Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.710.000
Beli Rp2.570.000
IHSG 6.007,656
LQ45 597,448
Srikehati 291,253
JII 359,060
USD/IDR 17.916

Progres Pembangunan Pabrik Kimia Milik Chandra Asri Capai 66%

Achmad Fauzi

Minggu, 10 Mei 2026 | 18:48 WIB
Progres Pembangunan Pabrik Kimia Milik Chandra Asri Capai 66%
Pembangunan Pabrik Kimia Chlor Alkali dan Ethylene Dichloride (CA-EDC) milik PT Chandra Asri Tbk. (TPIA) telah mencapai 66 persen. Pabrik akan mengurangi ketergantungan impor kimia. [Dok Chandra Asri].
  • PT Chandra Asri Alkali melaporkan progres pembangunan pabrik CA-EDC telah mencapai 66 persen untuk mendukung kemandirian industri kimia nasional.
  • Fasilitas tersebut ditargetkan beroperasi pada 2027 guna mengurangi impor soda kaustik serta meningkatkan potensi devisa melalui ekspor produk EDC.
  • Proyek strategis nasional ini menyerap 3.000 tenaga kerja selama konstruksi dan melibatkan pelaku UMKM lokal dalam operasional rantai pasok.

Suara.com - PT Chandra Asri Pacific melalui entitas anak usahanya PT Chandra Asri Alkali (CAA) melaporkan progres pembangunan Pabrik Chlor Alkali dan Ethylene Dichloride (CA-EDC) telah mencapai 66 persen.

Proyek strategis tersebut diproyeksikan menjadi salah satu penopang pengurangan impor bahan kimia dasar nasional.

Saat ini, pembangunan proyek telah memasuki tahap pengembangan infrastruktur logistik utama, termasuk konstruksi jetty dan tangki penyimpanan untuk mendukung distribusi dan pengelolaan rantai pasok produk Chlor Alkali dan Ethylene Dichloride (EDC).

Direktur Sumber Daya Manusia dan Urusan Korporasi Chandra Asri Group Suryandi mengatakan, pembangunan infrastruktur terintegrasi menjadi bagian penting dalam memperkuat ekosistem industri kimia nasional.

"Pembangunan Pabrik CA-EDC kini memasuki fase pengembangan infrastruktur logistik utama yang akan menjadi bagian penting dalam mendukung distribusi dan pengelolaan rantai pasok bahan kimia strategis. Kami memandang pengembangan infrastruktur yang terintegrasi sebagai elemen penting dalam membangun ekosistem industri kimia nasional yang lebih efisien, kompetitif, dan berdaya saing," ujarnya di Jakarta, Minggu (10/5/2026).

Pembangunan Pabrik Kimia Chlor Alkali dan Ethylene Dichloride (CA-EDC) milik PT Chandra Asri Tbk. (TPIA) telah mencapai 66 persen. Pabrik akan mengurangi ketergantungan impor kimia. [Dok Chandra Asri].
Pembangunan Pabrik Kimia Chlor Alkali dan Ethylene Dichloride (CA-EDC) milik PT Chandra Asri Tbk. (TPIA) telah mencapai 66 persen. Pabrik akan mengurangi ketergantungan impor kimia. [Dok Chandra Asri].

Pabrik CA-EDC dirancang untuk memenuhi kebutuhan domestik terhadap bahan kimia dasar strategis yang terus meningkat. Pada tahap awal operasional, fasilitas tersebut ditargetkan memiliki kapasitas produksi sebesar 827 ribu ton soda kaustik dan 500 ribu ton EDC per tahun.

Produksi soda kaustik dari fasilitas ini diproyeksikan mampu mengurangi ketergantungan impor sekaligus memperkuat pasokan bahan baku bagi berbagai sektor industri nasional.

Dalam jangka panjang, kapasitas produksi tersebut berpotensi menggantikan impor hingga sekitar 827 ribu ton per tahun dengan nilai mencapai 293 juta dolar AS.

Sementara itu, produksi EDC akan diarahkan untuk pasar ekspor dan diperkirakan mampu membuka potensi devisa hingga 300 juta dolar AS per tahun. Langkah tersebut diharapkan memperkuat posisi Indonesia dalam rantai pasok industri kimia regional.

Pemerintah juga telah menetapkan proyek Pabrik CA-EDC sebagai Proyek Strategis Nasional (PSN) karena dinilai memiliki peran penting dalam mendukung hilirisasi industri kimia dan pertumbuhan ekonomi nasional berkelanjutan.

Selain mendukung penguatan industri kimia nasional, proyek ini juga memberikan dampak ekonomi melalui penyerapan tenaga kerja dan keterlibatan pelaku usaha lokal.

