- PT ASDP Indonesia Ferry berkomitmen meningkatkan transformasi digital dan operasional transportasi laut untuk memperkuat konektivitas nasional yang terintegrasi.
- Menteri Perhubungan mengapresiasi keberhasilan ASDP menangani lonjakan penumpang dan kendaraan pada arus mudik Lebaran 2026 di Jakarta.
- Pemerintah dan ASDP akan mengoptimalkan pola operasional serta pelabuhan penyangga guna mengatasi kepadatan di sejumlah lintasan strategis nasional.
Suara.com - PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) terus memperkuat transformasi layanan penyeberangan nasional melalui digitalisasi dan peningkatan kualitas operasional.
Langkah ini dilakukan untuk menghadirkan sistem transportasi kapal ferry yang semakin modern dan terintegrasi bagi masyarakat.
Komitmen tersebut ditegaskan dalam audiensi jajaran Direksi ASDP dengan Menteri Perhubungan RI Dudy Purwagandhi di Jakarta. Pertemuan itu membahas penguatan layanan operasional, kesiapan infrastruktur, hingga optimalisasi konektivitas logistik nasional.
Dalam kesempatan tersebut, Menteri Perhubungan memberikan apresiasi terhadap kinerja ASDP selama penyelenggaraan Angkutan Lebaran 2026, khususnya di lintasan utama Merak–Bakauheni.
![PT Pintu Kemana Saja membantah ada karyawannya terlibat dalam kasus dugaan korupsi PT ASDP Indonesia Ferry. Foto: Kapal feri ASDP Indonesia Ferry saat berlabuh di Pelabuhan Penyeberangan Bastiong Ternate, Maluku Utara, Senin (16/6/2025). [Antara/Andri Saputra]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2025/06/26/40862-asdp-indonesia-ferry.jpg)
"Pengelolaan arus kendaraan dan penumpang yang semakin tertata, penguatan koordinasi lintas stakeholder, serta optimalisasi layanan dinilai berhasil menjaga kelancaran mobilitas masyarakat selama periode mudik dan arus balik," ujarnya di Jakarta, Jumat (8/5/2026).
Berdasarkan data ASDP, sepanjang periode mudik H-8 hingga H+8 pukul 06.00 WIB, total penumpang pada 15 lintasan pantauan nasional mencapai 4,72 juta orang atau meningkat 6,6 persen dibandingkan tahun lalu.
Sementara itu, jumlah kendaraan yang menyeberang tercatat sebanyak 1,21 juta unit, naik 8 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Meski layanan mudik dinilai berjalan baik, pemerintah tetap menyoroti perlunya penguatan layanan pada sejumlah lintasan strategis lain seperti Ketapang–Gilimanuk yang masih menghadapi tantangan kepadatan logistik dan akses jalan.
Untuk mengatasi hal tersebut, Kementerian Perhubungan bersama ASDP Indonesia Ferry akan memperkuat langkah antisipatif melalui optimalisasi pola operasi kapal, pemanfaatan pelabuhan penyangga, hingga pengembangan skema layanan yang lebih adaptif.
Direktur Utama ASDP, Heru Widodo, mengatakan apresiasi pemerintah menjadi motivasi bagi perseroan untuk terus melakukan pembenahan layanan secara berkelanjutan.
"Evaluasi dan arahan yang diberikan menjadi pijakan penting bagi ASDP untuk terus memperkuat kualitas layanan penyeberangan nasional," kata Heru.
Menurutnya, pola operasi yang berhasil diterapkan di lintasan Merak–Bakauheni akan menjadi referensi dalam penguatan layanan di lintasan strategis lainnya agar tercipta sistem operasional yang lebih efektif dan efisien.
Selain layanan penumpang, ASDP juga memperkuat pengembangan konektivitas logistik nasional melalui layanan long distance ferry (LDF). Sejumlah rute potensial seperti Makassar–Semarang dan Panjang–Jakarta disebut mendapat dukungan pemerintah untuk dikembangkan.
Corporate Secretary ASDP, Windy Andale, menegaskan transformasi layanan yang dijalankan perseroan tidak hanya berfokus pada kelancaran operasional, tetapi juga pengalaman pengguna jasa.
"ASDP terus memperkuat digitalisasi layanan, pengaturan arus kendaraan, serta kesiapan operasional secara menyeluruh agar masyarakat memperoleh pengalaman perjalanan yang aman, nyaman, dan semakin seamless," beber Windy.
Ke depan, ASDP bersama Kementerian Perhubungan berkomitmen terus memperkuat layanan penyeberangan nasional sebagai tulang punggung konektivitas antarwilayah dan distribusi logistik nasional.