WIB

Gerai Es Krim Mixue dan Bingxue Apakah Sama? Cek Faktanya

Gerai Es Krim Mixue dan Bingxue Apakah Sama? Cek Faktanya

Bisnis | Rabu, 06 Mei 2026 | 07:27 WIB

Utang Masyarakat di Pinjol Tembus Rp101 Triliun, Ada yang Masih Gagal Bayar

Utang Masyarakat di Pinjol Tembus Rp101 Triliun, Ada yang Masih Gagal Bayar

Bisnis | Rabu, 06 Mei 2026 | 07:18 WIB

Inabuyer B2B2G Expo 2026 Dibuka, Target Transaksi UMKM Tembus Rp2,5 Triliun

Inabuyer B2B2G Expo 2026 Dibuka, Target Transaksi UMKM Tembus Rp2,5 Triliun

Bisnis | Rabu, 06 Mei 2026 | 07:09 WIB

Ekonomi Indonesia Melesat 5,61 Persen saat Rupiah Pecahkan Rekor Terlemah

Ekonomi Indonesia Melesat 5,61 Persen saat Rupiah Pecahkan Rekor Terlemah

Bisnis | Selasa, 05 Mei 2026 | 21:10 WIB