Selama fase konstruksi, proyek tersebut telah melibatkan sekitar 3.000 tenaga kerja dan diproyeksikan membuka sekitar 250 lapangan kerja baru saat mulai beroperasi penuh pada kuartal pertama 2027.

Chandra Asri Group juga melibatkan UMKM lokal dalam berbagai kebutuhan rantai pasok dan operasional proyek sebagai bagian dari upaya memperkuat ekosistem industri di sekitar wilayah operasional perusahaan.

Melalui pembangunan Pabrik CA-EDC, Chandra Asri Group menegaskan komitmennya untuk mendukung pengembangan industri hilir kimia nasional, meningkatkan ketahanan pasokan bahan kimia strategis, serta mendorong pertumbuhan ekonomi berkelanjutan di Indonesia.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Mengapa Pemerintah Mau Ganti LPG ke CNG? Apa Untung dan Bahayanya?

Mengapa Pemerintah Mau Ganti LPG ke CNG? Apa Untung dan Bahayanya?

Bisnis | Jum'at, 08 Mei 2026 | 19:04 WIB

INDEF Ungkap Bahaya Baja Impor Murah Terhadap Proyek Infrastruktur

INDEF Ungkap Bahaya Baja Impor Murah Terhadap Proyek Infrastruktur

Bisnis | Jum'at, 08 Mei 2026 | 18:12 WIB

Pengamat: Industri Baja RI Terancam Kehilangan Pelanggan

Pengamat: Industri Baja RI Terancam Kehilangan Pelanggan

Bisnis | Kamis, 07 Mei 2026 | 18:03 WIB

Terkini

Mengapa Pertalite Mau Dihapus?

Mengapa Pertalite Mau Dihapus?

Bisnis | Sabtu, 13 Juni 2026 | 10:26 WIB

IHSG Melonjak 7,38% Sepekan, Asing Jual Bersih Sentuh Rp67 T Sepanjang Tahun

IHSG Melonjak 7,38% Sepekan, Asing Jual Bersih Sentuh Rp67 T Sepanjang Tahun

Bisnis | Sabtu, 13 Juni 2026 | 09:22 WIB

Dilema Pertamina Naikkan Harga Pertamax, Ekonom: Kalau Ditahan Terus Bisa Gerus Keuangan Negara

Dilema Pertamina Naikkan Harga Pertamax, Ekonom: Kalau Ditahan Terus Bisa Gerus Keuangan Negara

Bisnis | Sabtu, 13 Juni 2026 | 08:22 WIB

Inovasi Karyawan Petrokimia Gresik Hasilkan Nilai Rp154 Miliar

Inovasi Karyawan Petrokimia Gresik Hasilkan Nilai Rp154 Miliar

Bisnis | Sabtu, 13 Juni 2026 | 08:01 WIB

Layanan Kereta Indonesia Disebut Sudah Setara Global

Layanan Kereta Indonesia Disebut Sudah Setara Global

Bisnis | Sabtu, 13 Juni 2026 | 07:54 WIB

Sepanjang Tahun 2025, Pertamina EP Cepu Torehkan Kinerja Moncer

Sepanjang Tahun 2025, Pertamina EP Cepu Torehkan Kinerja Moncer

Bisnis | Jum'at, 12 Juni 2026 | 20:48 WIB

Laba Naik Saat Industri Media Berat, Emiten DIGI Bongkar Strategi Rahasianya

Laba Naik Saat Industri Media Berat, Emiten DIGI Bongkar Strategi Rahasianya

Bisnis | Jum'at, 12 Juni 2026 | 19:34 WIB

Aura Research Jadi Senjata Baru DIGI, Andalkan AI untuk Riset hingga Advokasi Bisnis

Aura Research Jadi Senjata Baru DIGI, Andalkan AI untuk Riset hingga Advokasi Bisnis

Bisnis | Jum'at, 12 Juni 2026 | 19:26 WIB

Pegadaian dan KSEI Perkuat Ekosistem Emas Melalui Investasi ETF Emas

Pegadaian dan KSEI Perkuat Ekosistem Emas Melalui Investasi ETF Emas

Bisnis | Jum'at, 12 Juni 2026 | 19:17 WIB

Laba Bersih Arkadia Digital Media (DIGI) Melonjak 45,1% di 2025, Siapkan Ekspansi Bisnis AI

Laba Bersih Arkadia Digital Media (DIGI) Melonjak 45,1% di 2025, Siapkan Ekspansi Bisnis AI

Bisnis | Jum'at, 12 Juni 2026 | 19:05 WIB