- Harga minyak mentah dunia melonjak sekitar 6% pada Selasa, 5 Mei 2026, akibat eskalasi militer di Timur Tengah.
- Iran menyerang kapal dan pelabuhan minyak di Uni Emirat Arab, memicu kekhawatiran terganggunya pasokan energi global secara total.
- Klaim wilayah maritim sepihak oleh Iran di Selat Hormuz menyebabkan harga minyak tetap tinggi di atas 100 dolar.
Selain itu, UEA menuduh Iran menggunakan drone untuk menyerang kapal tanker minyak mentah kosong milik perusahaan minyak negara Abu Dhabi, ADNOC, saat mencoba melintasi selat tersebut. Badan Operasi Perdagangan Maritim Inggris (UKMTO) juga menerima laporan insiden yang melibatkan kapal kargo di utara Dubai.
Di tengah ketegangan ini, Menteri Energi UEA—yang negaranya baru saja keluar dari OPEC minggu lalu—menyatakan bahwa UEA berkomitmen untuk memproduksi minyak sesuai kebutuhan pasar global tanpa batasan guna melindungi kepentingan mitra investasi mereka.
Sementara itu, aliansi OPEC+ sepakat untuk menaikkan target produksi minyak sebesar 188.000 barel per hari pada bulan Juni untuk tujuh anggotanya.
Meski ini merupakan kenaikan bulanan ketiga secara berturut-turut, para pelaku pasar sangsi pasokan tambahan ini dapat menstabilkan harga selama blokade militer di Selat Hormuz masih berlangsung.