- Harga emas Antam pada 5 Mei 2026 turun menjadi Rp2.760.000 per gram dan harga buyback menjadi Rp2.545.000 per gram.
- Penurunan harga emas domestik dipicu oleh penguatan dolar AS akibat ketegangan geopolitik antara Amerika Serikat dan Iran.
- Kekhawatiran inflasi global mendorong ekspektasi suku bunga tinggi yang menekan harga emas di pasar global dan Indonesia.
Pekan lalu, Federal Reserve diketahui mempertahankan suku bunga acuannya dalam keputusan yang dinilai paling terpecah sejak 1992, di tengah meningkatnya tekanan inflasi akibat kenaikan harga energi.
Ke depan, pelaku pasar akan mencermati sejumlah data ekonomi penting dari Amerika Serikat, seperti data lowongan pekerjaan, laporan ketenagakerjaan ADP, hingga payroll April yang dapat memberikan petunjuk arah kebijakan suku bunga.
Meski emas dikenal sebagai aset lindung nilai terhadap inflasi dan ketidakpastian geopolitik, daya tariknya cenderung menurun dalam lingkungan suku bunga tinggi karena tidak memberikan imbal hasil.
"Saya melihat level dukungan yang kuat di sekitar 4.200 dolar AS untuk emas. Saya pikir ada isu-isu yang lebih luas di akhir tahun yang dapat mendukung harga. Namun, ketidakpastian dan kemungkinan kenaikan suku bunga dapat mendorong beberapa pedagang untuk keluar dari posisi dalam waktu dekat,” ujar Melek.