Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp0
Beli Rp0
IHSG ...
LQ45 ...
Srikehati
JII ...

Emas Antam Semakin Terjangkau, Harganya Kini Rp 2,76 Juta/Gram

Achmad Fauzi

Selasa, 05 Mei 2026 | 09:06 WIB
Emas Antam Semakin Terjangkau, Harganya Kini Rp 2,76 Juta/Gram
Harga Emas antam terus mengalami penurunan. [Suara.com/Angga Budhiyanto]
baca 10 detik
  • Harga emas Antam pada 5 Mei 2026 turun menjadi Rp2.760.000 per gram dan harga buyback menjadi Rp2.545.000 per gram.
  • Penurunan harga emas domestik dipicu oleh penguatan dolar AS akibat ketegangan geopolitik antara Amerika Serikat dan Iran.
  • Kekhawatiran inflasi global mendorong ekspektasi suku bunga tinggi yang menekan harga emas di pasar global dan Indonesia.

Suara.com - Harga emas PT Aneka Tambang Tbk (Antam) pada hari Selasa, 5 Mei 2026 untuk ukuran satu dibanderol di harga Rp 2.760.000 per gram.

Dikutip dari situs Logam Mulia, harga emas Antam itu merosot Rp 35.000 dibandingkan Senin, 4 Mei 2026.

Sebagai catatan, harga emas antam sempat berubah pada Senin sore hari ke level Rp 2.795.000 per gram.

Sementara itu, harga Buyback (beli kembali) emas Antam dibanderol di harga Rp 2.545.000 per gram.

Harga buyback itu juga ikut jatuh Rp 40.000 dibandingkan dengan harga buyback hari Senin kemarin.

Perlu diingat, harga tersebut belum termasuk pajak penghasilan (PPh) sebesar 0,45 persen bagi pemegang NPWP dan 0,9 persen yang tidak memiliki NPWP. Pengenaan PPh ini sesuai dengan PMK Nomor 34/OMK.19/2017.3.

Seorang pegawai memegang emas batangan produksi Antam [Antara]
Emas Antam terus mengalami turun harga. [Antara]

Seperti dilansir dari laman resmi Logam Mulia Antam, berikut adalah harga emas antam setelah pajak pada hari ini:

  • 0,5 gram: Rp1.433.575
  • 1 gram: Rp2.766.900
  • 2 gram: Rp5.473.650
  • 3 gram: Rp8.185.413
  • 5 gram: Rp13.608.938
  • 10 gram: Rp27.162.738
  • 25 gram: Rp67.781.030
  • 50 gram: Rp135.482.863
  • 100 gram: Rp270.887.530
  • 250 gram: Rp676.953.163
  • 500 gram: Rp1.353.695.800
  • 1000 gram: Rp2.707.351.500

Harga Emas Antam Terus Jatuh

Harga emas dunia mengalami tekanan signifikan pada perdagangan Senin, seiring meningkatnya ketegangan geopolitik antara Amerika Serikat dan Iran yang mendorong penguatan dolar AS serta memicu kekhawatiran inflasi global.

baca juga

Mengutip Reuters, harga emas spot turun 2 persen menjadi 4.523,23 dolar AS per ons. Sementara itu, harga emas berjangka AS ditutup melemah lebih dalam, yakni 2,4 persen ke level 4.533,30 dolar AS.

Tekanan terhadap logam mulia terjadi di tengah eskalasi konflik di Timur Tengah. Iran dilaporkan menyerang sejumlah kapal di Selat Hormuz dan membakar pelabuhan minyak Uni Emirat Arab, memicu lonjakan harga energi dan memperburuk ketegangan kawasan.

Situasi tersebut turut mendorong penguatan dolar AS, yang pada akhirnya membuat emas menjadi lebih mahal bagi pemegang mata uang lainnya. Kondisi ini biasanya menekan permintaan emas di pasar global.

"Berita terbaru jelas tidak memberikan kepercayaan kepada pasar bahwa semuanya akan baik-baik saja dan sekali lagi memunculkan momok masalah inflasi, bersamaan dengan sinyal yang cukup agresif kepada pasar mengenai suku bunga," kata Bart Melek, kepala strategi komoditas global di TD Securities.

Lonjakan harga energi juga meningkatkan kekhawatiran inflasi, yang memperkuat ekspektasi bahwa bank sentral, khususnya Federal Reserve, akan mempertahankan suku bunga tinggi lebih lama.

Sejumlah pelaku pasar bahkan mulai memperkirakan tidak akan ada pelonggaran kebijakan moneter dalam waktu dekat. Barclays menjadi salah satu institusi yang menilai The Fed kemungkinan tidak akan memangkas suku bunga sepanjang tahun ini.

Pekan lalu, Federal Reserve diketahui mempertahankan suku bunga acuannya dalam keputusan yang dinilai paling terpecah sejak 1992, di tengah meningkatnya tekanan inflasi akibat kenaikan harga energi.

