- Pengamat AEPI Khudori menyatakan produsen beras mengalami kerugian berkepanjangan akibat tingginya harga gabah sejak tahun lalu hingga 2026.
- Harga gabah yang melonjak melampaui HET menyebabkan produsen beras di berbagai wilayah kesulitan menjaga keberlangsungan usaha mereka.
- Tekanan struktural tersebut memaksa banyak penggilingan padi skala kecil hingga perusahaan besar menutup operasional atau mengalami kerugian.
"Dengan skema maklon, secara teoritis mitra maklon BULOG tetap bisa membeli gabah meski harga di pasar tinggi. Ini membuat pelaku non-mitra maklon kian sulit," pungkasnya.