Ke depan, pelaku pasar akan mencermati sejumlah data ekonomi penting dari Amerika Serikat, seperti data lowongan pekerjaan, laporan ketenagakerjaan ADP, hingga payroll April yang dapat memberikan petunjuk arah kebijakan suku bunga.

Meski emas dikenal sebagai aset lindung nilai terhadap inflasi dan ketidakpastian geopolitik, daya tariknya cenderung menurun dalam lingkungan suku bunga tinggi karena tidak memberikan imbal hasil.

"Saya melihat level dukungan yang kuat di sekitar 4.200 dolar AS untuk emas. Saya pikir ada isu-isu yang lebih luas di akhir tahun yang dapat mendukung harga. Namun, ketidakpastian dan kemungkinan kenaikan suku bunga dapat mendorong beberapa pedagang untuk keluar dari posisi dalam waktu dekat,” ujar Melek.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Setelah Libur Panjang, Harga Emas Antam Turun Tipis Jadi Rp 2.765.000/Gram

Setelah Libur Panjang, Harga Emas Antam Turun Tipis Jadi Rp 2.765.000/Gram

Bisnis | Senin, 04 Mei 2026 | 09:05 WIB

Emas Stabil Hari Ini, Saatnya Investasi atau Menunggu? Cek Harga Terbarunya

Emas Stabil Hari Ini, Saatnya Investasi atau Menunggu? Cek Harga Terbarunya

Bisnis | Senin, 04 Mei 2026 | 07:55 WIB

Harga Emas Batangan Bisa Tembus Rp 3,3 Juta Hingga Kuartal II-2026

Harga Emas Batangan Bisa Tembus Rp 3,3 Juta Hingga Kuartal II-2026

Bisnis | Senin, 04 Mei 2026 | 07:40 WIB

Terkini

Potensi Pemasukan Negara Hilang dari Program MBG, Ini Penjelasan DJP

Potensi Pemasukan Negara Hilang dari Program MBG, Ini Penjelasan DJP

Bisnis | Minggu, 21 Juni 2026 | 19:34 WIB

Saham BBCA Diserbu Asing, Target Harganya Bisa Capai Segini

Saham BBCA Diserbu Asing, Target Harganya Bisa Capai Segini

Bisnis | Minggu, 21 Juni 2026 | 19:08 WIB

4 Perusahaan Ini Bakal Lakukan PHK, Lebih dari 5.000 Pekerja Terdampak

4 Perusahaan Ini Bakal Lakukan PHK, Lebih dari 5.000 Pekerja Terdampak

Bisnis | Minggu, 21 Juni 2026 | 18:50 WIB

IHSG Diprediksi di Zona Hijau, Ini 3 Saham Pilihan yang Wajib Dipantau Pekan Ini

IHSG Diprediksi di Zona Hijau, Ini 3 Saham Pilihan yang Wajib Dipantau Pekan Ini

Bisnis | Minggu, 21 Juni 2026 | 18:46 WIB

Bisnis Kedai Kopi Makin Ketat, Konsep 'Rumah Kedua' Jadi Senjata Bertahan

Bisnis Kedai Kopi Makin Ketat, Konsep 'Rumah Kedua' Jadi Senjata Bertahan

Bisnis | Minggu, 21 Juni 2026 | 18:41 WIB

Rupiah Terus Melemah, Bank Mega Syariah Jamin Kinerja Kredit Komersial Tak Kendur

Rupiah Terus Melemah, Bank Mega Syariah Jamin Kinerja Kredit Komersial Tak Kendur

Bisnis | Minggu, 21 Juni 2026 | 18:32 WIB

PTPN Investasi di Kesehatan Karyawan, Bidik SDM Lebih Produktif

PTPN Investasi di Kesehatan Karyawan, Bidik SDM Lebih Produktif

Bisnis | Minggu, 21 Juni 2026 | 18:29 WIB

Tak Mau Kalah dari Changi dan KLIA, Bandara Minangkabau Bidik Jadi Hub Penerbangan

Tak Mau Kalah dari Changi dan KLIA, Bandara Minangkabau Bidik Jadi Hub Penerbangan

Bisnis | Minggu, 21 Juni 2026 | 18:23 WIB

Dirjen Pajak Akui MBG dan Kopdes Merah Putih Berpotensi Hilangkan Penerimaan Negara

Dirjen Pajak Akui MBG dan Kopdes Merah Putih Berpotensi Hilangkan Penerimaan Negara

Bisnis | Minggu, 21 Juni 2026 | 17:14 WIB

IHSG Dibayangi Sentimen Global dan MSCI, Cek Rekomendasi Saham Senin Ini!

IHSG Dibayangi Sentimen Global dan MSCI, Cek Rekomendasi Saham Senin Ini!

Bisnis | Minggu, 21 Juni 2026 | 17:11 WIB